Efek Samping Calon Vaksin Covid-19

  • Whatsapp
vaksin

Tahukau, – Efek samping calon vaksin covid 19 yang saat ini sudah mulai diuji coba kepada manusia, yang perlu di waspadai tentu ada.

Untuk uji klinis tahap III terhadap calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac, perusahaan asal China ini, baru di kota Bandung telah dimulai. Diberitakan media, Selasa (11/8/2020), vaksin Covid-19 ini mulai diberikan ke tubuh para relawan. 

Dimana prosesi penyuntikkan pertama vaksin ke sejumlah relawan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, hal ini disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 FK Unpad, Eddy Fadlyana, mengatakan jika calon vaksin Covid-19 tersebut memiliki efek samping.

Walau begitu, ia memperkirakan efeknya tidak besar dan berbahaya, hanya berupa nyeri atau demam. “Bisa timbul nyeri di tempat bekas suntikan atau demam sekitar 30 sampai 40 persen,” jelas Eddy saat dihubungi media, Rabu (12/8/2020). 

Baca juga: Surabaya Zona Hijau Covid 19, Begini Penjelasannya!

Ia juga mengatakan untuk efek samping lain kemungkinan sangat kecil. Namun, jika nantinya relawan uji klinis mengalami demam atau gejala lain maka diharapkan untuk melapor ke tim uji klinis.

Ia menjelaskan, uji klinis tahap III vaksin akan dihentikan jika ada reaksi berat yang dirasakan oleh relawan. Hal tersebut nanti akan diputuskan oleh dokter yang memeriksa.

Target relawan yang mengikuti uji klinis tahap III ini yaitu calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac berjumlah 1.620 orang. Rekrutmen pertama bisa menjaring 540 orang relawan. Lalu, rekrutmen kedua memperoleh 1.080 orang relawan.

Relawan yang terpilih setelah lolos dari pengujian imunogenitas (respons imun) dan efikasi (respons dalam melawan virus) melalui tes darah sebelumnya. 

Baca juga: Ngaku Temukan Obat Covid 19, Sosok Hadi Pranoto Dicemooh!

Dimana penyuntikan calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini dilakukan secara bergelombang, dan tidak langsung 1.620 orang. Penyuntikan calon vaksin gelombang pertama akan dilakukan pada minggu kedua bulan Agustus ini.

Dengan targetnya sekitar 120 orang relawan. Proses penyuntikan berikutnya akan dilakukan pada minggu ketiga dan keempat bulan Agustus, masing-masing kepada 144 orang relawan.

Dan untuk gelombang penyuntikan vaksin terhadap relawan dan pemantauan akan terus dilakukan sampai minggu ketiga bulan Desember dengan total 1.620 orang relawan. 

Jika hasil dari uji klinis fase III ini berjalan lancar, maka akan segera diregistrasikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu setelah lolos di BPOM, vaksin ini akan diproduksi massal oleh PT Bio Farma pada Januari 2021.

Dimana Bio Farma ditargetkan bisa memproduksi 250 juta dosis vaksin Covid-19 per tahunnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *