Umum

Edwin Soeryadjaya : Kisah Sukses Bos Astra

PT Adaro Energy Tbk merupakan salah satu dari Saratoga tambang batu bara yang didirikan tahun 2004 dimana nilai sahamnya masuk ke jajaran saham unggulan (blue chips). Perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT Infrastructure Menara bersama juga dikendalikan oleh Edwin Soeryadjaya. Sehingga tak heran, kesuksesan bisnis tersebut membawa nilai kekayaannya mencapai US$ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 13,6 triliun rupiah. Kekayaan tersebut membawanya menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Bagaimana perjalanan sukses Edwin Soeryadjaya? Apa saja lika-liku yang dilewati Edwin hingga sukses mengendalikan bisnis-bisnisnya? Simak baik-baik ya.

Edwin Soeryadjaya : Kisah Sukses Bos Astra
Edwin Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya adalah warga negara Indonesia yang memegang saham utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Awal kariernya dimulai tahun 1978 di Astra International, yakni salah satu konglomerat diversifikasi terbesar di Indonesia yang didirikan ayahnya. Kemudian, ia terlibat dalam restrukturisasi Astra dan berhasil memimpin IPO Astra tahun 1990. Tahun 1993, ia meninggalkan posisinya sebagai Wakil Presiden Direktur, lalu menjabat sebagai Komisaris Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (perusahaan investasi), PT Adaro Energy Tbk (batubara dan energi), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (consumer automotif). Edwin Soeryadjaya juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (tambang emas dan tembaga) serta Chairman (Non-Executive) Interra Resources Limited (minyak dan gas). Selain lihai berbisnis. Edwin Soeryadjaya pun aktif dalam masyarakat sebagai salah satu pendiri Willim Soeryadjaya Foundation dan anggota Dewan Pembina Ora Et Labora Foundation. Berikut perjalanan karier Edwin Soeryadjaya hingga sukses menjadi pebisnis.

Baca juga : Investasi Di Reksadana

Perjalanan Karier Edwin Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya

Lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juli 1949, bakat berdagang Edwin Soeryadjaya diwariskan dari ayahnya. Dengan gelar Bachelor of Business and Administration dari University of Southern California, Amerika Serikat tahun 1974, Edwin tekun mengikuti jejak sang ayah. Tahun 1990, ia mulai dipercaya mengelola keuangan PT Astra hingga menjadi perusahaan publik, termasuk IPO (Initial Public Offering) terbesar di Indonesia. Dinasti kerajaan bisnis Soeryadjaya sempat mengalami gejolak saat Bank Summa yang dipimpin Edward, kakak kandung Edwin tersandung masalah pelik hingga PT Astra lepas. Seketika ia hancur seperti kehilangan pegangan hidup. Namun, semangat dan optimisme dalam hidup yang selalu diajarkan ayah ajarkan memberikan keberanian untuk mencoba lagi. Edwin benar-benar harus melerakan perannya sebagai Wakil Presiden Direktur Astra yang sudah dipegangnya selama bertahun-tahun tepat tahun 1993. Setelah itu, anak kedua dari empat bersaudara tersebut mulai mendirikan perusahaan-perusahaan baru. Di tahun 1995, Edwin terlibat dalam perjanjian bersama dengan PT Aria West International USWest yang kini bernama AT&T, sebuah perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat serta IAF. Pada tahun yang sama, pria bernama Tjia Han Pun juga merambah bisnis makanan dengan membuka poin Jr Carlas yang berada di lantai dua Gedung Bursa Efek Jakarta. Selanjutnya tahun 1997, ia mendirikan PT Advanced Interconnect Technologies di Batam bersama New Bridge Capital di mana nilainya sebesar US$ 100 juta. Tahun 1999, perusahaan Astra kemudian menandatangani program restrukturisasi utang. Hal ini membuat konsorsium Jardine Cycle dan Carriage mengakuisisi hampir 40% saham yang ada di Astra. Edwin Soeryadjaya kembali terpilih menjadi salah satu komisaris pada tahun 2000 dan fokus terhadap perkembangan Astra. Selain mengontrol perkembangan Astra kala itu, Edwin Soeryadjaya juga termasuk tokoh penting Surya Raya. Perusahaan Surya Raya adalah salah satu kelompok bisnis yang bergerak di bidang agribisnis, bahan kimia, hotel, perdagangan, dan bidang lainnya.

Kejayaan Perusahaan Saratoga

Edwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya

Sebelum kembali menjadi komisaris perusahaan Astra, Edwin Soeryadjaya sebenarnya lebih dulu menggandeng pengusaha muda Sandiaga Uno gun mendirikan sebuah perusahaan investasi Saratoga Capital. Bersama Saratoga, Edwin berhasil mengatur beberapa perusahaan baik dari batubara, infrastruktur telekomunikasi, operator telekomunikasi, dan juga bidang otomotif. PT Adaro Energy Tbk adalah perusahaan tambang batu bara yang didirikan tahun 2004 oleh Saratoga, sedangkan perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT Infrastructure Menara Bersama pun berada di naungan perusahaan Saratoga. Berkat perusahaan-perusahaan inilah, Edwin Soeryadjaya memperoleh julukan Pengusaha Sukses kala itu. Apalagi keadaan ekonomi saat ini membuka peluang besar bagi niatnya. Ditambah kondisi politik Indonesia yang begitu stabil sangat memungkinkan untuk meningkatkan kepercayaan kepada para investor. Baru-baru ini, Edwin Soeryadjaya menambahkan Saratoga Capital untuk menggandeng Tiger Airways demi mendapatkan Mandala Airlines. Menurutnya, perekonomian yang terus tumbuh akan membuat mobilitas orang dan kebutuhan transportasi menjadi meningkat. Baik Saratoga dan Tiger Airways juga melihat bahwa masih banyak ruang dan kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan pada sektor industri. Akan tetapi, pembahasan mengenai rencana IPO Mandala masih terlalu dini sebab izin untuk terbang belum dikeluarkan. Melihat berbagai kesuksesan Saratoga, perusahaan tersebut telah menjadi kelompok usaha paling dihormati. Perusahaan ini dapat dihubungkan dengan integritas, transparansi, dan keuntungan. Berbagai inovasi, kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan, Saratoga berhasil mengembangkan portofolio baik dari pertambangan, transportasi, telekomunikasi, sumber energi, dan pertanian.

Edwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya

Berkat segala kesuksesan, tahun 2011, Edwin Soeryadjaya masuk dalam daftar Ernst & Young (E&Y) World Entrepreneur of The Year 2011 Hall of Fame bersama dengan 50 perusahaan kelas dunia lain. Ia berhasil mengalahkan pebisnis sukses lain seperti Antarina SF Amir (High Scope Indonesia Institute), Elang Gumilang (Elang Group), Erwin Aksa (Bosowa), dan Reggy Wijaya (PT Tetra Konstruksindo). Tak hanya itu Edwin Soeryadjaya juga masuk dalam 50 orang terkaya dalam veris Forbes tahun 2017. E&Y mencatat jika perjalanan hidup Komisaris Utama PT Adaro Energy Tbk dari tahun 1993 dimulai saat keluarga kehilangan kendali atas perusahaan yang nilainya mencapai dolar miliaran AS. Berbagai rintangan yang datang tak menyurutkan semangat Edwin Soeryadjaya untuk kembali membangun kesuksesan yang pernah hilang. Belasan tahun setelah perusahaannya runtuh, Edwin kembali datang sebagai orang yang kini dihormati sebagai pebisnis sukses di Indonesia. Edwin berkeyakinan jika pengusaha merupakan seseorang yang memiliki ide luar bisa sehingga bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan semua pihak. Pihak yang berkepentingan seperti permerintah, konsumen, karyawan, dan pemegang saham harus saling mendapatkan keuntungan. Sehingga harapannya ke depan Indonesia harus memilki banyak orang yang bertekad menjadi pengusaha karena Indonesia adalah negara dengan banyak keberuntungan.

Baca juga : Peluang Bisnis

Pengalaman mendirikan dan mengelola ke dunia bisnis selama berpuluh-puluh tahun, Edwin Soeryadjaya memiliki beberapa tips menjadi pengusaha sukses untuk mencapai tujuan perusahaan yang didirikan. Baginya, seorang pengusaha harus bersedia bekerja dengan penuh ketekunan, tidak mudah menyerah, dan memiliki kemauan yang kuat untuk meraih mimpi. Ketiga faktor tersebut jika bersinergi dengan tepat akan menjadikan seseorang sukses membangun bisnisnya. Demikian perjalanan hidup Edwin Soeryadjaya dari awal mendirikan perusahaan, berhasil melewati masa runtuhnya perusahaan, hingga berhasil membuat bisnisnya sukses. Semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close