Bisnis

Syarat dan Ketentuan Menjadi Dropshipper

Tahukau.comSyarat dan Ketentuan Menjadi Dropshipper – Pasti beberapa kalian yang gemar berbelanja online pernah mendengar dan familiar dengan kata-kata dropship. Dropship adalah metode penjualan dimana seller atau penjual menjual barang atau produk yang dijual secara tidak langsung. Maksudnya adalah barang tersebut tidak langsung dikirim dari seller tersebut melainkan dikirim langsung oleh supplier ke alamat pembeli dengan menyertakan alamat si penjual.

Menurut bahasa, dropship atau dropshiping adalah bentuk transaksi bisnis dimana si penjual tidak memiliki persediaan produk yang ditawarkan tetapi memesan secara langsung dan menjual ke produsen ketika pesanan telah diterima. Dropship sendiri disebutkan berbeda dengan afiliasi. Setelah mengetahui pengertian mengenai dropship diatas, akan lebih baik jika kita mengetahui mengenai syarat dan ketentuan menjadi seorang dropshipper.

Baca juga : Tarif Ongkir Jasa Pengiriman

Syarat dan Ketentuan Menjadi Dropshipper

Syarat dan Ketentuan Menjadi Dropshipper

Pada umumnya menjadi dropshipper tidak memerlukan syarat dan ketentuan yang khusus. Setiap supplier akan memiliki persyaratan dan ketentuan yang berbeda dari supplier satu dengan supplier lainnya. Untuk mengetahui syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi sebagai dropshipper, anda bisa melihat pada laman website supplier atau bisa juga dengan menghubungi supplier atau owner secara langsung agar lebih jelas. Mungkin beberapa orang masih bingung dalam membedakan Dropshipper dengan Reseller. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap Dropshipper dan Reseller itu sama. Untuk mengetahui perbedaan antara Dropshipper dan Reseller, mari simak penjelasan singkat berikut!

Baca juga : Go-Pay Dompet Virtual

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

Dropshipper dan Reseller memiliki kesamaan yaitu sama-sama dalam menjual barang yang berasal dari supplier. Selain itu Dropshipper dan Reseller juga memiliki beberapa perbedaan antara lain:

Modal

Menjadi seorang dropshipper tidak memerlukan modal yang begitu besar, bahkan hamper tidak memerlukan modal sama sekali. Karena dalam Dropshipper, seller atau penjual hanya perlu menawarkan atau memasarkan produk kepada para pembeli. Sedangkan untuk Reseller sendiri memerlukan modal lebih untuk memulai usaha dagangnya. Karena reseller harus membeli barang yang akan dijual terlebih dahulu sebelum memasarkan atau menjualnya kembali.

Ketersediaan Barang

Seorang dropshipper memiliki keuntungan dalam hal ketersediaan barang, karena dropshipper tidak perlu begitu repot dalam menyetok atau mengelola barang yang akan dijual. Karena semua itu akan ditangani oleh supplier tersebut. Lain halnya dengan Reseller. Seoarang reseller harus membeli, menyetok juga mendata barang-barang yang akan dipasarkan atau dijual.

Cara Pemasaran

Dalam system dropship, pemasaran produk tidak dilakukan secara langsung dikarenakan dropshipper tidak memiliki barang dalam bentuk fisik., biasanya para dropshipper memasarkan barang dagangannya dengan cara memposting gambar produk disertai keterangan mengenai ukuran, warna, harga dan sebagainya. Sedangkan Reseller dapat memasarkan secara langsung barang dagangannya dikarenakan reseller memiliki barang dalam bentu fisik. Reseller juga bisa melakukan hal yang sama seperti dropshipper yaitu dengan cara memposting barang yang dijual dengan diberi keterangan lainnya.

Service atau Pelayanan

Salah satu keuntungan dropshipper dalam pelayanan ialah mereka tidak perlu repot untuk mengemas serta mengirimkan barang, karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab supplier sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat. Dropshipper hanya perlu melayani konsumen sampai tahap pembayaran setelah itu langsung menghubungi supplier untuk memproses barang tersebut.

Sedangkan reseller harus melayani konsumen mulai dari pemesanan, pembayaran sampai pengemasan dan pengiriman barang. Karena barang-barang yang telah dibeli dari supplier sudah menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Reseller.

Setelah mengetahui beberapa perbedaan dari dropshipper dan reseller, pastinya kalian penasaran dengan apa saja sih keuntungan yang didapatkan jika menjadi seorang dropshipper? Baiklah mari kita lihat sedikit penjelasan mengenai keuntungan menjadi dropshipper.

Baca juga : Online Stock Trading

Keuntungan Dropshipper

Keuntungan Dropshipper

Sebenarnya keuntungan yang didapat oleh dropshipper tidak begitu banyak dan hampir sama dengan Reseller. Selain itu juga harus ada kesepakatan antara dropshipper dengan pihak supplier mengenai harga barang yang akan dipasarkan. Berbeda dengan reseller yang dapat menentukan harga sendiri dan mengambil keuntungan yang lebih besar dari harga yang telah di tentukan oleh supplier karena reseller telah membeli produk atau barang tersebut terlebih dahuli. Hanya saja, menjadi dropshipper lebih menghemat waktu juga tenaga seperti pada paparan diatas mengenai perbedaan. Menjadi dropshipper juga tidak membutuhkan modal yang begitu besar jika ingin merintis usaha. Selain itu menjadi dropshipper juga tidak perlu menyediakan stok barang yang begitu banyak dan tidak perlu takut jika barang yang dijual ternyata tidak laku atau sudah tidak trend lagi. Keuntungan lainnya juga adalah nama anda atau toko atau online shop anda yang akan ditulis sebagai perngirim barang bukan nama supplier sehingga pembeli tidak akan tahu siapa suppliernya.

Baca juga : Situs Belanja Online

Kerugian Dropshipper

Kerugian Dropshipper

Selain memiliki keuntungan yang begitu menjanjikan, menjadi dropshipper juga memiliki beberapa  kekurangan yang harus anda ketahui lebih dahulu agar dapat terhindarkan dari kerugian-kerugian yang tidak diinginkan. Berikut akan dijelaskan beberapa kerugian menjadi dropshipper.

  1. Tidak bisa melakukan kontrol barang. Menjadi dropshipper tidak bisa terjun langsung dalam pengecekan barang. Sehingga si penjual tidak dapat memantau kondisi barang dan apabila terjadi keterlambatan pengiriman penjual sendiri tak dapat berbuat banyak. Dan apabila terjadi kesalahan pada barang dan pembeli melakukan protes maka dropshipper lah yang akan menerima komplain tersebut.
  2. Dropshipper tidak dapat memastikan jumlah stok barang. Pada kasus ini, dropshipper harus sering-sering melakukan komunikasi dengan supplier untuk memastikan ketersediaan barang agar bisa dipercaya oleh konsumen atau pembeli.
  3. Keuntungan lebih sedikit. Seperti yang telah disebutkan diatas, dropshipper hanya akan mendapatkan sedikit keuntungan. Karenanya, seorang dropshipper harus cermat serta cerdas dan juga kreatif dalam memasarkan barang dagangannya agar mendapat kuantitas pembeli yang lebih juga dengan keuntungan yang lebih pula.

Sistem Kerja Dropship

Sistem Kerja Dropship

Selain keuntungan dan kerugian dropshipper, ada baiknya jika kita mengetahui juga tentang sistem kerja Dropship. System kerja dropship sendiri terbilang cukup sederhana dan bisa dilakukan banyak orang. Simak penjelasan tata cara kerja dropship berikut ya.

  1. Melakukan pemasaran produk. Para dropshipper diharuskan mempromosikan produk atau barang yang dijual kepada para konsumen. Biasanya pemasaran produk ini dilakukan secara online dengan memposting gambar produk di platform seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain.
  2. Menghubungi supplier jika pembeli telah melakukan pembayaran. Setelah memposting produk-produk tersebut pasti akan ada konsumen yang tertarik untuk membeli. Selanjutnya setelah pembayaran berhasil terproses, para dropshipper harus menghubungi suppliernya dan memberi tahu tentang pesanan pembeli tersebut. Dropshipper juga haru menyertakan identitas dan alamat asli pembeli kepada supplier agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengiriman karena jika terjadi kesalahan maka dropshipper lah yang harus bertanggung jawab.
  3. Membayar supplier. Setelah memberi tahu tentang pesanan pembeli, dropshipper harus membayarkan total uang yang harus dibayarkan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya kepada supplier. Maka pesanan dapat langsung diproses.
  4. Pesanan diproses oleh supplier. Setelah pesanan dibuat, supplier akan melakukan pengemasan dan juga pengiriman barang kepada pembeli sesuai dengan alamat yang telah diberikan dan menuliskan nama dropshipper sebagai pengirim barang tersebut.

Baca Juga : Sistem Kerja Outsourcing

Sekian penjelasan seputar dropship. Namun, perlu diperhatikan ketika anda ingin memulai berjualan sebagai dropshipper pastikan jika supplier atau agen tersebut dapat dipercaya. Karena tidak semua supplier dapat dipercaya. Selain itu sebelum melakukan pemesanan kepada supplier pastikan jika anda telah menerima total pembayaran dari pembeli terlebih dahulu agar terhindar dari penipuan yang berakhir dengan kerugian.

Demikian, semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close