Bisnis

Program – Program BPJS Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui

Tahukau.comBPJS Ketenagakerjaan – Badan Penyelenggaa Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan pengganti Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) sebagai asuransi sosial pekerja. BPJS Ketengakerjaan beroperasi sejak 1 Juli 2015 sesuai akumulasi berbagai UU dna peraturan yang fokus pada jaminan sosial dan ketengakerjaan. Berdasarkan UU No 3 Tahun 1993, jaminan sosial ketenagakerjaan berada di bawah pimpinan PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). PT Jamsostek akhirnya berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung ke Presiden sesuai UU No. 24 Tahun 2011. Lalu, apakah BJPS Ketenagakerjaan tersebut? Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda!

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah semua pekerja di Indonesia baik dari sektor formal maupun non formal. Bagi pekerja sektor formal, perusahaan akan mendaftarkan pegawainya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan membayar iuran sesuai peraturan berlaku. Sementara, pekerja di sektor non formal bisa mendaftar dan membayar sendiri uang kepesertaan sesuai upah minimum provinsi (UMP). Para pekerja WNA yang berada di Indonesia juga diberikan perlindungan paling lama enam bulan.

Baca juga : Sistem Kerja Outsourcing

Program-Program BPJS Ketenagakerjaan

Program-Program BPJS Ketenagakerjaan

Berikut ini adalah program-program yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan, yakni:

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Jaminan Kecelakaan Kerja melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dalam hubungan kerja, termausk kecelakaan yang terjadi ketika perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Perlindungan JKK BPJSTK 2019 terdiri dari:

  • Perlindungan risiko kecelakaan kerja mulai dari perjalanan pergi, pulang, di tempat bekerja, dan perjalanan dinas
  • Perawatan tanpa batas biaya berdasarkan kebutuhab media
  • Santunan upah selama tidak bekerja (6 bulan pertama 100%, 6 bulan kedua 75%, seterusnya hingga sembuh
  • Santunan kematian karena kecelakaan kerja sebanyak 48x upah berdasarkan laporan perusahan pemberi kerja atau peserta
  • Bantuan beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal atau mengalami cacat total karena kecelakaan kerja sebesar 12 juta
  • Bantuan kesiapan kembali kerja yaitu pendampingan peserta dari rumah sakit hingga peserta dapat kembali bekerja

2. Jaminan Kematian (JKm)

Jaminan Kematian (JKm) BPJSTK adalah uang tunai yang diberikan kepada ahli waris saat pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Manfaat yang diberikan jaminan kematian adalah:

  • Santunan berkala 24 bulan yakni 24 x Rp 200 ribu = Rp 4,8 juta dan dibayarkan sekaligus
  • Biaya pemakanan sebesar Rp 3 juta
  • Bantuan beasiswa 1 orang anak bagi peserta yang memasuki masa iuran paling tidak 5 tahun sebesar Rp 5 juta

Untuk pekerja penerima upah, besar iurannya sebesar 0.3% dari pelaporan upah, kategori pekerja bukan penerima upah sebesar Rp. 6.800, dan jasa kontruksi mendapatkan jaminan sebesar 0.21% sesuai nilai proyek. 

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

Program Jaminan Hari Tua (JHT) adalah hasil akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya sekaligus apabila peserta mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia, atau cacat total tetap. Usia pensiun adalah mereka yang berhenti bekerja karena mengindurkan diri, terkena PHK, atau sedang tidak aktif bekerja dimanapun. Hasil pengembangan JHT sedikitnya berjumlah rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah.  Manfaat JHT sebelum usia 56 tahun bisa diambil peserta sebagian apabila kepesertaan telah mencapai 10 tahun dengan pengambilan maksimal 10% dari totl saldo sebagai persiapan usia pensiun atau sebesar 30% dari total saldo uang perumahan. Pengambilan sebagian hanya dilakukan sekali. Apabia saat mencapai usia 56 tahun, peserta masih bekerja dan menunda pembayaran JHT, maka JHT dibayarkan saat peserta berhenti bekerja. Informasi mengenai saldo JHT beserta hasil pengembangannya wajib disampaikan setahun sekali kepada peserta. Besar iuran peserta JHT adalah sebesar 5,7%, yaitu 2% dari pekerja dan 3,7 % dari pemberi kerja. Sedangkan bagi kategori pekerja bukan penerima upah, besar iuran yan harus dibayarkan adalah 2% dari upah yang telah dilaporkan.

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan pensiun yaitu jaminan sosial bagi peserta atau ahli warisnya agar mendapatkan penghasilan setelah peserta pensiun atau mengalami cacat demi mempertahankan derajat kehidupan layak. Dana akan keluar jika tenaga kerja memasuki usia pensiun, meninggal dunia, mengalami cacat, atau pindah permanen ke luar negeri. Besaran manfaat jaminan pensiun terdiri dari:

  • Manfaat pensiun hari tua yaitu berupa uang tunai bulanan kepada peserta yang telah iuran minimal 15 tahun saat memasuki usia pensiun hingga meninggal dunia
  • Manfaat pensiun janda/duda yaitu berupa uang tunai bulanan kepada janda/duda sebagai ahli waris yang terdaftar di BJPS Ketanagakerjaan sampai meninggal dunia atau menikah lagi
  • Manfaat pensiun cacat akan mendapatkan uang tunai bulanan paling tidak 1 bulan setelah menjadi peserta dengan memiliki density rate minimal 80%
  • Manfaat pensiun anak yaitu berupa uang tunai bulanaan kepada ahli waris peserta maksimal 2 orang anak yang tedaftar pada program pensiun hingga anak mencapai usi 23 tahun
  • Manfaat pensiun orang tua yaitu manfaat yang diberikan kepada orang tua sebagai ahli waris peserta lajang. Dana dapat diterima berkala setiap bulan dengan nilai maksimal mencapai 40% dari upah peserta Progrma Jaminan Pensiun BJPSTK

Besar iuran jaminan pensiun sebesar 3% dari 2% iuran pemberi kerja dan 1% iuran pekerja. Upah setiap bulan terdiri atas perhitungan upah pokok dan tunjangan tetap. Pada tahun 2019 ini, batas tinggi upah yang dijadikan sebagai dasar perhitungan adalah sebesar Rp. 8.512. 400.

Baca juga : Produk Tabungan Mandiri Syariah

Cara Mendaftar BPJSTK Online

Cara Mendaftar BPJSTK Online

Daftar menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan sangat mudah dan tidak ribet. Bagi para pekerja mandiri atau pekerja bukan penerima upah, Anda bisa mendaftar online dengan cepat. Pendaftaran bisa dilakukan melalui smartphone dalam waktu singkat bahkan gratis. Layanan program JKK, JKm, JHT, dan JP bisa Anda pilih sendiri sesuai kebutuhan Anda. Berikut adalah cara mendaftar BPJS Ketanagakerjaan secara online, yaitu:

  • Masuk ke situs resmi BPJS Ketanagakerjaan
  • Klik “Daftar baru”
  • Masukkan nomor ponsel Anda, kemudian pilih “lanjutkan”
  • Masukkan nomo KTP
  • Isi data diri Anda seperti nomor KTP, pilihan paket program BPJS Ketanagakerjaan yang diingkan seperti JKK, JKm, JHT, atau JP, dan lainnya
  • Pilihlah periode pembayaran yang terdiri dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan, kemudian klik konfirmasi
  • Pilih metode pembayaran. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran lalu konfirmasi jika Anda membayar via transfer bank. Sedangkan konfirmasi tidak diperlukan bagi Anda yang menggunakan kartu kredit
  • Kini, Anda sudah aktif sebagai peserta BPJS Ketanagakerjaan. Nikmati dan rasakan manfaat penggunaan BPJS Ketanagakerjaan yang sangat mengntungkan

Baca juga : Manajemen Sumber Daya Manusia

Pencairkan dana BPJS Ketanagakerjaan sangat mudah selama Anda memenuhi persyaratan dengan mendatangi kantor BPJS Ketanagakerjaan terdekat. Untuk mencairkan dana, Anda harus menjadi anggota BPJS Ketanagakerjaan selama lima tahun. Artinya, apabila Anda baru menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan selama satu tahun, kemudian Anda keluar dari perusahaan, maka dana BPJS tidak bisa diklaim. Anda harus menunggu selama lima tahun. Di masa sekarang, dana BPJS Anda bisa diklaim secara online melalui website resmi BPJS Ketanagakerjaan. Demikian ulasan BPJS Ketanagakerjaan dan semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close