Bisnis

√ Syarat, Sifat, & Proses Rekonsiliasi Bilyet Giro [Lengkap]

Menurut Bank Indonesia (BI), bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah rekening giro kepada bank untuk memindah bukuan dana dari rekening yang bersangkutan ke rekening yang tertera pada dokumen bilyet giro. Arti lain bilyet giro adalah surat berharga atau surat perintah melalui mekanisme pembayaran yang berlaku di rekening giro. BI sendiri telah menetapkan syarat dan standar formal penggunaan bilyet giro sebagai transaksi perbankan atau alat pembayaran untuk melindungi pengguna sehingga menghindari adanya pencucian uang. Secara fisik, bilyet giro berupa selembar kertas sama seperti cek. Namun bukan berarti keduanya memiliki fungsi yang sama. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai bilyet giro. Simak baik-baik ya.

Penggunaan bilyet giro sangat bermanfaat untuk melengkapi berbagai kegiatan transaksi perbankan Anda. Dengan menggunakan bilyet giro, Anda bisa melakukan transaksi dalam jumlah yang besar hingga Rp 500 juta. Keamanannya pun lebih terjamin dari cek karena bilyet giro harus dibawa langsung oleh penerima kuasa. Jika terjadi kesalahan, instrumen pembayaran non tunai tersebut bisa diblokir untuk membatalkan tarnsaksi.

Baca juga : Daftar Kode Bank Indonesia

Sifat-Sifat Bilyet Giro

√ Syarat, Sifat, & Proses Rekonsiliasi Bilyet Giro [Lengkap]
Sifat-Sifat Bilyet Giro

Adapun sifat-sifat bilyet giro antara lain:

  • Tidak dapat dibayar tunai dan hanya bisa dilakukan dengan pemindahbukuan
  • Pembayarannya dapat dilakukan meskipun bilyet giro menginjak jatuh tempo
  • Masa berlakunya adalah 70 hari dari tanggal pembukuan. Bila tidak ada tanggal pembukuan, maka tanggal efektif bisa dijadikan sebagai dasar perhitungan
  • Bilyet giro dapat dibatalkan sepihak asalkan saldo mencukupi disertai dengan alasan pembatalan. Apabila saldo tidak cukup untuk menutup nilai yang tercantum pada bilyet giro, maka pembatalan tidak dapat dibatalkan.

Saat menggunakan bilyet giro, Bank Indonesia telah menetapkan syarat-syarat yang sah terhadap bilyet giro. Standard dan syarat bilyet giro tersebut dilakukan agar tidak terjadi pencucian uang yang tidak diinginkan.

Baca juga : Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Syarat Penggunaan Bilyet Giro

Syarat Penggunaan Bilyet Giro
Syarat Penggunaan Bilyet Giro

Berikut ini adalah syarat penggunaan bilyet giro:

  • Bilyet giro dan nomor unik Bilyet giro harus dicantumkan
  • Dijelaskan nama bank atau pihak terkait
  • Perintah yang jelas untuk pemindahbukuan dana atau uang dari rekening penarik harus dicantumkan
  • Nama dan rincian nomor rekening pemegang bilyet giro harus jelas
  • Terdapat bak tujuan serta nominal atau jumlah dana yang dipindah bukuan
  • Tanggal dan tempat penarikan harus jelas
  • Harus ada stempel dan tanda tangan sesuai dengan kesepakatan pembukuan rekening
  • Informasinya harus sesuai dengan apa yang tertera pada bilyet giro
  • Penggunaan bilyet giro tak lain adalah sebagai pemindahbukuan
  • Instrumen pembayaran ini tidak bisa diwakilkan sehingga harus bersama orang yang bersangkutan
  • Hanya berlaku dalam mata uang rupiah
  • Semua informasi dalam bilyet giro menggunakan bahasa Indonesia

Segala syarat-syarat diatas harus digunakan agar transaksi pembayaran Anda menggunakan bilyet giro dikatakan asli dan bisa dicairkan. Sebab yang perlu Anda ketahui, jika transaksi menggunakan bilyet giro tidak selamanya mulus. Ada beberapa hal yang bisa membuat transaksi bilyet giro menjadi batal atau ditolak. Pertama, jika syarat-syarat yang disebutkan di atas tidak dipenuhi maka peluang ditolak muncul. Apalagi jika pencantuman tangal efektif tidak berada dalam tenggang waktu pengajuan. Koreksi yang muncul dan tidak sesuai ketentuan pun menghambat kelancaran penggunaan bilyet giro. Faktor selanjutnya adalah ketika Anda menunjukkan bank namun di laur tenggang waktu yang efektif atau jika bilyet giro Anda dicurigai diisi oleh pihak lain selain penarik. Pembayaran yang diblokir serta tanda tangan yang tidak sesuai dengan spesimen juga mempengaruhi. Terakhir, jika bilyet giro tidak memiliki cukup dana dan ada dugaan pemalsuan atau manipulasi, transaksi menggunakan bilyet giro bisa ditolak. Tentu Anda tidak ingin bukan jika rekening bilyet giro Anda ditolak begitu saja. Oleh karena itu, setelah Anda mengetahui syarat penggunaan dan hal-hal yang membuat bilyet giro ditolak, Anda pun harus mengetahui aturan saat menggunakan bilyet giro.

Baca juga : Internet Banking BTN

Aturan Bilyet Giro

Aturan Bilyet Giro

Berikut adalah aturan yang harus dipenuhi ketika menggunakan bilyet giro, diantaranya adalah:

  • Masa berlaku bilyet giro adalah 70 hari
  • Nominal kliring bilyet giro maksimal adalah Rp 500 juta
  • Nama penarik harus tepat diisi di bawah tanda tangan
  • Tanda tangan yang dipakai harus tanda tangan basah
  • Tanda tangan penarik tidak boleh ada koreksi
  • Pembayaran bilyet giro ke bank harus dilakukan penarik atau seseorang yang diberi kuasa atas penarikan giro tersebut
  • Pencairan bilyet giro tidak boleh dipindah tangan
  • Koreksi penulisan dilakukan maksimal tiga kali untuk setiap kolom isian
  • Tanggal penarikan dan efektif harus dicantumkan pada bilyet giro

Apabila Anda adalah pihak kuasa yang diberikan wewenang untuk mencairkan, tentunya caranya sangat mudah. Namun ada yang berbeda dari pencairan menggunakan bilyet giro. Jika cek bisa langsung diuangkan, tidak sama dengan pencairan bilyet giro. Anda tidak bisa menarik tunai nominal dana melalui instrumen pembayaran nontunai tersebut. Hal ini karena perintahnya hanya melakukan pemindahan dana dari rekening nasabah giro ke rekening penerima. Dana dapat dipindah setelah ada penyerahan oleh penerima ke bank. Bank harus menerima bilyet giro dalam waktu 70 hari sejak tanggal penarikan. Setelah mengikuti perintah, bank akan melakukan transfer dana dari rekening giro penarik ke rekening penerima. Setelah proses tersebut, Anda bisa melakukan tarik tunai dana. Selain menarik tunai, bilyet giro bisa diblokir jika Anda mengalami hal-hal berikut ini:

Baca juga : Internet Banking BNI

  • Hilang atau dicari
  • Tidak dapat digunakan karena rusak

Apabila bilyet giro Anda hilang, Anda bisa mengurusnya dengan menunjukkan surat keterangan dari kepolisian. Sebaliknya, apabila Anda ingin memblokir bilyet yang rusak, si penarik wajib membawa bilyet giro yang rusak.

Rekonsiliasi Bilyet Giro

Rekonsiliasi Bilyet Giro
Rekonsiliasi Bilyet Giro

Dana yang Anda pindahkan ke bank setelah menerima pembayaran bilyet giro akan dimanfaatkan oleh bank untuk hal-hal lain. Imbal balik dari penggunaan uang simpanan giro tersebut diberikan oleh bank berupa jasa giro kepada Anda. Jumlah jasa giro yang diberikan langsung masuk ke saldo kas di bank tanpa sepengetahuan Anda. pemasukan tersebut biasanya masuk ke kas bank namun tidak tercatat dalam kas internal perusahaan. Untuk proses pencocokan, pihak perusahaan harus segera melakukan pencatatan di kas perusahaan. Proses pencocokan rekening bank dan kas perusahaan tersebut disebut dengan proses rekonsiliasi keuangan atau rekonsiliasi bank. Proses rekonsiliasi dilakukan di akhir periode, dimana akuntan akan mencocokkan saldo yang tertera di bank dengan saldo yang berada di transaksi bisnis. Perlu diketahui, jika proses rekonsiliasi bilyet giro membutuhkan waktu yang lama karena akuntan akan mencocokkan transaksi bisnis satu per satu. Akan tetapi, dengan bantuan jurnal, akuntan sudah tidak perlu lagi sehingga waktu menjadi lebih efisien. Jurnal adalah sebuah software akuntansi online yang biasa dipakai oleh akuntan untuk melakukan proses rekonsiliasi bilyet giro dengan mudah dan cepat tanpa membuang banyak waktu.

Baca juga : KlikBCA

Demikian ulasan lengkap mengenai bilyet giro dan semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close