Umum

Berlakunya Ganjil Genap Dan Perpanjangan PSBB Transisi, Wajib Dijalankan!

Tahukau, – Berlakunya ganjil genap dan juga perpanjangan PSBB transisi oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini kembali akan memperpanjang penerapan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi . Dimana perpanjangan tersebut diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (30/7/2020), dan berlaku selama 14 hari ke depan terhitung mulai Jumat (31/7/2020).

Keputusan tersebut diambil oleh Anies karena penyebaran Covid-19 di Ibu Kota yang belum mengalami penurunan. Menurut Anies, data penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta justru mengalami kenaikan beberapa waktu belakangan ini. “Kondisinya belum juga mengalami perbaikan dari dua minggu yang lalu sampai dengan saat ini bisa dibilang kondisinya relatif sama,” ungkap Anies.

Belum membaiknya kondisi DKI Jakarta juga terlihat dari positivity rate yang masih di angka 6,5 persen dan reproduksi efektif (Rt) Covid-19 masih 1. “Karena itulah, dengan mempertimbangkan semua kondisi, kami memutuskan untuk memperpanjang PSBB sampai dengan tanggal 13 Agustus,” jelas Anies dalam tayangan YouTube Pemprov DKI, Kamis kemarin.

Baca juga: Carut Marut Pandemi Covid 19, Lebih Dari 100,000 Kasus 5 Bulan Terakhir!

Karena itu, pada masa perpanjangan PSBB transisi kali ini, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dipastikan dapat terlaksana. Anies meminta semua warga untuk tetap berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Artinya, kegiatan yang selama ini berlangsung harus terus mengikuti kesehatan yang ada,” minta Anies. 

Sejalan dengan keputusan perpanjangan itu, Anies ingin menerapkan kembali aturan ganjil genap kendaraan juga berencana memberlakukan denda progesif bagi setiap perusahaan pelanggar PSBB.

Anies menyebut untuk sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap akan diterapkan kembali mulai pekan depan. “Mulai pekan depan, kami akan siapkan penerapan ganjil genap,” jelas Anies.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya untuk melakukan kebijakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, penerapan ganjil genap di tengah PSBB transisi masih sama seperti saat sebelum adanya pandemi Covid-19. Aturan ganjil genap hanya berlaku pada hari Senin-Jumat dan tidak berlaku untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. 

Baca juga: Pemerintah Nekat Buka Sekolah Zona Kuning Covid 19

Selain itu juga, aturan itu hanya berlaku untuk kendaraan roda empat dan akan diterapkan pada jam tertentu seperti pada pagi dan sore hari. “Jamnya tetap, pada pagi hari yaitu jam 06.00-10.00 WIB dan sore jam 16.00-21.00,” jelas Syafrin saat dihubungi, Kamis.

Saat ini, lanjut Syafrin, ada 25 ruas jalan di DKI Jakarta yang sudah ditetapkan sebagai lokasi penerapan aturan ganjil genap. Denda progresif bagi perusahaan selain ganjil genap, Anies menyatakan jika Pemprov DKI akan menerapkan denda progresif terhadap perusahaan atau tempat usaha yang berulang kali melakukan pelanggaran aturan PSBB.

Dimana, perkantoran dan tempat usaha diizinkan beroperasi jika bisa membatasi jumlah karyawan dan pengunjung juga menerapkan jeda waktu kerja (shift) bagi karyawannya. “Kami akan juga berlakukan denda progresif kepada pelanggaran yang berulang atas kegiatan usaha yang sebelumnya pernah mendapat teguran,” ungkap Anies. 

Penerapan denda progesif ini akan diberlakukan karena masih ada perusahaan yang belum mematuhi protokol kesehatan dalam hal pencegahan Covid-19.

Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab munculnya klaster baru pasien positif Covid-19 dari sejumlah perusahaan juga tempat usaha di Jakarta. “Pemprov DKI juga akan ketatkan pada pengawasan setiap usaha dan aktivitas umum di Jakarta.

Kami akan umumkan secara resmi melalui situs mengenai pelanggaran usaha yang terjadi juga penindakannya,” jelasnya. Karena itu, Anies mengajak kepada karyawan perkantoran khususnya di Ibu Kota untuk melaporkan perusahaan jika menemukan pelanggaran aturan PSBB.

“Semua kegiatan usaha tidak boleh risikokan kegiatan orang yang terlibat di dalamnya, harus ada tanggung jawab. Jika ada pelanggaran, laporkan. Kami akan segara tindak,” jelas Anies.

Jumlah penderita positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 299 orang per Kamis kemarin, sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta sampai hari ini yaitu 20.769 orang. Informasi penambahan pasien ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani dalam keterangan tertulisnya.

Fify menyatakan, sebanyak 12.801 orang dari total keseluruhan pasien positif Covid-19 dinyatakan telah sembuh, dan untuk 821 orang meninggal dunia. “Dan jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.147 kasus baik orang yang masih dirawat/isolasi,” ungkap Fify.

Fify juga menambahkan, terakhir tercatat sebanyak 6.874 orang dites PCR dengan hasil 299 dinyatakan positif Covid-19 dan 5.274 negatif. Tes PCR di Jakarta melalui kolaborasi 47 laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, juga swasta.

Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan dukungan biaya tes kepada laboratorium BUMN dan swasta yang ikut bekerja sama dalam pemeriksaan sampel program ini. “Dimana positivity rate atau persentase kasus positif dalam 1 minggu terakhir di Jakarta ada sebesar 6,5 persen, dan Indonesia sebesar 13,6 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif yaitu tidak lebih dari 5 persen,” jelas Fify.

 

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close