Pendidikan

Apa Itu Pengertian Tata Surya : Susunan Tata Surya [Lengkap]

Tahukau.com – Apakah kalian pernah mendengar istilah Tata Surya? Pastinya pernah dong karena istilah tersebut sudah kalian dapatkan waktu di bangku sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA. Tata surya termasuk salah satu materi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Geografi. Namun jika kalian sudah lupa, maka jangan khawatir karena akan dijelaskan di dalam artikel ini.

Berikut ini akan diulas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tata surya mulai dari pengertian tata surya, pengertian sistem tata surya, susunan tata surya, hingga teori asal usul sistem tata surya. Oleh karena itu, simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Apa Itu Xilem dan Floem ?

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya

Tata surya terletak di dalam salah satu galaksi dari sekian banyaknya galaksi yang ada di luar angkasa yaitu galaksi Bimasakti (Milky Way). Nama Bimasakti diambil dari salah satu tokoh pewayangan. Hal tersebut berdasarkan salah satu filosofi Jawa kuno yang menganggap bintang yang ada di langit membentuk wujud Bima yang tengah dililit oleh naga.

Tata surya merupakan susunan benda-benda langit yang mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Benda-benda langit yang dimaksud terdiri dari delapan planet dengan orbit yang membentuk elips, satelit alami, asteroid, dan meteroid yang semuanya bergerak mengelilingi matahari.

Tata surya termasuk sebuah sistem yang terstruktur dan tersusun oleh benda langit. Untuk mengukur besarnya ukuran tata surya ini dapat dikatakan merupakan hal yang sangat sulit karena diameter tata surya mencapai kurang lebih 30 tahun cahaya dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya selama satu tahun yaitu 9,46 triliun km.

Istilah tata surya mengacu pada ilmu Astronomi yang mempelajari segala benda atau objek yang ada di langit.  Sistem tata surya kita adalah salah satu dari beberapa sistem tata surya yang ada di dalam alam semesta yang terbentuk secara teratur dengan semua benda atau objek langit yang terikat dengan gaya gravitasi matahari. Dari sekian banyak sistem dimana masing-masing memiliki karakter tersendiri dan berbeda. Sumber energi bagi sistem tata surya berasal dari matahari. Oleh karena itu, sistem tata surya matahari adalah sebutan untuk sistem tata surya kita yang disebut dnegan solar sistem.

Baca juga : Apa Itu Flora ?

Susunan Tata Surya

Susunan Tata Surya

Secara umum, susunan tata surya berfokus pada satu titik yang mana menjadi pusatnya yaitu matahari. Matahari sebagai tokoh sentral atau pusat yang dikelilingi oleh benda-benda langit. Berikut susunan tata surya yaitu matahari, planet, asteroid, komet, satelit, meteroid, meteor, dan meteroit.

Baca juga : Apa Itu Meiosis ?

A. Matahari sebagai pusat tata surya

Matahari sebagai pusat tata surya

Matahari sapat dikatakan sebuah bintang yang ada dilangit dengan ukurannya yang sangat besar karena 98% massa tata surya berkumpul menjadi satu di matahari. Matahari merupakan sebuah bintang generasi kedua yang terbentuk diakibatkan oleh ledakan bintang generasi pertama.  Matahari mejadi pusat dalam tata surya yang terletak di jantung tata surya dan menjadi objek yang paling besar diantara bintang lainnya. Matahari berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan sistem tata surya. Apabila tidak ada matahari, maka planet-planet dan benda langit lainnya akan bergerak lurus tanpa arah.  Berikut ini informasi umum mengenai matahari:

  • Memiliki diameter yang panjangnya 1.392.500 km, 109 kali dari ukuran diameter bumi
  • Memiliki beberapa lapisan seperti korona, kromosfer, fotosfer, dan inti matahari
  • Memiliki suhu sekitar 4000o C dengan suhu bagian dalam matahari mencapai 15.000.000 o C
  • Berukuran 332.830 dari massa bumi

Baca juga : Apa Itu Gen ?

B. Planet dalam sistem tata surya

Planet dalam sistem tata surya

Planet merupakan salah satu benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri namun yang dapat dilakukan hanya merefleksikan cahaya matahari. Planet memiliki orbit yang mengelilingi matahari yang berbentuk elips atau lonjong, memiliki massa dan gravitasi yang cukup untuk membentuk struktur yang bulat dan memiliki lintasan orbit yang bersih dari benda langit lainnya.  Garis edar planet yang berbentuk elips membuat jarak antara matahari dengan planet menjadi berubah-ubah dimana pada saat tertentu posisi planet berada pada jarak terdekat yang disebut perihelium dan pada saat yang lain berada pada jarak terjauh disebut dengan aphelium.

Planet yang ada dalam tata surya berjumlah delapan planet yaitu merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, uranus, dan neptunus. Urutan planet tersebut berdasarkan jaraknya dari matahari.  Dulu, planet yang diakui berjumlah sembilan namun ada satu planet yang bernama Pluto sudah tidak dianggap lagi sebagai planet karena memiliki jarak yang jauh dengan matahari dan juga memiliki lintasan orbit yang tidak bersih dari benda langit lainnya.

Baca juga : Apa Itu Molekul ?

C. Asteroid dalam sistem tata surya

Asteroid dalam sistem tata surya

Asteroid merupakan benda langit yang berada di tata surya berbentuk pecahan kecil yang beredar pada lintasan yang terletak antara orbit planet Mars dan Yupiter.  Jumlah asteroid di langit sangat banyak dan membentuk sebuah sabuk asteroid. Proses terbentuknya asteroid terjadi secara bersamaan dengan proses terbentuknya planet yang mana sesuai dengan susunannya.  Pada tahun 1801, ada seorang ilmuan Italia yang bernama Duiseppa Piazzi melakukan penelitian asteroid di tata surya untuk pertama kalinya. Asteroid yang diteliti diberi nama Ceres.

Selain planet Mars dan Yupiter, ada sabuk asteroid lainnya yang berada jauh dibelakang planet Neptunus yang disebut dengan sabuk Edgeworth-Kuiper. Berikut informasi tentang asteroid secara umum:

  • Banyak yang mengatakan jika asteroid terbentuk dari sisa-sisa bahan pembentukan planet
  • Ukuran diameter asteroid sekitar 100 km
  • Membutuhkan waktu 3 hingga 6 tahun untuk melakukan revolusi

Baca juga : Apa Itu Atom ?

D. Satelit dalam sistem tata surya

Satelit dalam sistem tata surya

Satelit merupakan salah satu benda langit yang selalu mengelilingi planet dengan berputar pada porosnya (rotasi). Semua satelit akan bergerak mengililingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya. Di dalam tata surya, satelit terbagi menjadi dua macam, yaitu satelit alami dan satelit buatan.

Satelit alami merupakan satelit yang memang benar-benar ada secara alami dan bergerak sendiri tanpa ada campur tangan manusia. Hampir semua planet memiliki satelit alami, namun hanya planet Venus dan Merkurius saja yang tidak memiliki satelit alami. Sedangkan satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia dengan kecerdasan otak dan teknologi yang canggih dimana semua gerakannya sudah diatur oleh manusia sesuai dengan tujuan pembuatan.

Satelit buatan ini hanya dapat ditemukan disekitar planet Bumi. Biasanya tujuan pembuatan satelit buatan ini untuk penelitian dan mengamati benda-benda langit yang ada di luar angkasa. Salah satu satelit buatan manusia yang terkenal bernama satelit Pallapa yang termasuk satelit komunikasi domestik Indonesia. Selain untuk penelitian dan pengamatan, penggunaan satelit buatan memiliki juga dapat berfungsi sebagai komunikasi, penyiaran radio, televisi, dan pemetaan bumi .

E. Komet dalam sistem tata surya

Komet dalam sistem tata surya

Komet dapat disebut sebagai bintang berekor karena terlihat bercahaya dan berbentuk memanjang seperti ekor. Komet adalah benda langit yang berukuran kecil yang berasal dari partikel-partikel bebatuan, kristal, es dan gas. Komet termasuk benda langit terjauh yang mengorbit pada matahari.

Tubuh komet teridir dari tiga bagian yaitu bagian inti, koma, dan ekor. Inti komet memiliki diameter sekitar 10 km yang berasal dari material kristal es dan gas yang membeku. Bagian koma komet memiliki diameteri mencapai 100.000 km. Sedangkan bagian ekor komet termasuk bagian terbesar yang memiliki diameter yang panjangnya mencapai 100.000.000 km dan selalu menghadap ke arah yang berlawanan dengan matahari.

Komet yang pernah melintas dengan jarak yang dekat dengan bumi bernama komet Halley yang akan muncul kembali setiap 76 tahun sekali. Terakhir kemunculan komet Halley pada tahun 1986.

F. Meteor, Meterod, dan Meteorit dalam sistem tata surya

Meteor, Meterod, dan Meteorit dalam sistem tata surya

Meskipun memiliki nama yang hampir sama, namun ketiganya memiliki pengertian yang berbeda. Meteor merupakan benda langit yang bergerak dengan cepat dan memiliki lintasan yang tidak teratur. Meteor sering disebut sebagai bintang jatuh yang terjadi karena meteor bergerak dengan bebas telah tertarik oleh gaya gravitasi Bumi. Sedangkan meteorid merupakan benda langit yang berukuran kecil dan tidak memiliki lintasan atau orbit.

Karena tidak memiliki lintasan membuat meteorid bergerak tidak teratur dan mungkin saja akan bertabrakan dengan benda langit lainnya termasuk Bumi. Ketika menabrak Bumi, Meteorid berubah menjadi meteor yang akan tampak berpijar ketika mendekati bumi yang diakibatkan terjadinya gesekan dengan atmosfer. Sebagaian besar meteor yang bertabrakan dengan atmosfer hancur dan habis tak bersisa, namun ada juga yang sampai di bumi meskipun dalam jumlah yang sedikit. Nah, sisa-sisa metero yang berhasil jatuh ke bumi dinamakan meteorit.

Nah itulah ulasan yang dapat disampaikan mengenai pengertian tata surya secara lengkap. Semoga apa yang disampaikan di dalam artikel ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi Anda yang mungkin saja sudah mulai lupa dengan pembahasan tentang tata surya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close