Bisnis

Apa Itu Pengertian Skema Ponzi : Sejarah, Ciri-Ciri & Contoh

Tahukau.comApa Itu Skema Ponzi – Pernahkah Anda mendengar istilah “Skema Ponzi”? Perlu diketahui bahwa skema ponzi seringkali digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mengeruk keuntungan dengan cara yang ilegal dengan mengincar calon korban dan ketidaktahuannya. Untuk itu, mengetahui apa itu skema ponzi merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Agar lebih jelas lagi, berikut ini akan diulas mengenai pengertian dari skema ponzi secara lengkap. Maka dari itu, simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Sejarah Skema Ponzi

Sejarah Skema Ponzi

Skema ponzi merupakan suatu konsep yang diciptakan dan dikembangkan oleh seorang berkebangsaan Italia yang bernama Charles Ponzi pada tahun 1920. Kendati berasal dari keluarga bangsawan Italia, namun ketika dia lahir keluarganya jatuh miskin kemudian Ponzi dikirim ke Amerika untuk mengembalikan kekayaan keluarganya namun tidak berjalan dengan sukses.

Meskipun Ponzi memiliki ide bisnis yang menarik, namun dia tidak memiliki modal untuk mengembangkan bisnisnya sehingga dia harus mengumpulkan dana dari masyarakat dengan janji akan mengembalikan dengan keuntungan tang besar tanpa adanya resiko. Pengembalian beserta bunganya sebesar 50% dalam waktu tiga bulan. Usaha dalam mengumpulkan dana tersebut didasarkan dari praktik arbitrasi berbentuk kupon balasan surat internasional yang memiliki tarif berbeda di masing-masing negara. Keuntungan dari praktik ini akan dipakai untuk membayar kebutuhannya sendiri dan investor sebelumnya.

Ponzi menyatakan jika dana yang diperoleh dari investasinya tersebut akan dikirimkan ke agen luar negeri, tempat dimana mereka membeli kupon. Setelah itu, kupon akan kembali dikirim ke Amerika Serikat untuk ditukarkan perangko yang memiliki harga mahal.

Setelah berhasil memperoleh jutaan dolar Amerika, praktik yang dilakukan Ponzi akhirnya terbongkar. Hal yang tidak dapat dipungkiri dari praktik ini adalah seharusnya ada 1160 juta kupon yang dikeluarkan, namun hanya 27 ribu yang berhasil terealisasikan. Terbongkarnya praktik tersebut membuat Ponzi ditangkap dan akhirnya dipenjara.

Baca juga : Platform Trading Forex Terbaik

Pengertian Skema Ponzi

Pengertian Skema Ponzi

Skema ponzi adalah sebuah modus penipuan berbentuk investasi palsu dengan dalih investor akan membayar keuntungan dengan menggunakan uang mereka sendiri, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan praktik ini. Pada dasarnya, investasi yang dilakukan dengan menggunakan skema ponzi ini murni berasal dari perputaran uang dari anggotanya. Skema ini mengandalkan aliran dana agar skema ponzi ini terus berjalan yang didapatkan dari investor baru. Apabila aliran dana berhenti, maka skema tersebut akan berantakan.

Jika dilihat dari segi mekanismenya, pengelola dari perusahaan yang mempraktikkan skema ponzi ini akan membujuk para investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Untuk memberikan kesan yang baik kepada para calon nvestor dan membuat mereka percaya, maka pengelola atau owner perusahaan akan menyiapkan fasilitas-fasilitas palsu seperti kantor sewaan, produk investasi bohongan, dan lainnya. Begitu calon investor tersebut percaya, maka mereka akan langsung menanamkan modalnya pada investasi palsu yang ditawarkan.

Praktik skema ponzi ini seharusnya diberhentikan oleh pihak yang berwenang. Apabila skema ini tidak diberhentikan, skema ini dapat hancur karena beberapa alasan diantaranya:

  1. Promotor menghilang dan mengambil hasil sisa uang yang sudah diinvestasikan (di luar uang yang telah dibayarkan pada investor sebelumnya)
  2. Pada dasarnya skema ponzi memerlukan investasi yang berkesinambungan untuk membiayai keuntungan yang lebih besar. Apabila investasi ini berjalan lambat, maka sedikit demi sedikit skema ini akan mulai runtuh karena promotor mengalami kesulitan dalam membayar keuntungan yang dijanjikan. Dari hal tersebut akan menyebabkan terjadinya krisis likuiditas.
  3. Pengaruh dari pasar eksternal akan menyebabkan banyaknya investor menarik kembali sebagian bahkan seluruh modal yang ditanamkan

Baca juga : Apa Itu Bitcoin ?

Ciri-ciri Skema Ponzi

Ciri-ciri Skema Ponzi

Untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut mengimplementasikan praktik dari skema ponzi apa tidak dapat dilihat dari ciri-ciri berikut ini:

  • Menjanjikan pengembalian yang tinggi dengan risiko rendah
  • Aliran pengembalian yang konsisten terlepas dari kondisi pasar
  • Investasi yang dilakukan belum terdaftar di Securities and Exchange Commission (SEC)
  • Strategi yang digunakan dalan investasi bersifat rahasia atau digambarkan secara rumit.
  • Calon investor tidak diizinkan untuk melihat dokumen resmi dari investasi yang dilakukan
  • Calon investor akan menghadapi kesulitan dalam pengeluaran uang

Baca juga : Online Stock Trading

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Praktik Skema Ponzi di Indonesia

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Praktik Skema Ponzi di Indonesia

Praktik skema ponzi dengan kedok sebuah investasi palsu banyak terjadi di negara-negara, salah satunya adalah Indonesia. Tidak hanya terjadi baru-baru ini, kasus investasi palsu yang ada di Indonesia sudah terjadi sejak tahun 1990-an. Berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh perusahaan yang menggunakan praktik skema ponzi di Indonesia:

1. First Travel Anugerah Karya Wisata

First Travel Anugerah Karya Wisata atau yang dikenal dengan First Travel merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang biro perjalanan dan umrah ini diketahui menggunakan skema ponzi dalam menjalankan bisnisnya dimana kasus dari First Travel ini menjadi topik perbincangan masyarakat setelah banyaknya jamaah umrah yang tidak diberangkatkan padahal sudah membayar.

First Travel banyak diminati karena menawarkan paket promo dengan harga murah. Mereka mematok harga paket umrah hanya sebesar Rp. 14,3 juta sedangkan standar biaya umrah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama sebesar Rp 21-22 juta. Murahnya harga tersebut membuat masyarakat mendaftar berangkat umrah di biro perjalanan dan umrah ini.

Skema ponzi yang dimainkan First Travel ini sedikit beda dari yang biasanya dimana investasi dengan skema ponzi pada umumnya akan menawarkan keuntungan yang tinggi dalam waktu singkat, namun di First Travel tidak memberikan keuntungan sama sekali, melainkan menawarkan harga paket umrah yang murah. Ternyata, kekurangan dari biaya umrah ditutup dari dana jamaah lain yang mendaftar belakangan.

Kegagalan dalam memberangkatkan jamaah umrah menjadi pemicu kehancuran dari bisnis First Travel dimana diketahui dana dari jamaah umrah digunakan ownernya yaitu Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan untuk membeli aset pribadi seperti rumah, mobil mewah, dan membiayai gaya hidup mewah. Kasus penipuan ini berakhir dengan jatuhnya vonis pada kedua orang tersebut yang masing-masing selama 20 dan 18 tahun dengan denda sebesar Rp 10 miliar.

2. Abu Tours

Sama halnya dengan kasus yang menimpa First Travel, Abu Tours juga merupakan perusahaan yang bergerak dibidang biro travel dan umrah yang diketahui menggunakan praktik skema ponzi di dalamnya. Bisnis umrah dengan biaya yang murah menjadi daya tarik bagi 80 nasabah yang terdaftar di travel Abu Tours. Banyak yang mengatakan jika kerugian yang didapatkan nasabah Abu Tours lebih besar daripada nasabah First Travel.

3. Pandawa Group

Selanjutnya perusahaan lain yang menggunakan praktik skema ponzi adalah Pandawa Group. Bisnis ini diberhentikan setelah pemilik perusahaan yaitu Dumeri atau Salman Nuryanto ditangkap dan divonis hukuman penjara selama 15 tahun dengan denda sebesar Rp. 200 miliar.

Awal mula kasus Pandawa Group ini ketika usaha bubur ayam miliki Dumeri mendapatkan keuntungan yang besar. Dumeri meminjamkan uang kepada Hj. Ridwan sebesar Rp 10 juta dan menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut beserta bunganya sebesar 10%.

Setelah meminjamkan uang kepada Hj. Ridwa, Dumeri mulai menjalankan bisnisnya dengan meminjam uang atau mengumpulkan dana dari orang-orang dengan janji yang sama dengan apa yang dikatakan kepada Hj Ridwa yaitu menjanjikanakan memberikan keuntungan sebesar 10% bagi siapa saja yang mau berinvestasi pada usaha bubur ayamya. Bisnis bubur ayam ini dimulai pada tahun 2015 yang kemudian menimbulkan kecurigaan bagi ara investornya.

Melihat hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Dumeri agar mengembalikan seluruh dana yang telah dihimpun. Namun hal tersebut ternyata diabaikan oleh Dumeri sehingga dia ditindak lanjuti polisi dengan menangkapnya dan memvonis hukuman penjara selama 15 tahun dengan denda sebesar Rp. 200 miliar.

Baca juga : Sistem Kerja Outsourcing

Nah itulah sedikit ulasan mengenai pengertian dari praktik skema ponzi secara lengkap. Semoga apa yang disampaikan di dalam artikel ini bermanfaat khususnya dapat menghindarkan Anda dari yang namanya praktik skema ponzi.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close