Umum

Apa Itu Pengertian Seni Lukis : Sejarah, Unsur, dan Teknik

Sebagian besar orang di dunia senang dengan apa namanya karya seni, terlebih lagi dengan seni lukisan. Karena kesenangan tersebut, mereka banyak mengoleksi atau menjadikan hiasan berupa lukisan. Lukisan sendiri adalah hasil seni yang berupa tampilan yang memiliki nilai estetika. Dan bidang khusus yang mendalami lukisan yaitu seni lukis.

Seni lukis menjadi dari bagian seni rupa dengan pengertian yang lebih sama. Adapun pengkhususan dari seni lukis yaitu dalam pengembangan menggambarnya.

Melukis menjadi serangkaian aktivitas merekayasa atau mengolah medium 2 dimensi atau bidang dari objek 3 dimensi menjadi karya yang berkesan khusus. Untuk itu berikut simak Pengertian Seni Lukis yang bisa diketahui.

Baca juga : Apa Itu Kerajinan ?

Pengertian Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis

Melukis merupakan kegiatan mengolah medium dua dimensi dan permukaan objek tiga dimensi demi mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk kertas, kanvas, papan, film dalam fotografi, dan benda apa saja yang bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bermacam dengan kata lain dapat memberi imajinasi tertentu pada media yang digunakan.

Menurut Para Ahli

Selain pengertian di atas, ada banyak pendapat lain perihal seni lukis. Berikut pengertian seni lukis menurut para ahli:

1. Soedarso SP

Sebuah karya lukis adalah sebuah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman batiniahnya. Pengalaman batin disajikan secara indah dan menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin manusia saat menghayati karya tersebut.

2. Soni Ade dan Imam R

Menurut Soni Ade dan Imam R, lukis adalah kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, sebab dalam melakukan kegiatan ini, seseorang dilatih jeli, cermat, serta teliti saat mengamati berbagai kejadian alam serta kehidupan.

Sejarah Seni Lukis

Sejarah Seni Lukis

Secara sejarah, seni lukis terkait dengan gambar. Peninggalan prasejarah memperlihatkan sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang manusia sudah membuat gambar pada dinding 2 untuk mencitrakan bagian penting kehidupan. Lukisan atau gambar dibuat menggunakan materi sederhana seperti kapur, arang, dan sebagainya.

Salah satu teknik yang digunakan yaitu dengan menempel tangan lalu menyemburkannya dengan kunyahan daun ataupun batu mineral yang berwarna. Sejarah seni lukis berlanjut pada zaman pertengahan karena terlalu kuat pengaruh agamanya.

Sehingga, seni lukis dianggap sebagai sihir yang dapat menjauhkan manusia dari pengabdian pada Tuhan. Sehingga, seni lukis tidak sejalan dengan realitas. Banyak karya lukis berupa simbolisme sehingga sulit menemukan lukisan yang dapat dikategorikan indah atau berkualitas.

Di zaman Renaissance, dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai Firenze akan ilmu pengetahuan dan seni membuat adanya sinergi dengan kebudayaan baru di Eropa, di zaman klasik, seni tidak lagi dianggap sebagai sihir, melainkan alat untuk merebut kekuasaan yang telah dirampas oleh Turki.

Sejarah Seni Lukis

Mulai revolusi industri Inggris, lukisan, karya seni rupa dan kriya diarahkan pada kurva halus yang terinspirasi pada keindahan garis tumbuhan yang ada di alam. Hal ini karena dari peralihan seniman untuk membuat seni yang tidak mungkin dicapai produksi massal.

Untuk di Indonesia, seni lukis modern mulai dikenal sejak masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa dari Eropa Barat saat itu yaitu aliran romantisme yang diikuti juga oleh para pelukis Indonesia.

Gerakan manifesto kebudayaan bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunis membuat para pelukis di masa 1950-an memilih untuk membebaskan karya seni mereka bagi kepentingan politik. Sehingga era ekspresionisme dimulai, Lukisan tidak menjadi penyampaian pesan dan alat propaganda lagi.

Kemapanan seni lukis di Indonesia belum sampai pada keberhasilan namun telah dihancurkan oleh gagasan modernisme dengan seni alternatif. Performance Art menjamur pada pelosok kampus dan perguruan tinggi seni di tahun 1993-1996, sehingga seni lukis konvensional dengan aneka gaya menghiasi galeri tidak sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat melainkan bisnis alternatif dari sebuah investasi.

Unsur Seni Lukis

Unsur Seni Lukis

Unsur yang mendukung seni lukis yaitu unsur visual dan unsur non visual. Unsur visual adalah unsur yang mengandung material visual serta bisa dilihat dan dibuat oleh sang pelukis sesuai dengan keinginannya. Unsur visual bisa dipelajari. Bentuk dari unsur visual itu sendiri adalah:

Line atau garis yaitu elemen dasar dimana garis dapat dibentuk dari dua titik berjauhan serta diisikan gambar dan diberi gambar diantara kedua titik garis berfungsi untuk menjadi pembatas beberapa jenis atau bentuk gambar.

Alat dan Bahan Seni Lukis

Alat dan Bahan Seni Lukis

Untuk menunjang keindahan karya lukis, perlu penggunaan alat seperti, kuas, palet, easel atau penjepit kanvas, pisau palet, serta pembersih kuas.

Sedangkan bahan untuk melukis ada banyak jenisnya. Akan tetapi yang paling sering digunakan yaitu cat atau tinta. Nah, jenis cat atau tinta yang kerap dipakai untuk melukis meliputi:

  • Cat air
  • Cat akrilik
  • Cat poster
  • Tinta bak
  • Cat minyak.

Selain aneka cat, juga dapat menggunakan pensil warna, krayon dan pastel.

Teknik Seni Lukis

Teknik Seni Lukis

Ada banyak macam teknik dalam seni lukis, dan bisa dibilang, setiap pelukis mempunyai karakteristik sendiri sesuai dengan kemampuannya. Penggunaan teknik yang tepat akan mempengaruhi hasil gambar menjadi lebih bagus dan berkualitas tinggi.

Beberapa teknik seni lukis yang digunakan dalam sehari-hari diantaranya:

1. Teknik Aquarelle

Aquarelle yaitu sebuah teknik seni lukis dengan menggunakan bahan dasar berupa aquarelle atau cat air, sapuan warna yang digunakan berbentuk halus dan tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan lebih bernuansa ringan dan transparan.

Tips-tips saat mengaplikasikan teknik aquarelle, yaitu:

  • Menggunakan cat air berkualitas tinggi dan kertas aquarelle.
  • Meski dari segi harga, kertas aquarelle lebih mahal, namun akan menghasilkan lukisan yang lebih bagus.
  • Memilih kuas yang sesuai dengan teknik ini.

2. Teknik Plakat

Teknik berbeda dengan teknik aquarel yang terkesan lebih transparan. Untuk melukis dengan teknik plakat, Anda bisa menggunakan cat air, cat minyak, atau cat akrilik dengan sapuan yang tebal dan juga komposisi cat yang kental, sehingga karya lukisan menjadi lebih colorfull.

Teknik seni lukis lebih sering dipakai oleh seniman profesional untuk membuat lukisan indah dan menawan serta bernilai jual tinggi.

3. Teknik Spray

Teknik spray yaitu teknik dalam seni lukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuannya untuk menghasilkan lukisan yang halus dan dari segi visual tampak lebih nyata.

Apabila Anda melihat seni grafiti pada tembok jalanan atau sebuah gedung dan rumah yang tidak terpakai, maka itu menjadi contoh lukisan menggunakan teknik spray.

4. Teknik Pointilis

Teknik lukis pointilis bisa dikatakan membutuhkan kesabaran dalam proses pembuatannya ketimbang jenis teknik lainnya. Karena teknik ini dibuat dengan cara membuat unsur titik-titik pada sebuah lukisan yang menawan dan indah.

Teknik yang menggunakan beberapa warna sehingga tercipta gradasi warna yang indah untuk mengatur tingkat terang dan gelap dari lukisan itu.

5. Teknik Tempera

Teknik seni lukis tempera, media yang digunakan yaitu kayu sebagai pengganti kanvas atau bisa juga dengan melukis langsung di atas permukaan tembok. Teknik lukis ini menggunakan kuning telur sebagai bahan untuk merekatkan warna pada lukisannya.

Teknik ini pernah menunjukkan masa kejayaan di tahun 1200 sampai 1500-an di tanah Eropa. Pelopor dari teknik ini yaitu Simone Martini serta Duccio yang berasal dari Italia. Mereka adalah dua orang seniman yang terkenal pada masa itu.

Teknik Seni Lukis Menggunakan Cat Minyak

Teknik Seni Lukis Menggunakan Cat Minyak

1. Teknik Basah

Pada teknik lukis basah, cara melukisnya yaitu dengan membuat cat menjadi lebih ender dengan mencampurkan cat dengan linseed oil atau minyak cat. Setelah mencapai batas kekentalan, maka cat bisa digunakan untuk memoles permukaan kanvas. Sebaiknya kuas yang dipakai adalah dengan bulu yang panjang.

Kelebihan dari teknik seni lukis yang satu diantaranya tidak memerlukan cat minyak dalam jumlah yang terlalu banyak, cat yang menempel pada palet masih dapat dipergunakan, serta lukisan akan terlihat lebih bersih dan proses pemblokan warna lebih cepat.

2. Teknik Kering

Teknik satu ini bisa dibilang sebagai kebalikan dari teknik basah. Teknik lukis yang tidak membutuhkan campuran berupa linseed oil. Kuas yang digunakan juga harus kering dan tidak berminyak. Untuk menggunakan teknik ini, sebaiknya menggunakan cat yang baru saja dibuka dari tube.

Teknik ini cocok untuk membuat lukisan dengan kesan bervolume dan bernuansa keruangan layaknya surelisme, realisme, dan naturalism.

Kelebihan menggunakan teknik ini yaitu mudah untuk menghapus warna dengan menumpuk warna yang lain, mudah untuk mengontrol detail lukisan, serta mudah membentuk objek karena cat cepat kering dan memberi kesan ruang yang menarik.

3. Teknik Campuran

Teknik campuran mengkombinasikan antara teknik basah dan kering. Dengan menggunakan teknik ini, Anda bisa menutupi kekurangan dua teknik tersebut. Dimana teknik ini diawali dengan teknik kering dahulu baru kemudian menggunakan teknik basah sebagai tahap penyempurnaan.

Caranya dengan memblok warna sambil menambah intensitas cat minyak perlahan-lahan sampai tahap akhir lukisan. Teknik yang memungkinkan pewarnaan menjadi lebih cepat dan pembentukan objek lukis menjadi mudah dan detail teknik kering.

Baca juga : Apa Itu Komik ?

Sekian dahulu mengenai Pengertian Seni Lukis, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close