Pendidikan

Apa Itu Pengertian Qiradh : Hukum, Macam, Rukun, dan Bentuk

Mengenal istilah Qiradh dalam Islam adalah salah satu jenis muamalah yang juga sering terjadi dalam masyarakat. Karena itu kali ini akan membahas beberapa masalah qiradh yang meliputi pengertian qiradh, hukum qiradh, qiradh sebagai bentuk kepedulian kepada fakir miskin, rukun dan syarat qiradh dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam qiradh serta macam-macam qiradh.

Pengertian Qiradh

Apa Itu Pengertian Qiradh : Hukum, Macam, Rukun, dan Bentuk

Qiradh adalah kerja sama dalam bentuk pinjaman modal tanpa bunga dengan perjanjian bagi hasil. Biasanya qiradh dilakukan pemilik modal baik perorangan dan lembaga dengan orang lain yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk menjalankan suatu usaha. Besar kecilnya tergantung dari pemufakatan kedua belah pihak, yang penting tidak ada pihak yang dirugikan. Jika qiradh menyangkut uang yang cukup besar, sebaiknya diadakan perjanjian tertulis dan dikuatkan dengan dua orang saksi yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Baca juga : Apa Itu Hasad ?

Hukum Qiradh

Hukum Qiradh

Dalam ajaran agama islam hukum qiradh yaitu mubah atau jaiz. Rasulullah saw sendiri pernah mengadakan qiradh dengan istrinya Siti Khadijah sebelum menjadi istri beliau sewaktu berniaga ke Syam. Dalam kenyataan hidup ada beberapa orang yang memiliki modal tetapi tidak mampu atau tidak sempat mengembangkannya, sementara itu ada orang yang memiliki kesempatan dan kemauan untuk berusaha namun tidak memiliki modal. Karena itu islam memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengadakan kerja sama dalam bentuk qiradh.

Qiradh Sebagai Salah Satu Bentuk Kepedulian Terhadap Masyarakat Miskin

Dalam kenyataan hidup sehari-hari, qiradh dapat membantu sebagian masyarakat miskin dalam usaha mencukupi kebutuhan hidupnya. Modal yang dipinjam tersebut bisa digunakan untuk usaha sesuai bakat dan kemampuan peminjam. Bagi pemilik modal, qiradh menjadi bukti kepedulian bagi masyarakat miskin. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits :

“Tidaklah seorang muslim memberi pinjaman kepada muslim yang lain dengan dua kali pinjaman, kecuali perbuatan itu seperti sedekah satu kali”(HR.Ibnu Majah).

Dihadits lain dijelaskan Rasulullah saw berkata :

“Barang siapa yang melonggarkan terhadap seorang mukmin suatu kesulitan dari beberapa kesulitan di dunia, niscaya Allah akan melonggarkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan di akhirat kelak. Barang siapa yang memberikan kemudahan¬† terhadap orang yang susah maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya selama hambanya mau memberi pertolongan kepada saudaranya.”.

Baca juga : Apa Itu Ihktiar ?

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Qiradh

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Qiradh

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah qiradh antara lain sebagai berikut :

  1. Penerima dan pemilik modal harus saling mempercayai dan dapat dipercaya.
  2. Penerima modal harus bekerja secara berhati-hati. Dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, hendaknya tidak menggunakan akal.
  3. Perjanjian antara pemilik dan penerima modal dibuat sejelas mungkin. Jika dipandang perlu ada saksi yang disetujui oleh kedua belah pihak.
  4. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan di luar kesengajaan penerima modal, hendaknya ditanggung oleh pemilik modal.
  5. Jika terjadi kerugian hendaknya ditutup dengan keuntungan yang lalu, jika tidak ada hendaknya ditanggung oleh pemilik modal.

Macam-Macam Qiradh

Macam-Macam Qiradh

Qiradh dilakukan oleh perorangan dan dapat pula dilakukan oleh organisasi atau lembaga lain dengan nasabahnya. Dalam kehidupan modern, qiradh dapat berupa kredit candak kulak, KPR, KMKP.

Baca juga : Apa Itu Tawakal ?

a. Kredit Candak Kulak

Ialah peminjam modal yang diberikan kepada para pedagang kecil dengan sistem pengembalian sekali dalam seminggu dan tanpa tanggungan atau jaminan. Biasanya Kredit Candak Kulak dilakukan oleh KUD. Kredit jenis ini bertujuan membantu masyarakat kecil agar dapat memiliki jenis usaha tertentu. Misalnya menjual makanan ringan atau usaha lain yang memerlukan biaya yang relatif ringan. Dengan cara ini diharapkan mereka pada saatnya nanti dapat terangkat dari masyarakat prasejahtera menjadi masyarakat sejahtera dan tidak menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

b. KPR

KPR (kredik kepemilikan rumah) bertujuan membantu masyarakat yang belum memiliki rumah. Bank menyediakan fasilitas berupa perumahan, dari yang bertipe sederhana sampai yang mewah. Dan masyarakat yang berminat untuk memiliki rumah tersebut diwajibkan membayar uang muka yang besarnya bervariasi, sesuai dengan tipe yang diinginkan. Lalu, pada jangka waktu tertentu orang itu membayar angsuran sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Dengan demikian diharapkan masyarakat tidak terlalu berat untuk memiliki sebuah rumah.

c. KMKP

KMKP (kredit modal karya permanen) dilakukan oleh baik bank negara dan oleh bank swasta, pada saat ini kredit semacam ini sudah tidak ada yang ada sekarang adalah KUK (kredit usaha kecil), kredit yang hanya melayani masyarakat yang sudah mampu sehingga lebih bersifat pengembangan usaha yang sudah ada, oleh sebab itu sasaran yang dibina juga cukup terbatas.

Baca juga : Apa Itu Tabligh ?

Rukun Qiradh

Rukun Qiradh

Rukun qiradh terdiri dari yaitu:

  1. Mempunyai modal usaha
  2. Ada pemberi modal
  3. Ada pelaku usaha
  4. Pekerjaan yang jelas
  5. Pembagian keuntungan disepakati bersama
  6. Ijab qabul

Syarat Qiradh

Syarat Qiradh

Berikut ini syarat dari qiradh yang harus diketahui:

  1. Dewasa, sehat, dan sama-sama ikhlas/rela.
  2. Harus diketahui jelas jumlahnya baik oleh pemilik modal dan penerima
  3. Jenis pekerjaan ditentukan sendiri oleh penerima modal yang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya dan pemilik modal perlu tahu jenis pekerjaanya.
  4. Kesepakatan modal hendaknya dibicarakan pada saat mengadakan perjanjian.

Larangan

Larangan

Sebelum menjalani qiradh yang harus tahu apa saja larangan qiradh, berikut penjelasannya:

  • Kedua belah pihak baik penanam modal dan penerima dilarang melanggar perjanjian qiradh yang sudah ditentukan.
  • Penerima modal dilarang menggunakan modal untuk kepentingan sendiri.
  • Penerima dilarang menghambur-hamburkan modal usahanya.
  • Dilarang menggunakan modal untuk perdagangan yang diharamkan.

Bentuk-Bentuk Qiradh

Bentuk-Bentuk Qiradh

Bentuk qiradh dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Qiradh Dalam Bentuk Sederhana

Qiradh bentuk sederhana dilakukan secara perorangan dan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Sebelum diangkat menjadi Rasul Nabi Muhammad SAW pernah menjalankan dagang yang modalnya kepunyaan Siti Khadijah, qiradh bentuk sederhana sampai saat ini masih banyak dipraktekkan oleh orang-orang baik di desa dan di kota.

2. Qiradh Dalam Bentuk Modern

Qiradh modern juga disebut sebagai madharabah. Sebagai contoh Bank Syariah yang prinsip kerjanya berdasarkan syariat islam. Ada seorang yang meminjam uang di bank syariah, ia mengadakan akad dengan pihak bank seperti qiradh. Pihak penerima modal akan memanfaatkan untuk memulai usaha dan bank mendapatkan keuntungan dengan cara bagi hasil.

Baca juga : Apa Itu Istiqomah ?

Semoga pemaparan di atas mengenai Pengertian Qiradh menjadi manfaat yang berguna.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close