Umum

Apa Itu Pengertian Politik : Konsep, Tujuan, dan Macam

Politik menjadi topik yang seringkali dibicarakan oleh masyarakat. Hal itu dikarenakan secara umum politik berkaitan langsung dengan kepemimpinan suatu wilayah atau negara. Namun, apakah kalian mengetahui makna sebenarnya dari politik? Nah dengan adanya artikel ini diharapkan dapat menjawab apa yang menjadi pertanyaan kalian mengenai politik. Berikut ini akan diulas mengenai pengertian politik beserta komponen-komponennya mulai dari pengertian, konsep, tujuan, macam-macam hingga perilaku politik. Oleh karena itu, simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Apa Itu Negara ?

Pengertian Politik

Pengertian Politik

Secara Etimologi, politik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Polis” yang berarti kota atau negara kota. Pada penggunaannya, kata tersebut berkembang diantaranya:

  • Polites berarti warga negara
  • Politicia berarti pemerintahan negara
  • Politikos berarti kewarganegaraan
  • Politike tehne berarti kemahiran politik
  • Politike episteme berarti ilmu politik

Sedangkan pengertian politik secara terminologis diartikan sebagai berikut:

  • Menunjuk pada salah satu segi kehidupan manusia bersama dengan masyarakat yang lebih mengarah pada politik sebagai usaha untuk memperoleh, memperluas dan mempertahankan kekuasaan.
  • Menunjuk pada cara-cara yang digunakan untuk mengarahkan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dimana arahan tersebut lebih mengarah pada suatu kebijakan.
  • Menunjuk pada pengaturan tentang urusan masyarakat dalam segala aspek kehidupan dimana pemerintah bertindak sebagai pengatur urusan masyarakat dan yang bertindak sebagai pengkoreksi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya adalah masyarakat.

Pengertian politik jika ditinjau dari asal katanya yaitu kegiatan yang ada dalam sistem politik suatu negara yang menyangkut penentuan tujuan dari sistem dan bagaimana cara untuk mencapai suatu tujuan. Adapun pengertian lain yang menyebutkan jika politik adalah suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat sebagai bentuk terwujudnya proses pembuatan keputusan khususnya di dalam suatu negara.

Baca juga : Apa Itu Demokrasi ?

Konsep-Konsep Politik

Konsep-Konsep Politik

Ada beberapa konsep politik yang bersumber dari para ahli, yaitu:

Klasik

Menurut Aristoteles yang mengemukakan pandangan klasik menyatakan bahwa politik digunakan masyarakat untuk mencapai suatu kebaikan bersama yang dianggap memiliki nilai moral yang lebih tinggi dari kepentingan swasta. Kepentingan umum sering diartikan sebagai tujuan-tujuan moral yang bersifat abstrak seperti keadilan, kebenaran, dan kebahagiaan. Pandangan klasik dianggap kabur seiring dengan banyaknya penafsiran tentang kepentingan umum itu sendiri.

Kelembagaan

Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan suatu penyelenggaraan negara yang melihat negara dari sisi sudut pandang yuridis formal yang statis. Sudut pandang tersebut dianggap memiliki hak memonopoli atas kekuasaan fisik yang utama. Konsep ini hanya berlaku di negara yang sudah memiliki differensiasi dan spesialisasi peranan, memiliki batas wilayah yang pasti dan penduduknya tidak bersifat nomaden yang disebut dengan negara modern.

Kekuasaan

Menurut Robson menyatakan bahwa politik adalah suatu kegiatan dalam mempertahankan kekuasaan ataupun menentang pelaksanaan kekuasaaan. Kelemahan dari konsep ini yaitu tidak terdapat perbedaan antara konsep yang beraspek politik dan non politik. Selain itu, meurut konsep ini, kekuasaan hanyalah salah satu konsep dalam ilmu politik.

Fungsionalisme

Menurut David Easton menyatakan bahwa politik merupakan suatu alokasi dari nilai-nilai secara otoritatif yang berdasarkan pada suatu kewenangan yang mengikat suatu  masyarakat. Sedangkan menurut Harold Lasswell, politik merupakan siapa yang mendapatkan, apa yang didapatkan, kapan mendapatkannya, dan bagaimana cara mendapatkan suatu nilai. Menurut konsep ini dapat dikatakan bahwa politik sebagai perumusan dan pelaksanaan suatu kebijakan umum. Konsep ini memiliki kelemahan yaitu pemerintah ditempatkan sebagai sarana dan wasit dalam hal persaingan antara berbagai kekuatan politik. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai-nilai dari kebijakan umum tanpa memperhatikan kepentingan pemerintah itu sendiri.

Konflik

Menurut konsep konflik, politik adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mempengaruhi suatu perumusan atas kebijaksanaan umum dalam rangkan sebagai usaha untuk mempengaruhi, mendapatkan, dan mempertahankan nilai. Oleh karena itu, sering terjadi perdebatan dan pertentangan antara pihak yang memperjuangkan dengan pihak yang mempertahankan nilai. Konsep ini memiliki kelemahan yaitu tidak semua konflik berdimensi politik.

Baca juga : Apa Itu Pancasila ?

Tujuan Politik

Tujuan Politik

Setelah memahami pengertian dari politik, selanjutnya adalah memahami tujuan dari politik. Ada dua tujuan politik yang akan dipaparkan yaitu tujuan politik secara umum dan tujuan politik di Indonesia. Adapun tujuan politik secara umum sebagai berikut:

  • Mengupayakan agar kekuasaan yang ada di masyarakat dan pemerintah dapat diperoleh, dikelola, dan diterapkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku
  • Mengupayakan agar kekuasaan yang ada di masyarakat dan pemerintah dapat memperoleh, mengelola, dan menerapkan demokrasi secara keseluruhan
  • Mengupayakan adanya penerapan dan pengelolaan sistem politik yang ada di masyarakat dan pemerintahan sesuai dengan kerangka dalam mempertahankan prinsip Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Adapun tujuan politik di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

  • Melindungi hak-hak semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali dan menjaga pelaksanaan kewajiban-kewajiban dengan melaksanakan pemerintahan untuk mengatur suatu keamanan
  • Mensejahterakan kehidupan seluruh masyarakat Indonesia
  • Memastikan selalu terlaksananya sistem pendidikan demi memajukan bangsa dan negara
  • Menjaga keamanan dan perdamaian, serta kehidupan sosial yang seimbang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Baca juga : Apa Itu Ideologi ?

Macam-Macam Sistem Politik

Macam-Macam Sistem Politik

Ada beberapa sistem politik yang digunakan di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

  • Sistem politik liberalisme
  • Sistem politik fasisme
  • Sistem politik komunisme
  • Sistem politik monarki
  • Sistem politik totaliteralism
  • Sistem politik oligarki
  • Sistem politik demokrasi

Sistem politik yang berlaku di suatu negara berbeda dengan negara lainnya. Perbedaan tersebut berdasarkan tujuan yang ingin dicapai serta kondisi tiap-tia negara. Sistem politik yang berlaku di Indonesia adalah sistem politik demokrasi yang mana sistem ini memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menyampaikan pendapatnya sebagai salah satu bentuk konstribusi dalam penyelenggaraan politik negara.  

Perilaku Politik

Perilaku Politik

Perilaku politik dapat dikatakan sebagai bentuk respon dari masyarakat atas sistem politik yang dianut suatu negara. Adapun beberapa perilaku politik sebagai berikut:

1. Radikal

Sikap perilaku radikal pada sistem politik mencerminkan sikap ketidakpuasan terhadap keadaan yang ada serta sangat ingin terjadi suatu perubahan secara cepat dan mendasar.

Kebanyakan masyarakat yang memiliki perilaku ini cenderung memiliki pendirian yang kuat serta tidak mudah diajak kompromi. Perlu diketahui bahwa perilaku radikal dapat menyebabkan timbulnya suatu perselisihan hingga kerusuhan apabila tidak diurusi secara cermat dan hati-hati. Hal itu dikarenakan kelompok radikal  cenderung tidak mau mendengarkan orang lain. mereka cenderung melakukan suatu hal dengan semaunya sendiri.

2. Liberal

Perilaku liberal dalam masyarakat mencerminkan suatu perilaku yang berpikir secara bebas dan maju. Perilaku ini menginginkan adanya suatu perubaham dalam masyarakat secara cepat dan progesif. Perubahan yang diinginkan masyarakat liberal adalah pencapaian tujuan yang diinginkan dengan dasar hukum yang legal dan kuat.

3. Konservatif

Perilaku konservatif merupakan perilaku yang menunjukkan kepuasan terhadap keadaan sistem politik yang ada. Perilaku ini cenderung berusaha untuk mempertahankan setiap peruabahan yang terjadi.

4. Moderat

Masyarakat yang berperilaku moderat merasa cukup puas dengan suatu kondisi dari sistem politik yang ada dimana perilaku ini mencerminkan adanya masyarakat yang mampu berpikir maju, namun belum dapat menerima setiap perubahan yang terjadi secara cepat.

5. Status Quo

Perilaku status quo adalah suatu perilaku yang ada di dalam masyarakat yang mencerminkan rasa puas dalam dirinya terhadap kondisi politik yang ada dimana perilaku ini berusaha untuk mempertahankan kondisi yang sudah ada meskipun tanpa adanya perubahan.

Baca juga : Apa Itu Diskriminasi ?

Nah itulah informasi mengenai ulasan pengertian politik secara lengkap mulai dari pengertian, konsep, tujuan, macam-macam hingga perilaku politik. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda terutama dapat menambah wawasan Anda mengenai pengertian sistem politik beserta komponen-komponennya.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close