Umum

Apa Itu Pengertian Persepsi : Faktor, Proses, dan Bentuk

Apa itu Persepsi?. Persepsi adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan istilah serapan dari Bahasa Inggris yaitu perception. Kata perception sendiri berasal dari bahasa Latin, percepto dan percipio, yang artinya pengaturan identifikasi dan penerjemahan dari informasi yang diterima melalui panca indra manusia dengan tujuan untuk mendapatkan pengertian dan pemahaman akan lingkungan sekitar.

Semua persepsi dalam psikologi melibatkan sinyal dalam system syaraf. Sinyal timbul sebagai akibat dari rangsangan fisik dan kimiawi terhadap indra perasa. Contoh, indra penglihatan melibatkan cahaya menyentuh retina dari mata, indra penciuman dirangsang melalui molekul-molekul bau yang tersebar melalui udara dan indra pendengaran melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah reaksi pasif terhadap sinyal-sinyal, melainkan lebih cenderung pada pembentukan pembelajaran, ingatan, harapan, ekspektasi juga perhatian.

Baca juga : Apa Itu Obsesi ?

Apa Itu Pengertian Persepsi : Faktor, Proses, dan Bentuk

Jadi persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera adalah penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi yaitu stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan lalu diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal

Adalah yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

  • Fisiologis. Informasi yang masuk melalui alat indera, lalu informasi yang diperoleh akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
  • Perhatian. Individu membutuhkan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan dan memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu objek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap objek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu objek.
  • Minat. Persepsi terhadap suatu objek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance adalah kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
  • Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari objek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
  • Pengalaman dan ingatan. Pengalaman bisa dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang bisa mengingat kejadian-kejadian di masa lalu untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
  • Suasana hati. Kondisi emosi yang mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang bisa mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2. Faktor Eksternal

Yang mempengaruhi persepsi, adalah karakteristik dari lingkungan dan objek yang terlibat didalamnya. Elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseorang merasakannya dan menerimanya. Sementara faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi yaitu :

  • Ukuran dan penempatan dari objek atau stimulus. Faktor yang menyatakan bahwa semakin besar hubungan suatu objek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu objek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk sebuah persepsi.
  • Warna dari objek. Objek mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami jika dibandingkan dengan yang sedikit.
  • Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekelilingnya sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
  • Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan jika dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
  • Motion atau gerakan. Individu banyak memberikan perhatian terhadap objek yang memberikan gerakan pada jangkauan pandangan dibandingkan objek yang diam.

Baca juga : Apa Itu Etiket ?

Proses Persepsi

Proses Persepsi

Persepsi sendiri dapat dibagi dalam dua proses:

  • Proses pertama, yaitu pemrosesan masukan dan rangsangan yang diterima indra, di mana terjadi transformasi dari informasi tingkat rendah menjadi informasi dengan tingkat yang lebih tinggi, seperti mengenali objek melalui bentuknya.
  • Proses Kedua, yaitu pemrosesan informasi terkait dengan konsep dan ekspektasi suatu individu yang berdasarkan pada pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dan mekanisme selektif atau perhatian yang mempengaruhi persepsi.

Sistem persepsi secara psikologi dapat dianalisa secara komputasional dalam hal informasi yang diproses. Masalah persepsi dalam filosofi termasuk pada seberapa jauh sensor pengindraan manusia menerima rangsangan seperti suara, bau dan warna yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari yang nyata jika dibandingkan dengan apa yang ada dalam pemikiran suatu individu.

Walau indra manusia secara tradisional dipandang sebagai penerima rangsangan yang pasif, namun penelitian lebih jauh terhadap ilusi dan gambar-gambar yang ambigu menunjukkan bahwa kemampuan otak untuk bertindak secara aktif dalam sistem persepsi dan secara prasadar berusaha untuk menalar masukan atau rangsangan yang diterimanya.

Proses Persepsi

Saat ini anggapan tentang pembentukan persepsi sebagai proses yang aktif dari pengujian hipotesa masih diperdebatkan secara terus menerus. Hal ini dapat dianalogikan dengan ilmu pengetahuan, atau informasi indrawi yang realistis cukup banyak untuk membuat proses ini tidak lagi dibutuhkan.

Pembentukan persepsi dalam psikologi diawali dengan suatu objek di dunia nyata yang disebut sebagai stimulus distal atau juga objek distal. Objek ini lalu merangsang organ pengindraan tubuh manusia melalui cahaya, suara dan proses fisik lainnya.

Lalu, organ pengindraan akan mengubah rangsangan yang diterima tersebut menjadi aktivitas saraf melalui suatu proses yang dikenal dengan transduksi. Pola aktivitas saraf yang demikian dikenal dengan proximal stimulus.  Dimana sinyal-sinyal saraf dikirimkan ke otak di mana mereka lalu akan diproses. Hasil dari proses tersebut yang lalu dikenal sebagai persep.

Misalnya sebuah sepatu. Sepatu sebagai suatu objek adalah rangsangan distal. Pada saat cahaya dari sepatu memasuki mata manusia dan merangsang retina, disebut proximal stimulus. Gambar dari sepatu yang diterima oleh otak manusia adalah persep.

Bentuk Persepsi

Bentuk Persepsi

Terdapat beberapa bentuk persepsi dalam psikologi, yaitu :

1. Penglihatan

Visis atau pengelihatan adalah indra manusia yang paling utama. Cahaya diterima oleh kedua mata dan difokuskan sedemikian rupa di mana lalu diteruskan ke retina menurut arah datangnya sumber cahaya tersebut. Retina menangkap informasi lalu meneruskannya ke otak untuk diproses. Secara keseluruhan, ada sekitar 15 informasi yang berbeda yang diteruskan melalui saraf optik.

2. Pendengaran

Saraf pendengaran adalah kemampuan memberikan suatu pengamatan terhadap suara yang diterima melalui getaran udara. Frekuensi yang dapat didengar oleh manusia disebut sebagai audio atau sonic. Rentang frekuensi biasanya antara 20Hz sampai 20,000 Hz.

Frekuensi yang lebih tinggi dari ini dan tidak dapat terdengar oleh manusia dinamakan ultrasonic dan frekuensi yang berada di bawah rentang frekuensi ini dinamakan infrasonic. Sistem pendengaran manusia sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu telinga bagian luar yang mengumpulkan dan memfilter suara, telinga bagian tengah yang mengubah tekanan suara dan telinga bagian dalam menghasilkan sinyal syaraf untuk diproses oleh otak.

3. Sentuhan

Persepsi haptic adalah proses mengenali berbagai objek melalui sentuhan. Ini melibatkan kombinasi dari penginderaan dengan pola dan tekstur pada permukaan kulit manusia. Manusia bisa mengenal dan secara akurat mengidentifikasi objek 3 dimensi melalui sentuhan. Hal ini melibatkan proses eksplorasi seperti menggerakkan jari melalui permukaan luar dari objek atau memegang keseluruhan objek di tangan.

Persepsi haptic mengandalkan kekuatan pengalaman dalam sentuhan. Gibson mendefinisikan sistem haptic sebagai sensibilitas dari individu terhadap dunia di luar dari tubuhnya dengan menggunakan tubuhnya. Gibson juga menekankan pada hubungan dekat antara persepsi haptic dan pergerakan tubuh, konsep persepsi haptic terkait dengan penggunaan suatu alat seperti tongkat . Pengalaman persepsual secara transparan ditransfer pada penggunaan alat tersebut.

4. Rasa

Rasa adalah kemampuan memberikan persepsi terhadap rasa dari suatu objek, termasuk tidak terbatas pada makanan. Manusia menerima rasa melalui organ pengindra yaitu pengecap rasa yang terdapat pada permukaan lidah.

Pada lidah manusia, terdapat sekitar 100 sampai 150 reseptor penerima rasa yang masing-masingnya terdapat tidak kurang dari 10,000 pengecap rasa. Rasa dasar adalah manis, pahit, asam , asin dan umami. Rasa-rasa lain didapatkan sebagai kombinasi dari rasa-rasa dasar tersebut.

5. Sosial

Persepsi sosial adalah bagian dari persepsi yang memperbolehkan manusia untuk memahami individu dan kelompok dalam dunia social mereka, sehingga merupakan bagian dari kognisi sosial.

6. Bicara

Persepsi dalam  berbicara adalah suatu proses dalam bahasa yang didengar, di intepretasikan juga dimengerti. Riset dalam persepsi berbicara mencoba untuk memahami bagaimana manusia mendengar dan memahami suara yang berisi kata-kata dan menggunakan informasi yang diperoleh untuk memahami bahasa yang diucapkan.

Proses pemahaman bahasa dimulai dari tingkat suara di mana sinyal audio diproses seperti dalam pendengaran. Sinyal audio awalnya dibandingkan dengan informasi visual, utamanya pergerakan bibir untuk mendapatkan petunjuk.

7. Wajah

Persepsi kepada wajah mengacu pada proses kognitif yang menspesialisasi pada penanganan wajah manusia termasuk persepsi terhadap identitas dari suatu individu dan ekspresi wajah seperti petunjuk emosional.

8. Sentuhan Sosial

Sentuhan social adalah persepsi yang dibentuk saat menerima sentuhan dari individu lain. Informasi yang diterima dari individu lain diterima dan diproses dengan cara berbeda dengan informasi sentuhan yang diterima dari interaksi dengan objek lain.

9. Persepsi yang Terbentuk Melalui Indra Lainnya

Indra lain yang memungkinkan tubuh manusia dalam berbagai macam persepsi seperti gravitasi, keseimbangan tubuh, posisi dari bagian bagian tubuh dan untuk pembuangan urine dan feces, juga sensasi yang dirasakan di dalam kerongkongan dan paru-paru.

Baca juga : Apa Itu Konsep Diri ?

Demikianlah ulasan mengenai pengertian persepsi dan ragamnya. Semoga bisa menjadi manfaat yang positif.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close