Pendidikan

Apa Itu Pengertian Pajak : Ciri-Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Jenis

Kita semua pastinya sudah mengenal pajak, baik pajak bumi, pajak kendaraan, pajak bangunan, dan sebagainya. Hal itu dikarenakan apa yang kita rasakan di dalam kehidupan pastinya selalu berkaitan dengan yang namanya pajak. Bahkan produk konsumtif yang Anda nikmati pun terkena pajak. Dari kejadian tersebut, banyak yang menyimpulkan jika pajak sangat memberatkan masyarakat.

Apa Itu Pengertian Pajak : Ciri-Ciri, Fungsi, Manfaat, dan Jenis

Perlu diketahui bahwa beberapa waktu lalu, negara dihebohkan dengan yang namanya Tax Amnesty atau yang dapat dikatakan sebagai pengampunan pajak yang diterapkan pemerintah untuk dilakukannya penarikan kembali iuran bagi beberapa warga negara yang belum membayar pajaknya. Harus selalu diperhatikan bahwa setiap warga negara wajib untuk membayar pajak. Oleh karena itu, pajak termasuk hal yang sangat penting bagi negara karena menjadi sumber pemasukan utama. Lantas apa sebenarnya pengertian dari pajak itu?.

Nah untuk pertanyaan di atas, akan di jawab di dalam artikel ini. Berikut ini ulasan yang akan menjawab tentang pertanyaan di atas mengenai pengertian dari pajak beserta komponen-komponennya mulai dari ciri-ciri, fungsi, manfaat, dan juga jenis pajak. Oleh karena itu, simak baik-baik ya ulasannya di bawah ini!

Baca juga : SEE Pajak

Pengertian Pajak

Pengertian Pajak

Istilah Pajak berasal dari bahasa Latin yaitu Taxo yang berarti iuran atau pungutan yang wajib bagi rakyat untuk negara berdasarkan Undang-undang. Rakyat yang membayar pajak tidak akan mendapatkan balas jasa secara langsun kepada dirinya sendiri karena pajak digunakan untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi.  Secara umum. Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan berbagai macam pembangunan, baik pemerintah pusat maupun daerah. Pemungutan pajak dapat dipaksakan karena dilakukan berdasarkan Undang-undang.

Agar lebih memahami lagi mengenai pengertian dari pajak, maka berikut ini akan dipaparkan beberapa pengertian dari pajak menurut para ahli:

  • Menurut Prof. Rochmat Soemirto menyatakan bahwa pajak adalah iuran yang diperoleh dari rakyat sebagai kas negara berdasarkan Undang-undang Dasar negara  yang dapat dipaksakan tanpa mendapatkan manfaat yang dapat langsung ditunjuk dan dipergunakan untuk pengeluara umum.
  • Berdasarkan Undang-undang No.28 Tahun 2007 pasal 1 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan yang berbunyi jika pajak adalah suatu konstribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi yang bersifat memaksa berdasarkan ketentuan Undang-undang tanpa adanya timbal balik secara langsung karena dipergunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dari apa yang dijelaskan tentang pengertian dari pajak, dapat dilihat jika pajak memiliki unsur-unsur utama, yaitu:

  • Pembayaran pajak berupa uang, bukan barang
  • Pajak dibayarkan untuk kepentingan umum sebagai kas negara, bukan untuk kepentingan pribadi
  • Pembayaran pajak berdasarkan pada Undang-undang dengan aturan yang jelas
  • Pembayaran pajak digunakan untuk pembangunan negara sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Ciri-ciri Pajak

Ciri-ciri Pajak

Pajak memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari jenis iuran atau pungutan lainnya. Adapun ciri-ciri pajak sebagai berikut:

1. Merupakan Konstribusi Wajib Warga Negara

Setiap orang memiliki kewajiban untuk membayar pajak yang mana hanya berlaku bagi warga negara yang sudah memenuhi syarat secara subyektif dan obyektif.

2. Bersifat Memaksa

Jika seseorang sudah memenuhi persyaratan, maka wajib membayar pajak. Dalam Undang-undang perpajakan menyatakan bahwa jika ada seseorang yang dengan sengaja tidak membayar pajak, maka akan diberikan sanksi administratif maupun hukuman secara pidana.

3. Warga Negara yang Membayar Pajak Tidak Mendapatkan Imbalan

Pajak berbeda dengan retrubusi. Pajak merupakan salah satu sarana untuk meratakan pendapatan warga negara sehingga jika kita membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak langsung menerima manfaat dari pajak yang dibayarkan karena membutuhkan proses yang cukup lama. Anda hanya akan mendapatkan hasilnya saja  yang berupa fasilitas kesehatan gratis, perbaikan jalan raya, beasiswa pendidikan, dan sebagainya.

4. Berdasarkan Undang-Undang

Pajak diatur dalam Undang-undang negara. Ada beberapa Undang-undang yang di dalamnya mengatur tentang mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Baca juga : Perusahaan Keuangan Terbaik

Fungsi Pajak

Fungsi Pajak

Penerapan dari pajak tentunya memiliki fungsi yang besar bagi negara terutama rakyatnya. Adapun fungsi dari pajak sebagai berikut:

1. Fungsi Anggaran (Finansial)

Pajak memiliki fungsi anggaran (Finansial) yaitu fungsi untuk memasukkan uang ke kas negara atau menjadi sumber pemasukan negara yang akan dipakai untuk pengeluaran negara baik pengeluaran secara rutin maupun pembangunan.

2. Fungsi Pengatur (Regulasi)

Pajak berfungsi untuk mengatur setiap kebijakan negara dalam bidang sosial maupun ekonomi. Fungsi ini mengatur beberapa hal mencakup yang menjadi penghambat laju inflasi, pendorong ekspor, pemberi proteksi pada setiap barang produksi dalam negeri, dan menjadi pengatur investasi modal yang mana membantu perekonomian agar semakin produktif.

3. Fungsi Pemerataan (Redistribusi Pendapatan)

Pajak berfungsi untuk menyesuaikan dan juga menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat suatu negara.

4. Fungsi Stabilisasi

Pajak berfungsi untuk menstabilkan kondisi perekonomian suatu negara seperti ketika terjadinya inflasi yang akan distabilkan dengan cara mengurangi peredaran uang atau melakukan deflasi atau menambah peredaran uang.

Manfaat Pajak

Manfaat Pajak

Pajak sangat bermanfaat bagi negara dan juga masyarakat. Berikut manfaat dari pajak:

A. Bagi Negara

  • Pajak digunakan sebagai pengeluaran negara yang bersifat self liquiditing dan produktif serti pengeluaran untuk proyek produktif
  • Pajak digunakan sebagai pengeluaran reproduktif seperti pengeluaran yang dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Contoh: pertanian.
  • Pajak digunakan sebagai pengeluaran negara yang bersifat self liquiditing dan tidak produktif  seperti pengeluaran untuk pendirian monumen dan tempat rekreasi.
  • Pajak digunakan sebagai pengeluaran yang tidak bersifat reproduktif seperti pertahanan negara dan perlindungan anak yatim

B. Bagi Masyarakat

  • Pajak digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, rumah sakit, dan tempat pelayanan publik lainnya.
  • Pajak digunakan untuk memberikan subsidi pangan dan bahan bakar minyak
  • Pajak digunakan sebagai penyedia layanan transportasi publik
  • Pajak digunakan untuk membiayai kelestarian lingkungan hdup
  • Pajak digunakan untuk pelaksanaan demokrasi seperti halnya pemilu

Jenis Pajak

Jenis Pajak

Jenis pajak dapat digolongkan berdasarkan golongan, kewenangan atau instansi pemungut, dan sifat. Berikut ini paparannya:

A. Pajak Berdasarkan Golongan atau Sistem Pemungutan

  • Pajak langsung (Direct Tax) merupakan jenis pajak yang dikenakan kepada wajib pajak secara berkala atau menurut periode tertentu sehingga tidak dapat dialuhkan ke pihak lain.
  • Pajak tidak langsung (Indirect Tax) merupakan jenis pajak yang hanya dipungu pada saat tertentu dan tentunya dapat dialihkan ke pihak lain. Contoh: pajak pertambahan nilai dan pajak atas barang mewah.

B. Pajak Berdasarkan Kewenangan atau Instansi Pemungut

  • Pajak negara (pusat) merupakan jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui suatu instansi seperti dirjen pajak, dirjen bea cukai, dan kantor inspeksi pajak di berbagai daerah. Contoh yang termasuk pajak negara seperti pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, bea masuk, pajak bumi dan bangunan, dan pajak migas.
  • Pajak daerah (lokal) merupakan jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik Pemda tingkat I maupun II yang terbatas atau hanya untuk daerah itu sendiri. Contoh yang termasuk pajak daerah seperti pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar, dan lainnya.

C. Pajak Berdasarkan Sifat

  • Pajak subjektif merupakan jenis pajak yang pengambilannya berdasarkan pada kondisi wajib pajak dimana besar kecilnya tergantung pada kemampuannya. Contoh yang termasuk pajak subjektif seperti pajak penghasilan dan pajak kekayaan.
  • Pajak obyektif merupakan jenis pajak yang pengambilannya berdasarkan pada kondisi objek tanpa memperhatikan kondisi dari wajib pajak. Contoh yang termasuk pajak objektif seperti pajak impor, pajak kendaraan bermotor, pajak pertambahan nilai, bea materai, dan bea masuk.

Baca juga : Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank

Nah itulah informasi mengenai ulasan dari pengertian pajak paling lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, manfaat, dan jenis pajak. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat dan menambawah wawasan Anda mengenai pajak. Harus diingat untuk tidak telat membayar pajak karena itu merupakan kewajiban kita sebagai warga negara.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close