Umum

Apa Itu Pengertian Obsesi : Ciri-Ciri dan Cara Mengatasi

Ketika kita mengaku sedang menyukai orang lain atau jatuh cinta dengan orang lain, seringkali kita dihadapkan dengan dua kemungkinan. Pertama, apakah kita benar-benar menyukai orang tersebut dan Kedua, apakah kita hanya terobsesi saja dengan orang tersebut? Perlu diketahui rasa cinta maupun suka itu berbeda dengan obsesi. Jadi, ketika kita menyukai orang lain diharuskan dapat membedakan mana sikap yang menunjukkan rasa suka ataupun mana sikap yang hanya menunjukkan obsesi semata.

Hal itu dikarenakan mungkin saja Anda tidak pernah menyangka jika terlalu ingin memiliki seseorang sama halnya kita terobsesi dengan orang tersebut sehingga orang yang benar-benar terobsesi akan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan orang tersebut meskipun dengan cara yang memaksa. Jika kalian tidak ingin diberikan label sebagai orang yang terlelu terobsesi terhadap seseorang yang disukai, Anda harus mengetahui dan memahami apa sih obsesi itu. Nah untuk itu, di dalam artikel ini akan diulas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan obsesi mulai dari pengertian, ciri-ciri hingga cara mengatasi rasa obsesi. Maka simak baik-baik ya!

Baca juga : Apa Itu Konsep ?

Pengertian Obsesi

Pengertian Obsesi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Obsesi adalah suatu gangguan jiwa yang berupa sikap selalu menggoda seseorang dan sangat sulit dihilangkan. Pengertian obsesi dapat dilihat melalui beberapa konteks diantaranya:

  • Dalam konteks hubungan, obsesi dapat diartikan sebagai pikiran atau bayangan serta dorongan untuk menjalin hubungan atau berdua dengan “objek cinta”. Bayangan dan dorongan tersebut muncul dengan tiba-tiba dan sangat sulit untuk dihilangkan sehingga akan mengganggu dan menimbulkan kecemasan tersendiri. Seseorang yang terobsesi dengan “objek cinta”-nya akan berusaha dnegan keras untuk menghilangkan bayangan dan dorongan tersebut dengan cara selalu mengejar dan berusaha keras untuk mendekati sang “objek cinta”. Orang yang terlalu terobsesi tidak dapat menerima penolakan dari sang “objek cinta”
  • Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM 5) yang menjadi acuan Psikolog dan Psikiater adalah adanya gangguan obsesif-kompulsif disorder (OCD) dimana ditandai dengan adanya pikiran, bayangan dan dorongan untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan kecemasan tersendiri. Seseorang yang terobsesi cenderung memiliki pikiran yang tidak masuk akal dan seringkali melakukan kesalahan yang terulang. Pikiran seseorang yang memiliki obsesi selalu dikuasai oleh kecemasan dan juga rasa takut berlebihan.  Jadi dalam konteks ini, obsesi memang sebuah gangguan, namun dalam DSM 5 tidak ada yang namanya gangguang obsesi cinta.

Dapat disimpulkan bahwa obsesi merupakan suatu dorongan atau keinginan akan sesuatu yang disertai dengan usaha keras untuk mencapai keinginannya bahkan terkesan memaksa tanpa menerima penolakan sedikitpun. Seseorang yang terlalu terobsesi memiliki emosi yang tidak terkendali apabila keinginannya tidak tercapai sehingga dia akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginannya tersebut.

Baca juga : Konsep Diri

Pengertian Obsesi

Obsesi sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah ambisi dimana kedua hal tersebut memiliki pengertian yang hampir sama yaitu sama-sama berupa keinginan, pikiran, bayangan, serta dorongan yang menggunakan emosi, hasrat dan nafsu untuk mencapai keinginan yang disertai usaha keras dan terkesan memaksa. Akan tetapi, keduanya tetap memiliki perbedaan yang terletak pada sifatnya. Ambisi lebih mengarah pada hal yang bersifat positif, sedangkan obsesi lebih mengarah pada hal yang bersifat negatif yang sebaiknya dihindari.

Orang seringkali menafsirkan ambisi sebagai hal yang negatif karena menggambarkan keserakahan untuk mengejar kekuasaan, ketenaran bahkan pencapaian atas suatu usaha tertentu. Padahal, kita sebagai makhluk hidup sudah seharusnya berambisi untuk mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik lagi. Jika seseorang memiliki keinginan kemudian menfokuskan pikiran untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka orang tersebut memiliki sebuah ambisi. Akan tetapi, jika keinginan tersebut sudah sangat mendominasi pikiran disertai dengan emosi yang tidak terkendali dan keinginan mengejar secara membabi buta, maka orang tersebut memiliki sifat obsesi.

Orang-orang yang berambisi, ketika mereka tidak mendapatkan tujuan dari satu keinginan, maka mereka akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan tujuan tersebut dengan menggunakan cara lain atau mengubah tujuan  yang diinginkan. Lain halnya dengan orang yang terobsesi. Apabila mereka tidak mendapatkan tujuan yang diinginkan, maka akan mengakibatkan depresi. Kesimpulannya, boleh orang berambisi tanpa harus memiliki sifat obsesi akan sesuatu agar tidak memunculkan sisi psikopat dalam dirinya. Boleh berambisi tapi jangan menjadi terobsesi.

Ciri-ciri Obsesi Terhadap Seseorang

Ciri-ciri Obsesi Terhadap Seseorang

Sudah dijelaskan di atas bahwa obsesi tidak lain dan tidak bukan adalah suatu keinginan, pikiran, dorongan, hasrat, atau nafsu untuk memiliki sesuatu yang diinginkan dengan cara apapun meskipun harus memaksa. Ciri-ciri dari obsesi terhadap seseorang sebagai berikut:

  • Seringkali berpikir tentang pasangan hingga menyulitkan untuk berkonsentrasi
  • Berusaha keras untuk bertemu atau berdua dengan pasangan, seringkali menguntit atau menjadi stalker, melanggar privasi, dan bersikap posesif
  • Sulit untuk menghormati privacy seseorang dan cenderung memiliki sikap cemburu yang berlebihan
  • Sulit menerima penolakan dari orang yang disukai
  • Melakukan segala cara untuk mencapai keinginan bahkan dengan cara kasar pun akan dilakukan
  • Lebih suka membandingkan orang yang disukai dengan orang lain, bukan suka dia yang apa adanya
  • Mengejar orang yang disukai secara terus menerus meskipun sudah ditolak berulang kali
  • Bersikap yang tidak masuk akan bahkan diluar nalar manusia

Cara Mengatasi Rasa Obsesi Dalam Diri Seseorang

Cara Mengatasi Rasa Obsesi Dalam Diri Seseorang

Gangguan yang dialami seseorang yang memiliki obsesi secara berlebihan dinamakan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). OCD dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti faktor genetik maupun riwayat dari keluarga. Sebenarnya gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD)  masih dapat disembuhkan dengan cepat namun tetap membutuhkan berbagai proses penanganan yang hampir sama dengan orang yang mengalami depresi. Adapun cara yang dilakukan untuk menyembuhkan atau menghilangkan gangguan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) diantaranya:

  1. Melalukan Cognitive Behavioural Theraphy yang mana dalam proses penyembuhannya diharuskan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter atau ahli bidang psikologis atau psikiater.
  2. Melakukan berbagai macam perawatan seperti Selective Serotonin Reuptake Inhibitors, Citalopram, dan Paroxetine.

Namun perlu diingat juga bahwa dari berbagai macam proses atau cara pengibatan yang dilakukan sebaiknya dilihat dulu kebutuhan dan tingkat keparahan penderita. Hal itu dikarenakan bahwa obsesi tidak selalu berkaitan dengan seseorang, namun juga bisa pada sebuah objek seperti makanan, pekerjaan, menolong orang lain maupun benda. Meskipun banyak orang yang memahami jika obsesi selalu dikaitkan dengan seseorang.

Cara Mengatasi Rasa Obsesi Dalam Diri Seseorang

Sebagai contoh obsesi terhadap benda seperti obsesi terhadap sebuah merk atau pakaian tertentu, obsesi terhadap bahan pakaian, maupun model pakaian.  Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa obsesi tidak selalu mengenai hal yang bersifat negatif, kadang juga obsesi juga dikatakan sebagai perbuatan positif seperti obsesi ingin selalu menolong orang lain, obsesi terhadap pekerjaan, maupun obsesi terhadap suatu objek asalkan rasa obsesinya dalam tahap yang wajar. Oleh karena itu, seseorang harus dapat mengendalikan suatu keinginan atau rasa obsesi yang ada pada pada diri sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan rasa obsesi dalam diri kita, diantaranya:

  • Berusaha untuk mengalihkan perhatian

    Dengan cara ini, Anda dapat mengabaikan rasa obsesi yang tiba-tiba muncul dalam diri kita meskipun hanya sedikit. Anda harus mengistirahatkan pikiran dengan sejenak agar pikiran lebih fresh dan pastinya sedikit abai dengan rasa obsesi yang sebelumnya muncul.
  • Fokuslah pada impian terbesar yang dimiliki agar dapat mengendalikan obsesi dalam diri

    Cara ini dapat dilakukan dengan menemukan tujuan hidup yang lebih berguna atau bermanfaat agar lebih menginspirasi untuk menghadapi realita dengan sikap positif
  • Lakukan olahraga yang menyenangkan

    Dengan cara ini membuat fisik dan perhatian Anda setidaknya dapat teralihkan dan perlahan-lahan rasa obsesi akan menghilang.

Nah itulah informasi mengenai pengertian obsesi mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga cara mengatasi rasa obsesi dalam diri seseorang. Semoga apa yang dibahas di dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga  Anda dapat membedakan mana sikap yang benar-benar suka dan mana sikap yang hanya obsesi semata.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close