Umum

Apa Itu Pengertian NPWP : Manfaat dan Cara Membuat NPWP

Jika ingin menjadi warga negara yang baik, jangan lupa untuk melaksanakan kewajiban kita yaitu dengan membayar pajak. Bentuk ketaatan warga negara dalam membayar pajak yaitu dengan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hampir semua orang khususnya bagi yang sudah bekerja pastinya sudah mengetahui dan mendengar tentang NPWP. Namun bagi yang belum bekerja, mungkin istilah ini asing ditelinga mereka. Nah, jangan khawatir karena di dalam artikel kali ini akan diulas mengenai NPWP mulai dari pengertian, manfaat, syarat-syarat dalam pembuatan, hingga cara membuat NPWP. Berikut simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga : Apa Itu Pajak ?

Pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Menurut UU No 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang berbunyi bahwa NPWP merupakan sebuah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai tanda pengenal dalam melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam urusan perpajakan. NPWP harus dimiliki oleh warga Indonesia, baik itu perorangan maupun badan usaha. Setiap Wajib Pajak hanya diberikan satu NPWP.

Bagi Wajib Pajak, NPWP berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak karena satu nomor NPWP hanya berlaku untuk satu Wajib Pajak sehingga dapat dipastikan tidak ada nomor NPWP yang sema dengan orang lain di seluruh Indonesia. Selain itu, NPWP juga berfungsi untuk menjaga ketaatan dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi perpajakan.

Baca juga : SEE Pajak

Manfaat Kepemilikian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Manfaat Kepemilikian Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Pada waktu silam, Direktorat Jenderal Pajak sempat akan mengadakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 yang mana membawa keuntungan bagi masyarakat yang belum memiliki NPWP. Pada waktu silam, Direktorat Jenderal Pajak sempat akan mengadakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 yang mana membawa keuntungan bagi masyarakat yang belum memiliki NPWP. Himbauan ini ditujukan bagi masyarakat yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi Wajib Pajak dan mendapatkan manfaat dari kepemilikan NPWP. Adapun manfaat dari kepemilikan NPWP sebagai berikut:

Baca juga : Menteri Keuangan

A. Persyaratan Administrasi

Dengan memiliki NPWP, seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam mengurus persyaratan administrasi seperti di bank. Hal itu dikarenakan saat ini ada beberapa instansi bank yang mengharuskan untuk memasukkan nomor NPWP sebagai salah satu syarat utama atau syarat untuk membuata dokumen untuk mengurus administrasi di bank tersebut. beberapa pembuatan dokumen yang membutuhkan NPWP di dalamnya adalah sebagai berikut:

  • Kredit Bank
  • Rekening Dana Nasabah (RDN)
  • Rekening Efek
  • Rekening Bank
  • Rekening Koran
  • Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Administrasi Pajak Final
  • Pembuatan Paspor

B. Mempermudah Urusan Perpajakan

Selain mudah dalam urusan administrasi, memiliki NPWP juga mempermudah seseorang dalam mengurus segala bentuk administrasi perpajakan. Beberapa kemudahan yang didapatkan bagi seseorang yang memiliki NPWP terkait perpajakan, sebagai berikut:

  • Pengajuan pengurangan pembayaran pajak
  • Mengurangi restitusi pajak
  • Mengetahui jumlah pajak yang mesti dibayarkan
  • Pemotongan pajak yang rendah

Syarat Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Syarat Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Syarat untuk membuat NPWP dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu NPWP karywan, NPWP wiraswasta, dan NPWP yang terlah menikah. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Baca juga : Menko Perekonomian

A. Syarat Bagi Karyawan

Berikut beberapa yang harus dibawa sebagai persyaratan untuk menaftar NPWP bagi orang pribadi yang bekerja sebagai karyawan dan tidak memiliki usaha:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Bagi Warga Negara Asing (WNA) harus membawa fotocopy paspor dan kartu izin tinggal seperti KITAP atau KITAS.
  • Fotocopy Surat Keterangan Kerja dari perusahaan. Bagi pegawai negeri, bisa membawa SK atau Surat Keputusan.
  • Mengisi formulir pendaftaran NPWP yang ada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat

B. Syarat Bagi Wiraswasta

Yang termasuk golongan wiraswasta adalah mereka yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas. Berikut beberapa yang harus dibawa sebagai persyaratan untuk mendaftar NPWP bagi orang yang memiliki usaha atau wiraswasta:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotocopy Surat Keterangan Usaha dari kelurahan atau departemen yang berkaitan dengan bidang usaha yang dimiliki. Bagi pegawai negeri, bisa membawa SK atau Surat Keputusan.
  • Mengisi formulir pernyataan usaha yang ditandatangani di atas materai Rp. 6.000
  • Mengisi formulir pendaftaran NPWP yang ada di Kantor Pelayanan Pajak

C. Syarat Bagi Wanita yang Sudah Menikah

Pada umumnya, pajak karyawan dan pengusaha pria sudah termasuk pendaftaran administrasi pajak untuk semua orang di keluarga yang menjadi tanggungannya. Jadi keberadaan wanita dan anak-anaknya ada di dalam tanggung jawab pajak pria. Apabila sang istri lebih dominan dalam hal penghasilan, NPWP tetap dibebankan kepada suami. Lain halnya jika istri memiliki usaha sendiri sehingga menginginkan perhitungan pajak yang terpisah, maka keperluan tersebut dapat dibuatkan NPWP wanita kawin. Berikut beberapa yang harus dibawa sebagai persyaratan untuk mendaftar NPWP bagi wanita kawin:

  • Fotocopy NPWP suami
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pribadi
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy Surat Keterangan Kerja dari perusahaan. Bagi pegawai negeri, bisa membawa SK atau Surat Keputusan.
  • Fotocopy surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta antara suami dan istri
  • Mengisi formulir pendaftaran NPWP yang ada di Kantor Pelayanan Pajak

Cara Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Cara Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Seseorang dapat membuat NPWP secara online maupun offline. Berikut cara membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP):

A. Cara Membuat NPWP secara online

Langkah-langkah dalam pembuatan NPWP secara online sebagai berikut:

  1. Kunjungi situs Dirjen Pajak di alamat www.pajak.co.id atau ered.pajak.go.id/login untuk mengakses pendaftaran NPWP secara online. Kemudian pilih menu e-Registration
  2. Daftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akun dengan mengklik “daftar”. Isilah data untuk pendaftaran dengan benar seperti nama, alamat, email, password, dan lainnya.
  3. Lakukan aktivasi akun dengan cara membuka email yang digunakan ketika mendaftar. Buka email dan ikuti petunjuk yang ada di email tersebut.
  4. Setelah proses aktivasi akun selesai dan berhasil, Anda harus login dengan memasukkan email beserta password. Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman registrasi data untuk memulai proses pembuatan NPWP. Isi formulir pendaftaran dengan data yang benar. Ikuti semua tahapan dengan teliti. Apabila data benar, akan muncul surat keterangan sebagai terdaftar sementara.
  5. Setelah mengisi semua data, klik tombol “daftar” untuk mengirim formulir registrasi Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak mendaftar.
  6. Cetak dokumen yang ada di layar komputer yaitu formulir registrasi Wajib Pajak dan surat keterangan terdaftar sementara kemudian di tanda tangani.
  7. Kirim formulir registrasi Wajib Pajak dan surat keterangan terdaftar sementara beseta dokumen lainnya ke Kantor pelayanan Pajak setempat atau melalui pos dengan waktu paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.
  8. Jika Anda tidak ingin repot, Anda dapat mengirim dokumen melalui aplikasi e-Registration  dengan menscan semua dokumen Anda kemudian mengunggahnya dalam bentuk softfile.
  9. Cek status pendaftaran melalui email. Jika statusnya ditolak, maka Anda harus memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap. Namun, jika statusnya telah disetujui, maka kartu NPWP Anda akan segera dikirim melalui pos tercatat.

B. Cara membuat NPWP Secara Offline

Pendaftaran NPWP secara offline dapat dilakukan sengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara langsung. Persyaratan yang harus dibawa sama halnya dengan pendaftaran secara online. Ada dua metode yang dapat digunakan untuk pendaftaran offline, yaitu:

1. Mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Anda dapat langsung datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dari tempat Anda berdomisili dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan. Semua dokumen di fotocopy dan dilengkapi dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dengan data Wajib Pajak dan ditandatangani. Serahkan berkas tersebut ke petugas pendaftaran. Anda akan menerima tanda terima pendaftaran Wajib. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan tidak lama, hanya satu hari dan tidak dipungut biaya. Kartu NPWP yang jadi akan dikirim ke alamat Anda melalui pos tercatat.

2. Menggunakan Jasa Pos atau Ekspedisi

Metode ini dapat digunakan jika lokasi KPP jauh dari tempat tinggal Anda. Anda dapat mendatangi kantor pos atau jasa ekspedisi tersekat. Di sana Anda tinggal mengisi formulir pendaftaran sekaligus mengirimnya dengan melampiri dokumen yang dibutuhkan.

Baca juga : Menteri Ketenagakerjaan

Itulah informasi mengenai ulasan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) lengkap mulai dari pengertian, manfaat, syarat-syarat untuk pembuatan NPWP hingga cara membuat NPWP. Semoga apa yang diulas di dalam artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close