Pendidikan

Apa Itu Pengertian Listrik : Sifat dan Manfaat Listrik

Tahukau.com – Di zaman yang serba modern dan canggih seperti saat ini, tentu orang sangat bergantung kepada listrik. Contoh seperti peralatan di rumah, alat apa saja yang menggunakan sumber arus listrik. Mulai dari alat elektronik yaitu televisi, pompa air, setrika, kulkas dan sebagainya. Semua alat elektronik tersebut membutuhkan sumber arus listrik agar bisa digunakan. Untuk tahu lebih lengkap mengenai Pengertian Listrik, simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Listrik

Pengertian Listrik

Listrik adalah suatu serangkaian fenomena fisika yang berkaitan dengan aliran muatan listrik positif dengan negatif. Ilmu yang mempelajari listrik terdiri dari dua bagian, yaitu listrik statis dan listrik dinamis.

Baca juga : Apa Itu Skimming ?

1. Listrik Statis

Listrik statis adalah ilmu tentang muatan listrik yang diam, gaya antar muatan, medan di sekitar muatan dan potensial yang menimbulkan oleh muatan.

2. Listrik Dinamis

Untuk listrik dinamis yaitu ilmu tentang muatan listrik yang bergerak, gaya yang ditimbulkan oleh medan listrik dan potensial listrik.

Sebelum mempelajari listrik, sebaiknya Anda perlu tahu apa saja yang menyusun benda yang ada di sekitar. Semua benda yang tersusun dari partikel yang sangat kecil disebut dengan Atom. Atom sendiri tersusun dari inti atom dan elektron.

Inti atom disebut dengan nukleus yang berada di tengah-tengah atom. Inti atom tersusun dari proton dan neutron, yang mana proton bermuatan positif, dan neutron tidak bermuatan. Sedangkan inti atom dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

Pada dasarnya, dalam suatu atom tidak bermuatan atau netral. Artinya, jumlah proton pada suatu atom sama halnya dengan jumlah elektronnya. Jika suatu atom mendapat tambahan elektron atau kehilangan elektron, maka atom tersebut disebut dengan ion.

Cara Menimbulkan Muatan Listrik Statis

Cara Menimbulkan Muatan Listrik Statis

Berdasarkan muatannya, terdapat 3 (tiga) cara menimbulkan listrik statis antara lain yaitu:

1. Dengan Cara Gosokan

Anda sudah pernah melihat penggaris plastik yang tidak memiliki muatan lalu digosokkan dengan kain wol, lalu penggaris tersebut bisa membuat atau menarik potongan kertas kecil. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Saat penggaris digosokkan dengan kain wol, maka terjadilah perpindahan elektron dari kain wol yang berpindah ke penggaris plastik tersebut sehingga plastik sedikit mempunyai elektron tambahan. Artinya, penggaris plastik menjadi kelebihan elektron dan menjadi bermuatan negatif.

Dari penjelasan diatas dapat mengetahui jika muatan listrik terdiri dua macam, yaitu muatan listrik positif dan muatan listrik negatif. Benda dapat dikatakan bermuatan listrik positif, jika benda tersebut kekurangan satu atau lebih elektron. Benda dapat dikatakan bermuatan listrik negatif, jika benda tersebut kelebihan satu atau lebih elektron. Banyak sedikitnya jumlah elektron menentukan besarnya muatan listrik.

2. Dengan Cara Konduksi (Sentuhan)

Sebuah logam bermuatan positif disentuh pada logam bermuatan (netral). Elektron pada logam tidak bermuatan tertarik logam bermuatan positif. Sehingga beberapa elektron bisa berpindah ke logam positif. Dengan berkurangnya muatan negatif pada logam netral, maka logam tersebut akan menjadi bermuatan positif.

3. Dengan Cara Induksi

Cara induksi yaitu logam bermuatan positif didekatkan pada logam netral tanpa persentuhan. Elektron dalam logam netral akan bergerak, namun tidak meninggalkan logam. Elektron pada logam netral hanya bergerak ke ujung B. Logam tersebut tetap netral, namun menjadi pemisahan muatan antara muatan positif dan negatif. Cara ini disebut dengan cara induksi.

Baca juga : Apa Itu Scanning ?

Sifat Muatan Listrik Statis

Sifat Muatan Listrik Statis

Setiap benda yang bermuatan listrik jika saling didekatkan akan memiliki sifat-sifat tertentu, seperti:

  • Bila benda bermuatan sejenis didekatkan, maka benda tersebut akan saling tolak-menolak.
  • Jika benda-benda bermuatan tidak sejenis didekatkan, maka benda tersebut saling tarik-menarik.

Seorang yang berkebangsaan Perancis, ahli fisika yaitu Charles Coulomb (1736-1806 M) melakukan percobaan memakai tipe keseimbangan untuk menentukan gaya pada dua yang memiliki muatan. Dengan percobaannya tersebut pada tahun 1785 ia membuat kesimpulan jika ada hubungan antara muatan listrik, gaya listrik dan jarak antara keduanya. Gaya listrik yang disampaikannya dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Gaya tarik-menarik antara kedua muatan.
  • Gaya tolak-menolak antara kedua muatan.

Gaya yang menyebabkan suatu bentuk bermuatan listrik saling mendekat disebut gaya tarik-menarik dan gaya yang menyebabkan suatu benda bermuatan listrik saling menjauh disebut gaya tolak menolak. Jika gaya tersebut bekerja pada suatu benda, maka akan menyebabkan benda tersebut bergerak.

Hukum Charles Coulomb

Hukum Charles Coulomb

“Gaya tolak-menolak atau tarik-menarik di antara dua benda yang bermuatan listrik berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut”.

Manfaat Listrik Statis

Manfaat Listrik Statis

Terdapat konsep listrik statis yang dimanfaatkan pada alat-alat listrik, diantaranya sebagai berikut:

1. Pembuatan Kondensator pada Rangkaian Elektronik

Kondensor yang disebut juga kapasitor, memiliki 2 pelat logam yang terpisah oleh suatu bahan dielektrik. Bahan dielektrik yang digunakan antara lain gelas dan keramik.

Jika ujung dari kedua pelat logam diberikan tegangan listrik, maka yang terjadi yaitu muatan positif akan berkumpul ke salah 1 kaki pada metal tersebut. Disaat bersamaan muatan negatif terkumpul pada ujung logam yang 1 nya lagi.

2. Generator Van de Graff

Generator Van de Graff bisa menghasilkan beda potensial yang sangat besar sampai jutaan volt. Generator yang terdiri atas bola logam, pita karet, roda pemutar dan elektroda. Cara kerja generator Van de Graff seperti sebagai berikut.

Sumber tegangan 50 kV diberikan pada elektroda A sehingga muatan negatif pada pita dialirkan ke tanah, dan muatan positif dibawa oleh pota ke elektroda B lalu ke permukaan bola konduktor. Jika pemberian tegangan terjadi terus menerus, maka pemisahan muatan terus terjadi dan muatan positif semakin banyak terkumpul di permukaan bola.

Dengan menyentuh bola tersebut maka badan kita akan dialiri muatan yang sama, yaitu muatan positif. Hasilnya, rambut kita terinduksi muatan positif dan akan terjadi gaya saling tolak-menolak dengan muatan positif bola konduktor sehingga rambut berdiri.

3. Penggumpal Asap

Di tahun 1907, F. G. Cottrell menemukan sebuah alat sederhana untuk membersihkan asap pada cerobong asap. Seperti contoh pada pabrik semen, pabrik baja dan pusat pembangkit listrik. Hampir seluruh pabrik menghasilkan asap dan debu yang sangat kotor. Sehingga untuk mengurangi asap dan debu tersebut maka dibuatlah alat penggumpal asap.

Penggumpal asap terdiri atas kawat dan pelat logam. Kawat dialiri tegangan tinggi hingga 60 kV menghasilkan banyak elektron dan kawat menjadi bermuatan negatif. Pelat logam pada dinding cerobong menjadi bermuatan positif karena terinduksi dari kawat yang bermuatan negatif.

Asap dan debu berasal dari bagian bawah cerobong menuju ke atas melewati sehingga menjadi bermuatan negatif. Saat debu melewati pelat logam, maka debu akan ditarik oleh pelat logam dan jatuh ke dasar cerobong asap sehingga asap yang dihasilkan menjadi bersih.

Bahaya Listrik Statis

Bahaya Listrik Statis

Berikut bahaya dari listrik statis yang bisa diketahui:

1. Petir

Petir adalah sebuah kejadian alam. Petir menjadi loncatan muatan listrik antara awan dan bumi. Loncatan muatan listrik tersebut akan diawali dengan uap air yang mengumpul di dalam awan. Ketinggian antara permukaan atas dan permukaan bawah pada awan bisa mencapai jarak sekitar 8 km.

Dengan perbedaan temperatur bagian bawah dan temperatur bagian atas bisa mencapai 100 °C. Alhasil, di dalam awan tersebut akan terjadi kristal es. Karena di dalam awan terdapat angin ke segala arah, maka kristal es akan saling bertabrakan dan bergesekan sehingga terpisahlah muatan positif dengan muatan negatif.

Peristiwa terpisahnya muatan yang menjadi penyebab utama terjadinya sambaran petir. Pelepasan muatan listrik bisa terjadi di dalam awan. Antara awan dengan awan dan antara awan dengan bumi, tergantung pada kemampuan udara dalam menahan beda potensial yang terjadi.

2. Percikan Api

Pada kendaraan bermotor, terjadi adanya gesekan yang ditimbulkan antara ban dan jalan. Gesekan dapat menyebabkan percikan api, karena elektron terlepas dari ban sehingga membuat badan kendaraan menjadi bermuatan positif.

Karena itu, pada kendaraan yang digunakan untuk memuat bahan bakar atau bahan kimia menjadi mudah terbakar. Dengan dipasang logam untuk menghantarkan elektron dari tanah agar badan kendaraan netral sehingga tidak terjadi percikan api. Begitulah cara kerja aliran listrik pada kendaraan motor.

Baca juga : Apa Itu Likuiditas ?

Nah, demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Listrik, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close