Pendidikan

Apa Itu Pengertian Legenda : Ciri, Struktur, Unsur dan Jenis

Legenda adalah sebuah cerita prosa rakyat yang mirip seperti mite yang dianggap benar terjadi namun tidak dianggap suci dan oleh yang empunya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi dan telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian dan keistimewaan dari tokohnya.

Berbeda dengan mite, dimana legenda di tokohi oleh manusia ada kalanya mempunyai sifat luar biasa dan sering dihubungkan dengan makhluk ajaib. Untuk mengetahui mengenai Pengertian Legenda, berikut ulasannya:

Peristiwa bersifat sekuler keduniawian dan sering dipandang sebagai sejarah kolektif. Karena itu legenda seringkali dipandang sebagai “ sejarah ” kolektif atau istilah folkstory.

Apa Itu Pengertian Legenda : Ciri, Struktur, Unsur dan Jenis

Walau demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut mengalami distorsi sehingga jauh berbeda dengan kisah aslinya. Karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka legenda harus bersih dari unsur yang mengandung sifat folklor.

Legenda adalah cerita rakyat yang memiliki ciri-ciri yaitu sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi, pada masa yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang dikenal saat ini. Bersifat migration yaitu dapat berpindah-pindah, sehingga dikenal luas di daerah-daerah yang berbeda dan tersebar dalam bentuk pengelompokan yang disebut siklus sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu seperti di Jawa dengan legenda mengenai Roro Jonggrang.

Lalu berbicara mengenai legenda tentunya tidak akan terlepas dari pembicaraan mengenai penggolongan legenda, selama ini telah ada atau mungkin banyak ahli yang menggolongkan legenda, namun hingga kini belum ada kesatuan yang berpendapat mengenai hal itu.

Baca juga : Apa Itu Monolog ?

Ciri-Ciri Legenda

Ciri-Ciri Legenda

Legenda merupakan cerita rakyat yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Oleh yang empunya cerita dianggap sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh dan pernah terjadi.
  2. Bersifat sekuler ( keduniawian ) terjadinya di masa yang belum begitu lampau dan bertempat di dunia seperti yang dikenal sekarang. Tokoh utama dalam legenda yaitu manusia.
  3. Sejarah, kolektif maksudnya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.
  4. Bersifat migration yaitu dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas didaerah yang berbeda.
  5. Bersifat siklus yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada sebuah tokoh atau kejadian tertentu seperti di Jawa legenda-legenda mengenai panji.

Baca juga : Apa Itu Diksi ?

Struktur Legenda

Struktur Legenda

Berikut terdapat beberapa struktur dari legenda, antara lain sebagai berikut:

  • Orientasi, yaitu bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, dan latar tempat dan waktu.
  • Komplikasi, yaitu klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh.
  • Resolusi, berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.
  • Koda, yaitu bagian akhir dari cerita. Berisi pesan dan amanat yang ada  pada cerita fabel tersebut.

Unsur-Unsur Legenda

Unsur-Unsur Legenda

Berikut terdapat beberapa unsur-unsur dari legenda, antara lain sebagai berikut:

  1. Tema, gagasan dasar yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks.
  2. Tokoh, para pelaku yang terdapat dalam sebuah cerita fiksi. Tokoh dalam cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja disampaikan kepada pembaca.
  3. Alur atau plot, peristiwa-peristiwa yang ditampilkan dalam cerita yang tidak  bersifat sederhana. Peristiwa tersebut tersusun karena adanya sebab-akibat di dalam cerita.
  4. Latar, latar yaitu landas tumpu terjadinya sebuah peristiwa di dalam sebuah cerita. Latar terbagi menjadi 3, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
  5. Sudut pandang, yaitu posisi atau cara penulis dalam menyampaikan peristiwa-peristiwa yang terdapat di dalam ceritanya.
  6. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

Baca juga : Apa Itu Hikayat ?

Jenis-Jenis Legenda

Jenis-Jenis Legenda

Legenda terbagi menjadi empat jenis yaitu :

1. Legenda Keagamaan

Legenda bercerita berkaitan dengan kehidupan keagamaan disebut dengan legenda keagamaan. Legenda misalnya legenda tentang orang-orang tertentu. Kelompok tertentu seperti cerita tentang para penyebar Islam di Jawa.

Kelompok orang-orang di Jawa. Kelompok orang-orang di Jawa dikenal dengan sebutan walisongo, mereka adalah manusia biasa, tokoh yang memang benar-benar ada, tetapi dalam uraian ceritanya ditampilkan sebagai figur-figur yang memiliki kesaktian. Kesaktian yang mereka miliki digambarkan di luar batas-batas manusia biasa.

Sebutan wali songo yang menafsirkan bukan berarti Sembilan dalam arti jumlah, namun angka Sembilan sebagai angka sakral. Penafsiran ini didasarkan pada kenyataan adanya para tokoh penyebar Islam yang lainya.

Mereka berada ditempat tertentu masyarakat setempat biasanya memandang tokoh tersebut kedudukannya sama atau derajat dengan tokoh wali yang Sembilan orang.

Tokoh- tersebut seperti Syekh Abdul Muhyi, Syekh Siti Jenar, Sunan Geseng, Ki Pandan Arang, Pangeran Panggung dan sebagainya.

2. Legenda Alam Gaib

Legenda alam gaib merupakan legenda yang berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang.

Fungsi legenda ini yaitu untuk meneguhkan kebenaran “ takhyul ” atau kepercayaan rakyat. Jadi legenda alam gaib yaitu cerita-cerita pengalaman seorang dengan makhluk-makhluk gaib, hantu-hantu, siluman, gejala-gejala gaib dan sebagainya.

Seperti di daerah Jawa Barat ada legenda tentang mandor Kebun Raya Bogor yang hilang lenyap begitu saja sewaktu bertugas di Kebun Raya.

Menurut kepercayaan penduduk setempat, hal itu disebabkan ia telah melangkahi setumpuk batu bata yang merupakan bekas pintu gerbang Kerajaan Pajajaran. Pintu gerbang itu, menurut kepercayaan penduduk setempat berada di salah satu tempat di kebun raya. Namun tepatnya tidak ada yang mengetahui.

Karenanya penduduk disana menasihati pada pengunjung Kebun Raya agar jangan melangkahi tempat antara tumpukan-tumpukan batu bata tua, karena kemungkinan bahwa disanalah bekas pintu gerbang kerajaan zaman dahulu itu.

Jika melanggarnya, maka akan masuk ke daerah gaib dan tidak dapat pulang lagi ke dunia nyata. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

3. Legenda Perorangan

Legenda perorangan adalah cerita mengenai tokoh tertentu yang dianggap benar-benar terjadi.

Di Indonesia legenda ini banyak sekali seperti Sabai nan Aluih dan Si Pahit Lidah dari Sumatra, Si Pitung dan Nyai Dasima dari Jakarta, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, Rara Mendut dan Jaka Tingkir dari Jawa Tengah, Suramenggolo dari Jawa Timur serta Jayaprana dan Layonsari dari Bali dan sebagainya.

4. Legenda Lokal ( Setempat )

Legenda lokal adalah legenda yang berhubungan dengan nama tempat seperti terjadinya gunung, bukit, danau dan sebagainya.

Contoh, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang (Legenda Gunung Tangkuban Perahu) di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ajisaka di Jawa Tengah dan Desa Trunyan di Bali dan masih banyak lagi lainnya.

Baca juga : Cerita Fabel

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Legenda, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close