Pendidikan

Apa Itu Pengertian Kuesioner : Tujuan, Fungsi & Jenis-Jenis

Metode kuesioner menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah penelitian. Kuesioner merupakan wujud daripada metode pengumpulan data. Siapapun atau instansi manapun tentu bisa menggunakan metode ini sebagai pilihan dalam melakukan kegiatan demi kepentingan yang bertujuan manfaat. Untuk mengetahui mengenai pengertian kuesioner, berikut ulasan beserta manfaatnya.

Pengertian Kuesioner

Pengertian Kuesioner

Adalah sebuah teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan para analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

Kuesioner dikenal sebagai angket. Kuesioner yaitu sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi atau dijawab oleh responden atau orang yang akan diukur. Hal yang didapatkan melalui kuesioner yaitu kita dapat mengetahui keadaan atau data pribadi seseorang, pengalaman, pengetahuan, dan lain sebagainya yang diperoleh dari responden.

Kuesioner berbentuk daftar pertanyaan. Harapan yang diinginkan melalui penyusunan kuesioner mencakup mampu mengetahui variabel-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting . Dimana tujuan penyusunan kuesioner ialah guna memperbaiki bagian-bagian yang kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden.

Baca juga : Apa Itu Penelitian ?

Pengertian Kuesioner

Responden bisa dengan mudah memberikan jawaban karena alternatif jawaban sudah disediakan seperti dalam bentuk memberikan checklist pada kolom. Selain itu, kuesioner memerlukan waktu yang singkat untuk menjawab pertanyaan.

Kuesioner digunakan secara tepat jika mencakup hal:

  • Responden atau orang yang merespon atau menjawab pertanyaan memiliki jarak saling berjauhan.
  • Melibatkan sejumlah orang dalam proyek sistem, dan berguna jika mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusus dari sistem yang diajukan.
  • Melakukan studi guna mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk tertentu.
  • Yakin jika masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.

Baca juga : Teks Laporan Hasil Observasi

Tujuan Kuesioner

Tujuan Kuesioner

Tujuan pokok pembuatan kuesioner yaitu :

  • Mendapatkan data yang relevan untuk tujuan penelitian.
  • Mendapatkan data dengan reliabilitas dan validitas yang setinggi mungkin.

Fungsi Kuesioner

Fungsi Kuesioner

Berikut merupakan fungsi kuesioner, antara lain :

  • Untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan catatan permanen.
  • Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lainnya.
  • Pembuatan evaluasi program bimbingan.
  • Untuk mengambil sampling sikap atau pendapat dari responden.

Baca juga : Apa Itu Evaluasi ?

Jenis-Jenis Pertanyaan Dalam Kuesioner

Jenis-Jenis Pertanyaan Dalam Kuesioner

Dalam kuesioner, pertanyaan dibedakan menjadi berikut.

1. Pertanyaan Tertutup (Closed Question)

Pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden. Responden hanya dapat memilih jawaban yang tertera pada kuesioner. Responden tidak dapat memberikan jawaban secara bebas yang mungkin dikehendaki oleh responden yang bersangkutan. Umumnya jenis kuesioner digunakan jika masalahnya telah jelas.

2. Pertanyaan Terbuka (Open Question)

Pertanyaan terbuka yaitu jenis pertanyaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapannya. Orang yang ingin mendapatkan opini biasanya menggunakan kuesioner jenis metode ini.

3. Pertanyaan Terbuka dan Tertutup (Open and Closed Question)

Pertanyaan terbuka dan tertutup yaitu percampuran antara pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.

Petunjuk dapat digunakan untuk memilih bahasa dalam kuesioner yaitu sebagai berikut.

  • Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin.
  • Usahakan kalimat yang digunakan tetap sederhana.
  • Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidakjelasan dalam pilihan kata-kata.
  • Hindari menggunakan pertanyaan yang spesifik.
  • Pertanyaan yang digunakan harus singkat.
  • Jangan memihak responden dengan berbicara kepada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
  • Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Dan, hindari bias dalam pertanyaan-pertanyaan yang menyulitkan.
  • Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat, artinya orang yang mampu merespon. Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
  • Sebelum menggunakannya, pastikan dahulu jika pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat.
  • Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaan sudah tepat bagi responden.

Baca juga : Apa Itu Analisis ?

Kelebihan dan Kekurangan Metode Kuesioner

Kelebihan dan Kekurangan Metode Kuesioner

Kelebihan Metode Kuesioner

Berikut merupakan beberapa kelebihan metode kuesioner.

  • Tidak membutuhkan kehadiran peneliti.
  • Mampu dibagikan secara bersama-sama kepada seluruh responden.
  • Waktu yang fleksibel, tergantung waktu senggang responden.
  • Dapat dibuat anonim atau tanpa nama sehingga responden tidak malu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.
  • Pertanyaan dapat distandarkan.

Kekurangan Metode Kuesioner

Berikut ini merupakan kekurangan metode ini yaitu.

  • Responden sering tidak teliti, terkadang ada pertanyaan yang terlewatkan.
  • Responden sering tidak jujur meski anonim.
  • Kuesioner sering tidak kembali jika dikirim lewat pos atau jasa pengiriman lainnya.
  • Responden dengan tingkat pendidikan tertentu kemungkinan kesulitan mengisi kuesioner.

Syarat Membuat Kuesioner yang Baik

Syarat Membuat Kuesioner yang Baik

Syarat yang harus dipenuhi guna membuat kuesioner yang baik adalah :

  • Pertanyaan dibuat dengan bahasa yang jelas dan tidak ambigu atau multitafsir.
  • Pertanyaan berkaitan dengan masalah yang hendak dipecahkan dalam penelitian, juga menggunakan bahasa baku yang mudah dipahami.
  • Banyak membaca jurnal yang berjudul tentang penelitian dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.
  • Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal tidak ada salahnya sebagai peneliti yang memberikan kuesioner kepada responden memilih waktu yang tepat, dan usahakan jangan sampai mengganggu pihak responden.

Skala Dalam Kuesioner

Skala Dalam Kuesioner

Pengertian penskalaan yaitu proses menetapkan nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut.

Berikut adalah alasan penganalisis sistem mendesain skala.

  • Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.
  • Agar responden memilih subjek kuesioner.

Bentuk skala pengukuran dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

1. Nominal

Skala nominal yaitu bentuk pengukuran yang paling lemah. Skala nominal berfungsi untuk mengklasifikasikan sesuatu. Umumnya semua analis dapat menggunakan skala jenis ini untuk mendapatkan jumlah total untuk setiap klasifikasi.

Contoh Skala Nominal Yaitu :

Apa jenis perangkat lunak yang paling sering Anda gunakan ?

1 = Pengolah kata 2 = Spreadsheet 3 = Basis Data 4 = Program e-mail

2. Ordinal

Skala ordinal mirip dengan skala nominal, yaitu sama-sama memungkinkan dilakukannya klasifikasi. Perbedaan antara skala ordinal dan skala nominal adalah jika skala ordinal menggunakan susunan posisi. Skala jenis ini sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya.

3. Interval

Skala interval memiliki karakteristik, yaitu interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik, operasi matematisnya dapat ditampilkan dalam data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lengkap.

4. Rasio

Skala rasio yaitu jenis skala yang paling jarang digunakan. Skala rasio hampir sama dengan skala interval artinya interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio mempunyai nilai absolut nol.

Langkah-Langkah Penyusunan Angket atau Kuesioner

Langkah-Langkah Penyusunan Angket atau Kuesioner

Berikut langkah-langkah penyusunan angket atau kuesioner, yaitu:

  • Menentukan tujuan penggunaan angket atau skala psikologis. Skala psikologis penulis buat bertujuan untuk mengungkapkan variabel pengaruh bimbingan karir terhadap kemandirian siswa dalam memilih karir
  • Membuat kisi-kisi angket, meliputi indikator dan jumlah item pertanyaan dan pernyataan.
  • Menentukan bentuk angket atau skala psikologis. Bentuk angket yang digunakan penulis yaitu angket terstruktur.
  • Membuat item pertanyaan skala psikologis dalam bentuk pilihan ganda dengan option dan skor.

Baca juga : Contoh Rumusan Masalah

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Kuesioner, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close