Umum

Apa Itu Pengertian Kerajinan : Fungsi, Jenis dan Contoh

Orang kerap mengagumi suatu hasil kerajinan, entah itu kerajinan yang terbuat dari anyaman ataukah dari bahan sintesis. Baik karena detailnya yang rumit, idenya yang unik, maupun makna filosofisnya yang menarik hati dan mata.

Kerajinan bisa dibuat dari kayu, plastik, kain atau bahan-bahan sampah limbah yang sudah tidak digunakan. Melalui olahan dan tangan yang kreatif bahan tersebut dapat dibuat menjadi suatu benda dengan nilai ekonomis.

Berikut ini artikel akan membahas mengenai apa itu kerajinan? mulai dari pengertian kerajinan, fungsi, tahapan, bahan dan jenis-jenis kerajinan. Simak Pengertian Kerajinan di bawah ini.

Baca juga : Mesin Offset Printing

Pengertian Kerajinan

Pengertian Kerajinan

Secara umum, kerajinan adalah suatu proses untuk membuat produk dengan menonjolkan fungsinya untuk dipakai dan sebagai pajangan dengan nilai estetika yang indah.

Semakin tinggi kualitas bahan dan rumitnya proses pembuatan, maka kerajinan akan dihargai dengan biaya yang semakin mahal.

Definisi lain yang menjelaskan bahwa kerajinan yaitu usaha yang dilakukan secara konstan dengan tekun, gigih, cekatan, dedikasi tinggi, dan memiliki daya juang untuk maju dalam membuat suatu karya.

Fungsi Kerajinan

Fungsi Kerajinan

Dilihat dari segi manfaat, kerajinan memiliki 2 fungsi, yaitu fungsi pakai dan fungsi hias. Fungsi pakai yaitu produk kerajinan yang mengedepankan aspek fungsional. Sehingga bisa dipastikan, Anda dapat memanfaatkan kerajinan ini untuk membantu pekerjaan.

Fungsi yang kedua yaitu fungsi hias. Berbeda dengan poin pertama, kerajinan yang memiliki fungsi hias umumnya hanya menonjolkan sisi estetika dan keindahan dibandingkan fungsi barangnya. Misalnya kerajinan patung, miniatur, dan sebagainya.

Bahan Pembuat Kerajinan

Bahan Pembuat Kerajinan

Jika Anda pecinta barang-barang seni, maka Anda telah terbiasa melihat dan menikmati berbagai barang kerajinan dengan material pembuat yang beragam. Namun dari semua bahan yang bisa dijadikan material pembuat kerajinan, dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori.

Seperti kategori kerajinan berbahan keras, dibagi lagi menjadi 2 material utama, yaitu keras alami dan keras buatan. Material keras alami yaitu material yang dapat ditemukan di area lingkungan sekitar. Ciri utama bentuknya keras dan kokoh. Contoh seperti bambu, kayu, dan rotan.

Sedangkan yang kedua yaitu bahan keras buatan, yaitu material kerajinan yang telah melalui proses tertentu seperti logam, kaca, plastik, kain, dan sebagainya.

Ada pula barang kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang lunak. Tidak jauh berbeda dengan bahan keras, material yang lunak dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu lunak alami dan buatan.

Contoh bahan lunak yang sudah tidak asing di mata pecintanya seperti serat alam, tanah liat, dan kulit hewan. Ini adalah contoh bahan lunak alami. Sedangkan untuk bahan buatan yang lunak dapat dijumpai pada barang berbahan lilin, sabun, spons, dan bubur kertas.

Tahapan Pembuatan Kerajinan

Tahapan Pembuatan Kerajinan

Meski setiap material memiliki cara penanganannya yang berbeda, namun secara umum cara yang diperlukan dalam membuat barang kerajinan bisa dijabarkan menjadi beberapa tahapan.

Pertama, Anda perlu membuat rancangan terlebih dahulu. Pada tahap pertama ini, Anda perlu membuat ide lalu dirancang dengan bangunan yang kongkret. Atau bisa menggambar detailnya menggunakan pensil dan kertas, atau bisa juga dibuat secara digital menggunakan komputer.

Setelah membuat rancangan yang baik, maka tahap berikutnya adalah menyiapkan alat dan bahan. Pastikan kualitas bahan dan cara penggunaan alat tersebut supaya hasil akhir produk kerajinan memuaskan. Terlebih lagi apabila barang yang ingin Anda buat membutuhkan detail yang cukup sulit dan rumit.

Saat rancangan, alat, dan bahan telah siap, maka saatnya untuk Anda memulai mewujudkan rancangan yang ada supaya menjadi produk barang nyata. Lebih baik buat bagian dasar sebelum menyelesaikan bagian lainnya.

Terakhir yang tidak kalah penting yaitu tahap penyelesaian. Rapikan kerajinan Anda dan bersihkan dari sisa yang mungkin muncul selama proses pembuatan. Atau Anda juga dapat menambah dekorasi atau mempercantiknya dengan cat.

Jenis-Jenis Kerajinan dan Contohnya

Jenis-Jenis Kerajinan dan Contohnya

Ada banyak jenis kerajinan yang dapat ditemui di sekitar atau di pameran dan museum seni. Semakin kreatif seseorang, maka semakin mampu untuk membuat jenis kerajinan yang baru dan otentik. Beberapa jenis yang paling umum adalah:

1. Kerajinan Dari Tanah Liat

Selain mudah dijumpai, alasan utama mengapa tanah liat menjadi bahan favorit bagi banyak perajin karena mudah dibentuk. Dengan teknik yang benar, Anda akan mendapatkan kerajinan yang tahan lama dan berkualitas baik dengan bahan dasar ini.

Contoh kerajinan yang menggunakan bahan dasar tanah liat seperti gerabah dan keramik. Kedua barang ini sangat bermanfaat dalam rumah tangga. Contohnya seperti teko, pot dan vas bunga, serta tempat penyimpanan lainnya.

2. Kerajinan Dari Kayu dan Bambu

Kayu dan bambu yaitu 2 material utama yang paling banyak digunakan sebagai bahan utama kerajinan. Contohnya seperti perabot, hiasan lampu, patung, dan sebagainya.  Jenis kayu yang dipakai yaitu kayu jati, mahoni, pinus, dan lainnya. Semakin bagus dan kokoh konstruksinya, maka harganya akan lebih mahal.

Dalam membuat kerajinan berbahan dasar kayu, ada beberapa peralatan khas yang akan membantu seperti pulpen ukir, cat kayu, vernis, lem kayu, serta amplas.

Pulpen ukir digunakan untuk mengukir, memberi dekorasi, dan mengerjakan detail-detail yang rumit, kecil dan sulit dijangkau dengan alat yang besar. Penggunaan alat ini tentu membutuhkan kesabaran ketelitian serta keakuratan yang tinggi.

Cat kayu dan vernis dasarnya digunakan untuk melapisi kayu agar terlihat menarik, atraktif, sekaligus terhindar dari rayap dan serangga yang berpotensi membuatnya lapuk.

Perbedaan utama antara cat kayu dan cat biasa yaitu cat kayu dirancang khusus agar tahan air dengan daya rekat yang lebih kuat. Sedangkan pemakaian vernis berguna untuk mempertahankan warna dan tekstur asli kayu dan membuatnya menjadi lebih mengkilap dan bercahaya.

Namun sebelum pada proses pewarnaan atau pelapisan dengan vernis, pastikan permukaan kayu telah diamplas dengan baik. Tahap ini sangat krusial dalam menentukan hasil akhir kerajinan. Sehingga tidak boleh terlewat.

3. Kerajinan Dari Serat Alam

Di negara kita ada banyak akan sumber daya alam. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan yang unik dengan berbahan dasar alam. Apabila kayu dan bambu terdengar sangat membosankan, Anda dapat memanfaatkan serat alam lainnya.

Eceng gondok contoh tanaman yang sangat mudah dijumpai yang terapung di kolam air tawar. Sebaliknya para perajin bisa mengubah tanaman pengganggu ini menjadi sumber uang karena memiliki prospek yang baik.

Kelebihan utama dari eceng gondok karena seratnya yang sangat kuat. Untuk mendapatkan serat, Anda dapat mengeringkannya terlebih dahulu sebelum dibentuk menjadi kerajinan tangan.

Selain eceng gondok, pelepah pisang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Keberadaannya sangat melimpah, namun sayangnya masih kerap dianggap sampah. Padahal, dapat mengeringkannya untuk dibuat menjadi kerajinan lukis.

Kulit jagung juga telah banyak dimanfaatkan untuk membuat kerajinan seperti kerajinan dinding dan rangkaian bunga artifisial. Bentuk seratnya yang unik membuat kerajinan yang dihasilkan terlihat asri tanpa kehilangan sisi unik.

4. Kerajinan Dari Logam

Berbeda dengan kerajinan dengan bahan alam lainnya yang mudah lapuk dan cenderung tidak tahan lama, banyak orang memilih untuk menggunakan bahan logam. Hal ini dikarenakan logam dengan tekstur kokoh, anti karat, serta permukaannya mengkilat.

Beberapa jenis logam yang banyak digunakan seperti aluminium, tembaga, kuningan, serta stainless steel. Logam mulia seperti emas, perak, dan perunggu juga biasa digunakan untuk kerajinan yang mewah dan mahal.

5. Kerajinan Dari Batu

Batu tidak hanya bermanfaat sebagai salah satu material pembuat bangunan semata namun juga untuk bahan kerajinan. Dengan bentuk, corak, dan warna yang beragam, kerajinan dari batu juga terlihat sama menariknya dengan kerajinan lain.

Kerajinan dari batu banyak digunakan sebagai hiasan di dalam ruangan, di dinding, dan di luar ruangan. Apabila diletakkan di dalam ruangan, material batu dapat memberi kesan alami dan menyejukkan ke dalam ruangan.

6. Kerajinan Dari Bahan Bekas

Karya Seni tidak hanya enak dipandang namun juga dapat dimanfaatkan sebagai media promosi yang efektif. Salah satu yang dapat disuarakan melalui hasil kerajinan seperti mengenai isu lingkungan hidup.

Menggunakan barang bekas bisa diubah menjadi kerajinan yang bagus dan fungsional telah menjadi sebuah tren yang berkembang terutama di kalangan generasi muda milenial.

Jika Anda tertarik, dapat mulai memanfaatkan botol dan kaleng bekas, kertas daur ulang, serta kemasan plastik sekali pakai. Selain menghasilkan karya yang indah, juga telah secara aktif berkontribusi pada kelestarian lingkungan sekitar.

Intinya, pembuatan barang kerajinan selalu membutuhkan adanya jiwa kreativitas manusia yang didukung oleh keterampilan tangan dan kecanggihan alat yang digunakan. Dan, perlu diketahui bahwa kerajinan yang indah tidak selamanya membutuhkan bahan mahal.

Baca juga : Mesin Cutting Sticker

Demikianlah ulasan mengenai Pengertian Kerajinan, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close