Umum

Apa Itu Pengertian Karakter : Jenis, Proses, Faktor & Contoh

Karakter adalah sebuah watak, sifat, akhlak atau kepribadian yang membedakan seorang individu dengan individu lainnya. Atau karakter bisa  dikatakan sebagai keadaan yang sebenarnya dari dalam diri seorang individu, yang membedakan antara dirinya dengan individu lain. Setiap orang tentu memiliki karakter yang berbeda, oleh sebab itu berikut simak penjelasan mengenai pengertian karakter yang bisa diketahui:

Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter

Dan yang dimaksud dengan pendidikan karakter yaitu suatu sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada seorang individu, yang meliputi seperti ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan dan tindakan untuk dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, orang lain, lingkungannya dan bangsa dan negaranya.

Baca juga : Apa Itu Konsep Diri ?

Nilai-Nilai Karakter

Nilai-Nilai Karakter

Individu yang berkarakter baik adalah orang yang selalu berusaha untuk melakukan berbagai hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya sendiri, lingkungannya, orang lain, bangsa dan negaranya. Karakter yang baik artinya individu yang mengetahui tentang potensinya sendiri dan memiliki nilai-nilai sebagai berikut ini:

1. Nilai Hubungannya Dengan Tuhan

Dalam hal ini yaitu nilai religius, adalah tindakan seorang individu yang selalu diupayakan berdasarkan dari nilai-nilai ketuhanan atau ajaran agamanya.

2. Nilai Hubungannya Dengan Sesama

Adapun nilai hubungannya dengan sesama diantaranya adalah:

  • Menghargai hak dan kewajiban orang lain, adalah sikap yang selalu menghormati dan melaksanakan apa yang sudah menjadi hak orang lain dan dirinya sendiri.
  • Selalu patuh terhadap peraturan sosial, adalah sikap taat terhadap peraturan yang ada hubungannya dengan kepentingan umum atau masyarakat.
  • Sopan dan santun, adalah sikap menghormati, ramah dan berprilaku baik terhadap orang lain.
  • Menghargai karya dan prestasi orang lain, adalah sikap yang mengakui dan menghormati apa yang sudah dicapai oleh orang lain.
  • Demokratis, adalah sikap dan perilaku seseorang yang dilandasi oleh nilai-nilai dari demokrasi itu sendiri.

3. Nilai Hubungannya Dengan Diri Sendiri

Adapun nilai hubungannya dengan diri sendiri diantaranya yaitu:

  • Bersikap jujur, adalah perilaku menjadikan diri sendiri sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan, tindakan, orang lain dan terhadap dirinya sendiri.
  • Selalu bertanggung jawab, adalah sikap maupun perilaku untuk melaksanakan kewajiban dan tugas seperti yang seharusnya dilakukan baik itu terhadap dirinya sendiri, lingkungan, negara dan lain-lainnya.
  • Selalu disiplin, adalah sikap dan perilaku patuh terhadap peraturan atau norma-norma yang berlaku dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
  • Selalu bekerja keras, adalah sikap tidak mudah menyerah dan sungguh-sungguh baik itu dalam mencapai sesuatu, menyelesaikan permasalahan dan lain-lainnya.
  • Berpola hidup sehat, adalah sikap yang selalu berupaya menerapkan pola hidup yang baik, supaya dapat menciptakan kehidupan yang sehat dan juga selalu berupaya untuk menghindari pola hidup buruk.
  • Percaya diri, adalah sikap yang dimiliki oleh seorang individu yang percaya atau yakin akan kemampuannya sendiri dalam mencapai sesuatu atau keinginannya.
  • Mandiri, adalah sikap yang tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam menyelesaikan permasalahan yang menimpa dirinya.
  • Rasa ingin tahu yang tinggi, adalah sikap rasa ingin tahu yang tinggi atau selalu berupaya untuk mengetahui lebih luas dari apa yang sudah dipelajari.
  • Cinta terhadap ilmu pengetahuan, adalah cara berpikir untuk menunjukan kepedulian yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan dengan cara mempelajari dan menambah ilmu pengetahuan.
  • Selalu berpikir logis, kritis dan inovatif, adalah cara berpikir dalam melakukan sesuatu sesuai dengan kenyatan dan logika untuk menghasilkan hasil yang baru serta termutakhir dari apa yang sudah dimiliki.

4. Nilai Hubunganya Dengan Lingkungan

Adapun nilai hubungannya dengan lingkungan diantaranya yaitu:

  • Rasa peduli terhadap lingkungan, adalah sikap yang selalu mencegah kerusakan terhadap lingkungan dan berupaya untuk memperbaikinya jika terjadi kerusakan pada lingkungan serta selalu menjaga kelestarian alam.
  • Peduli Sosial, adalah sikap yang selalu memberi bantuan atau menolong orang lain yang memang sedang membutuhkan bantuan.
  • Menghargai keberagaman atau perbedaan, adalah sikap yang menghormati dan menghargai keragaman budaya, agama, adat dan lain-lainnya.
  • Nilai kebangsaan, adalah sikap yang selalu mementingkan bangsa dan negaranya diatas kepentingan pribadi.

Baca juga : Apa Itu Etiket ?

Jenis-Jenis Karakter Manusia

Jenis-Jenis Karakter Manusia

Setiap orang pastinya memiliki karakter atau kepribadian yang berbeda-beda. Jenis Karakter manusia dapat dibagi menjadi 4 (empat) kategori, yaitu :

1. Sanguinis

Seseorang yang memilik jenis karakter ini umumnya suka bergaul dengan orang lain (ekstrovet). Selain itu seorang yang berkarakter sanguinis adalah seorang yang memiliki kepribadian yang menarik, suka berbicara, memiliki rasa humor, dan sebagainya.

Mereka juga seorang yang ekspresif, antusias, periang dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.

Namun seseorang yang memiliki jenis karakter sanguinis memiliki kekurangan yaitu suka mementingkan diri sendiri, tidak suka mendapatkan kritik dan pelupa.

2. Jenis Karakter Melankolis

Seseorang yang memiliki jenis karakter melankolis adalah seseorang yang tidak suka bergaul dengan orang lain (introvert), pemikir, dan memiliki sifat pesimis.

Umumnya mereka adalah seseorang yang suka berpikir secara mendalam, serius, tekun, suka berkorban dan cenderung idealis.

Walau mereka tergolong introvert namun mereka memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi dan suka membantu permasalahan orang lain.

3. Jenis Karakter Koleris

Koleris biasanya jenis karakter yang sangat cocok untuk dijadikan seorang pemimpin. Karena mereka suka mengatur, berpetualang, senang dengan tantangan, tegas dalam mengambil keputusan serta tidak mudah untuk menyerah.

Di balik kelebihannya, seorang yang berkarakter koleris biasanya sering menciptakan kontroversi karena mereka senang memerintah, terlalu kaku dan sering membuat keputusan yang terburu-buru.

4. Jenis Karakter Plegmatis

Seseorang yang memiliki karakter plegmatis dapat disebut orang yang cuek atau santai. Karakter plegmatis ini lebih dapat berdamai dengan kehidupan bahkan di saat mereka menghadapi permasalahan yang sulit sekalipun.

Plegmatis bisa dikatakan sebagai kebalikan dari karakter melankolis karena karakter plegmatis lebih tidak bisa memendam dendam dan rasa kecewa terlalu lama.

Sikap bersahabat dan cinta damai yang dimiliki oleh seorang plegmatis membuat dia sering dimanfaatkan orang lain.

Bahkan seorang plegmatis tidak memiliki tujuan yang pasti karena mereka hidup seperti air yang mengalir atau menerima apa adanya.

Proses Pembentukan Karakter

Proses Pembentukan Karakter

Seseorang sejak lahir sampai berumur tiga tahun atau bahkan hingga lima tahun, kemampuan nalar belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar mereka masih dapat menerima seluruh informasi dan stimulus tanpa adanya penyeleksian mulai dari orang tua dan lingkungan.

Hal ini merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter seseorang yang selanjutnya pembentukan karakter akan terpengaruh dari lingkungan sekitar, televisi, buku,, internet dan sumber lain yang dapat menambah pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisa objek luar.

Di sinilah peran pikiran sadar menjadi semakin dominan dan penyaringan informasi melalui panca indera akan mudah diterima oleh pikiran bawah sara.

Dengan semakin banyak informasi yang diterima maka akan semakin tinggi kepercayaan dan pola pikir sehingga membangun kebiasaan dan karakter yang berbeda dari masing-masing individu.

Hal ini akan membuat setiap individu memiliki sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self image), kebiasaan yang unik (habit).

Apabila sistem kepercayaan benar dan selaras maka individu akan memiliki karakter yang baik dan begitu juga sebaliknya jika sistem kepercayaan tidak selaras maka individu akan memiliki karakter yang tidak baik.

Faktor Pembentukan Karakter

Faktor Pembentukan Karakter

Karakter seseorang tidaklah terbentuk dengan sendirinya namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi karakter :

1. Faktor Biologis

Pengaruh faktor biologis yaitu faktor yang berasal dari dalam diri sendiri dan juga berasal dari faktor keturunan atau bawaan sejak lahir.

2. Faktor Lingkungan

Selain dari faktor biologis, karakter dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti lingkungan hidup, pendidikan, kondisi masyarakat dan juga semua faktor eksternal yang memiliki dampak terhadap pembentukan karakter.

Adat istiadat yang berlaku dan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari bisa untuk mempengaruhi karakter seseorang.

Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam pembentukan karakter seseorang melalui pembiasaan juga contoh nyata.

Berdasarkan dari dua faktor di atas maka karakter seseorang dapat terbentuk dari dua sisi yaitu dari kekuatan dalam diri sendiri (faktor biologis) dan juga kekuatan dari luar (faktor lingkungan).

Contoh Karakter

Contoh Karakter

Berikut beberapa contoh karakter yaitu:

  1. Mudah bergaul
  2. Sombong
  3. Labil
  4. Optimis
  5. Minder
  6. Suka mencari perhatian
  7. Pendendam
  8. Perfeksionis
  9. Pesimis
  10. Sensitif
  11. Egois
  12. Moody
  13. Ambisius
  14. Penyendiri
  15. Jujur
  16. Rendah hati
  17. Dermawan
  18. Pembangkang
  19. Bijaksana
  20. Pendusta
  21. Keras kepala
  22. Tempramental
  23. Setia
  24. Sopan
  25. Ramah

Baca juga : Manajemen Sumber Daya Manusia

Dan masih banyak lagi karakter yang bisa diketahui dari kebiasaan seseorang. Demikian penjelasan mengenai pengertian karakter, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close