Teknologi

Apa Itu Pengertian Internet of Things : Cara Kerja dan Unsur

Dengan berkembangnya teknologi internet of things masa ini, menjadi perhatian bagi semua orang tentunya di Indonesia. Berbagai kegiatan atau aktivitas bisa dibantu dan diselesaikan dengan mudah oleh teknologi ini. Contoh jika kita melihat di luar negeri, keluar mobil pintar (smart car). Mobil yang bisa jalan sendiri ke lokasi yang sudah ditetapkan melalui aplikasi dan tanpa pengemudi di dalamnya atau mobil tanpa awak.

Lalu ada mesin pintar Alexa, mesin yang dapat bersuara seperti manusia untuk mengingatkan semua kegiatan yang Anda jadwalkan. Semua teknologi yang saya sebutkan diatas termasuk bagian dari Internet of Things.

Baca juga : Apa Itu StartUp ?

Pengertian Internet of Things

Pengertian Internet of Things

Internet of Things yaitu sebuah konsep dimana objek tertentu memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan wifi, jadi proses ini tidak membutuhkan interaksi dari manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Semua sudah dijalankan secara otomatis dengan sebuah program.

Internet of Things disebut dengan IoT. Dan teknologi ini sudah berkembang pesat mulai dari teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS) dan internet.

Tidak hanya itu saja , IoT juga diidentifikasi dengan RFID untuk metode komunikasinya. Dan IoT bisa mencakup teknologi lainnya seperti sensor, nirkabel dan kode QR. Kemampuan dari Internet of Things bermacam – macam, mulai dari berbagi data dan juga menjadi remote control.

Baca juga : Layanan Voip

Cara Kerja Internet of Things

Cara Kerja Internet of Things

Cara kerja IoT yaitu dengan memanfaatkan suatu program, dimana setiap program yang dibuat dapat menghasilkan sebuah interaksi antara mesin yang terhubung otomatis tanpa adanya campur tangan manusia. Dan tanpa terbatas jarak akan bisa terhubung saat status aktif terus.

Baca juga : Apa Itu Dana Dompet Digital ?

Bidang Penerapan IoT

Bidang Penerapan IoT
  • Pertanian
  • Lingkungan
  • Rumah Pintar
  • Transportasi

Sebenarnya IoT bekerja dengan memanfaatkan suatu argumentasi pemrograman, dimana tiap perintah argumen tersebut bisa menghasilkan suatu interaksi antar mesin yang sudah terhubung secara otomatis tanpa adanya campur tangan manusia dan tanpa terbatas jarak berapapun jauhnya.

Jadi, Internet di sini menjadi penghubung antara kedua interaksi mesin tersebut. Manusia dalam IoT tugasnya hanya menjadi pengatur dan pengawas dari mesin yang bekerja secara langsung tersebut.

Dan tantangan terbesar yang bisa menjadi hambatan dalam mengkonfigurasi IoT yaitu bagaimana menyusun jaringan komunikasinya sendiri. Hal ini sebenarnya dikarenakan jaringannya sangatlah kompleks. Selain itu, IoT juga sangat perlu pada suatu sistem keamanan yang cukup ketat. Disamping masalah tersebut, biaya pengembangan IoT yang mahal sering menjadi penyebab kegagalannya. Dan akhisnyr, pembuatan dan pengembangannya bisa berakhir gagal produksi.

Baca juga : Komputer Server ?

Sejarah dan Perkembangannya

Sejarah dan Perkembangannya

IoT ini adalah teknologi canggih yang mampu melakukan transfer data lewat jaringan dengan interaksi yang mudah, masa depan dari pengembangannya menjadi sangat menjanjikan. Kehidupan manusia bisa dioptimalkan dan dipermudah dengan sensor cerdas dan peralatan pintar yang berbasis internet ini.

Awalnya, internet sendiri mulai terkenal di tahun 1989. Lalu pada tahun 1990, seorang peneliti bernama John Romkey membuat perangkat yang tergolong canggih. Perangkatnya yaitu pemanggang roti yang bisa dinyalakan atau juga dimatikan lewat internet.

Lalu di tahun 1994, seseorang bernama Steve Mann menciptakan WearCam, dan pada tahun 1997 Paul Saffo menjelaskan secara singkat mengenai penemuannya mengenai teknologi sensor dan masa depannya nanti. Baru di tahun 1999 Kevin Ashton membuat konsep Internet of Things. Kevin adalah Direktur Auto IDCentre dari MIT.

Di tahun yang sama, yaitu 1999, ditemukan mesin yang sistemnya berbasis pada Radio Frequency Identification (RFID) secara global. Penemuan ini yang menjadi awal kepopuleran dari konsep IoT. Terutama pakar teknologi menjadi berlomba mengembangkan teknologinya sesuai konsep IoT.

Di tahun 2000, brand ternama LG mengumumkan rencananya untuk membuat dan merilis teknologi IoT seperti lemari pintar. Lemari pintar mampu menentukan apakah ada stok makanan yang harus diisi ulang dalam lemarinya atau tidak.

Lalu, tahun 2003, FRID mulai ditempatkan pada posisi penting dalam masa pengembangan teknologi di Amerika, melalui Program Savi. Pada tahun yang sama, perusahaan ritel raksasa Walmart menyebarkan RFID di semua cabang tokonya yang tersedia di berbagai belahan dunia.

IoT kembali terkenal tahun 2005, yaitu pada saat media ternama semacam The Guardian dan Boston Globe mengutip dari artikel ilmiah dan proses pengembangan IoT. Di tahun 2008, berbagai macam perusahaan setuju untuk meluncurkan IPSO untuk memasarkan penggunaan IP dalam jaringan bagi “Smart Object” yang bertujuan mengaktifkan IoT itu sendiri.

Baca juga : Sejarah Komputer

Unsur-Unsur Pembentuk IoT

Unsur-Unsur Pembentuk IoT

Ada beberapa unsur pembentuk IoT yang termasuk kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, keterlibatan aktif dan pemakaian perangkat berukuran kecil. Berikut, masing-masing unsur pembentuk tersebut dengan singkat:

Kecerdasan Buatan

IoT membuat hampir semua mesin yang ada menjadi “Smart”. Artinya IoT bisa meningkatkan segala aspek kehidupan dengan pengembangan teknologi yang didasarkan pada AI. Sehingga, pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data, algoritma kecerdasan buatan, dan jaringan yang tersedia. Contohnya bisa seperti mesin yang tergolong sederhana semacam meningkatkan dan mengembangkan lemari es atau kulkas Anda sehingga bisa mendeteksi jika stok susu dan sereal favorit sudah hampir habis, dan bisa juga membuat pesanan ke supermarket secara otomatis jika stok mau habis.

Konektivitas

Dalam IoT, kemungkinan untuk membuat/membuka jaringan baru, dan jaringan khusus IoT. Jaringan tidak lagi terikat hanya dengan penyedia utamanya saja. Jaringannya tidak harus berskala besar dan mahal, bisa tersedia pada skala yang jauh lebih kecil dan lebih murah. IoT bisa menciptakan jaringan kecil di antara perangkat sistem.

Sensor

Merupakan pembeda yang membuat IoT unik dibanding mesin canggih lainnya. Sensor ini mampu mendefinisikan instrumen, yang mengubah IoT dari jaringan standar dan cenderung pasif dalam perangkat, sampai menjadi suatu sistem aktif yang sanggup diintegrasikan ke dunia nyata sehari-hari.

Keterlibatan Aktif

yang sering diterapkan dalam teknologi umumnya dan termasuk pasif. IoT mengenalkan paradigma yang baru bagi konten aktif, produk, dan keterlibatan layanan.

Perangkat Berukuran Kecil

Perangkat, seperti yang diperkirakan oleh pakar teknologi, menjadi semakin kecil, makin murah, dan lebih kuat dari masa ke masa. IoT memanfaatkan perangkat kecil yang dibuat khusus agar menghasilkan ketepatan, skalabilitas, juga fleksibilitas yang baik.

Dengan demikian dapat diketahui apa pengertian Internet Of Things yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close