Pendidikan

Apa Itu Pengertian Hasad : Faktor, Macam, dan Akibat

Salah satu sifat tercela yang menghinggapi setiap orang yaitu sifat hasad. Berdasarkan kajian dari Imam al-Ghazali hasad memiliki 2 tingkatan yaitu pertama, Anda tidak suka orang lain mendapatkan nikmat dan Anda ingin menghilangkannya, lalu yang kedua, keinginan memperoleh nikmat serupa yang dimiliki orang lain, tanpa bermaksud atau berharap hilangnya nikmat tersebut pada orang lain, ini yang biasa disebut dengan istilah ghibhah.

Sifat hasad yaitu orang yang tanpa alasan yang rasional tidak senang kepada segala kelebihan dan keutamaan yang dimiliki oleh orang lain, baik kelebihan berupa harta benda, kekayaan, kedudukan, kehormatan, dan lainnya. Bisa jadi, orang hasad membenci orang lain yang sebetulnya tidak memiliki nikmat atau kelebihan apa-apa, tetapi oleh yang hasad diduga memilikinya.

Apa Itu Pengertian Hasad : Faktor, Macam, dan Akibat

Dan bisa pula orang hasad akan merasa senang kalau orang lain terus-menerus dalam kondisi kesusahan dan kekurangan, meski ia tahu bahwa yang bersangkutan sudah tidak memiliki kelebihan apa-apa. Jadi, hasad kecenderungan membenci semua orang tanpa alasan yang jelas, rasional dan dibenarkan oleh ajaran agama.

Dalam kehidupan bermasyarakat tentu banyak contoh perilaku terpuji dan perilaku tidak terpuji. Salah satu contoh perilaku tidak terpuji yaitu Hasad. Pada kesempatan ini akan berbagi informasi tentang Pengertian Hasad dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga : Apa Itu Ikhtiar ?

Pengertian Hasad ( Dengki )

Pengertian Hasad ( Dengki )

Hasad berasal dari bahasa arab yaitu  حَسَدَ يَحْسِدُ وَيَحْسُدُ  (hasad-yahsudu/yahsidu) yang artinya adalah iri, dengki.

Hasad adalah suatu sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang lain yang memperoleh keberuntungan, kenikmatan atau karunia dari Allah swt.

Sifat ini bisa timbul kepada seseorang apabila ia merasa tidak senang terhadap keberhasilan orang lain.

Baca juga : Apa itu Tawakal ?

Larangan Sifat Hasad

Larangan Sifat Hasad

Larangan sifat hasad disebutkan dalam Hadist Abu Daud :

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّرُ الْحَطَبَ.

Artinya : Jagalah dirimu dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu merusak kebaikan. Sebagaimana api memakan kayu bakar (HR. Abu Daud No. 4257 dari Abu Hurairah).

Baca juga : Apa Itu Tabligh ?

Faktor yang Menyebabkan Sifat Hasad

Faktor yang Menyebabkan Sifat Hasad

Terdapat beberapa faktor yang membawa kepada sifat hasad atau dengki diantaranya, yaitu :

  • Permusuhan
  • Sifat berbanggga diri
  • Lebih mencintai hal yang bersifat duniawi
  • Cintakan pangkat dan kedudukan
  • Jiwa yang kotor
  • Sikap saling membenci

Macam-Macam Hasad

Macam-Macam Hasad

Meski sebagian besar sifat hasad adalah tindakan yang tercela namun terdapat sifat hasad yang terpuji. Karenanya Hasad dibedakan menjadi 2 macam  yaitu :

1. Hasad Tercela

Dalam Hasad yang sifatnya tercela biasanya seseorang yang berangan-angan hilangnya nikmat dari saudaranya, dan hukumnya adalah haram.

2. Hasad yang Terpuji (Ghibthoh)

Hasad yang terpuji bisa berupa keinginan yang serupa dengan saudaranya dalam hal kebaikan dan tidak berharap nikmat atas saudaranya hilang.

Baca juga : Apa Itu Qanaah ?

Tanda-Tanda Orang yang  Memiliki Sifat Hasad

Tanda-Tanda Orang yang Memiliki Sifat Hasad

Beberapa tanda seseorang yang memiliki sifat hasad yaitu :

  • Mengungkit dan mengumumkan kekeliruan saudara atau saingannya.
  • Merasa puas apabila saingannya dicela orang lain.
  • Merasa dan sesak dadanya jika saingannya dipuji orang lain.
  • Berusaha mencari kesalahan orang yang ia benci.
  • Merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain.

Akibat Sifat Hasad

Akibat Sifat Hasad

Sifat hasad memiliki akibat yang buruk dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa akibat yang akan timbul akibat sifat hasad.

  • Dibenci oleh Allah SWT.
  • Dibenci dalam lingkungan masyarakat.
  • Menghilangkan kebaikan yang ada pada dirinya.
  • Merusak tali silaturahmi.
  • Menghancurkan persaudaraan yang telah terbangun.
  • Hidupnya tidak tenang.

Karena kebencian dan kedengkiannya, orang hasad diam-diam biasanya menginginkan orang yang dibencinya celaka. Jika sudah begitu, besar kemungkinan baik secara langsung dan tidak langsung kita akan ikut terlibat dalam usaha mencelakakannya.

Maka, timbullah ghībah dan fitnah, yaitu menyebar berita buruk mengenai orang yang dibencinya, baik berita itu benar adanya, apalagi tidak benar .Orang yang hasad, hatinya selalu gelisah. Kegelisahannya bukan disebabkan karena kekurangan yang ada pada dirinya semata, namun lebih dari itu karena kelebihan yang ada pada orang lain. Ia lebih fokus memperhatikan kelebihan orang lain daripada introspeksi atas kekurangan pada dirinya sendiri.

Jika berusaha, maka usahanya dikerahkan untuk menghilangkan kelebihan pada orang lain, daripada usaha untuk memperbaiki dirinya sendiri. Nabi pernah mengingatkan kita semua:

عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم قالَ: « إِيَاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كما تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi S.a.w bersabda: Jauhilah olehmu sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu dapat menghilankan segala kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu yang kering. (HR. Abu Dawud)

Orang yang dengki atau hasad, di dalam hatinya tersembunyi keinginan agar orang lain celaka. Maka kedengkian itu menjadi bukti yang nyata sekali bahwa sesungguhnya di dalam hatinya tidak memeiliki i’tikad baik kepada lain secara tulus.

Maka, jika terdapat kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh seorang pendengki dapat dipastikan jika sesungguhnya kebaikan-kebaikan yang diperbuatnya itu palsu belaka.

Suatu perbuatan baik tanpa disertai dengan niat atau i’tikad baik, maka mustahil akan melahirkan perbuatan yang tulus serta iklas. Dengan kata lain, perbuatan baiknya kepada orang lain hanya untuk menutupi kebusukan niatnya yang tersembunyi di dalam hati. Karena itu, sifatnya tersembunyi dan sulit diketahui secara lahiriah, Al-Qur’an dalam surat al-Falaq menganjurkan kepada kita agar senantiasa berlindung kepada Allah dari kejahatan pendengki, karena hanya Allah-lah yang mengetahui apa yang tersembunyi.

Surat al-Falaq, mengingat kandungan makna dan sebab nuzūl-nya, maka kita juga dianjurkan untuk membacanya jika melihat suatu kenikmatan yang ada pada orang lain.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ .وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ .وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan peniup-peniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki. (Q, s. al-Falaq / 113:1-5).

Islam sangat mencela perbuatan hasad, karena hasad menjadi pangkal permusuhan. Dalam ajaran Islam, hasad hanya dibolehkan dalam dua hal: terhadap yang orang dianugerahi harta oleh Allah lalu ia menafkahkannya dengan benar, dan terhadap orang yang dianugerahi ilmu lalu ia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. Rasulullah S.a.w bersabda:

عن ابنِ مسعودٍ رضيَ اللهُ عنه قال: سمعتُ النبيِّ صلى الله عليه وسلم يقول «لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٍ آتاهُ اللهُ مالاً فَسَلَّطَهُ عَلىَ هَلَكتهِ في الحَقِّ، ورَجُلٍ آتاهُ اللهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقضِي بِهَا ويُعلِّمها»

Dari Ibnu Mas’ud r.a, Rasulullah S.a.w bersabda: Tidak dibenarkan hasad kecuali dalam dua hal; terhadap seseorang yang diberi anugerah oleh Allah berupa harta lalu dia menafkahkannya di jalan yang benar, dan terhadap seseorang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga : Apa Itu Istiqomah ?

Demikian pemaparan mengenai Pengertian Hasad, semoga menjadi manfaat ilmu yang positif.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close