Umum

Apa Itu Pengertian Gempa Bumi : Penyebab, Jenis, dan Akibat

Indonesia beberapa tahun belakangan sering dikagetkan dengan kejadian alam yaitu gempa bumi. Dimana peristiwa ini cukup membuat kerugian yang cukup besar, baik secara materi dan juga jiwa.

Gempa bumi belum dapat diprediksi dan berbagai macam teknologi yang sudah ada pada masa kini, namun kekuatannya dapat diukur dengan menggunakan Seismometer. Skala yang paling umum untuk digunakan dalam mengukur kekuatan gempa bumi yaitu skala Richter. Namun, penyebab peristiwa alam ini juga beragam, untuk tahu lebih details mengenai gempa bumi, berikut ini ulasan mengenai Pengertian Gempa Bumi yang bisa ketahui.

Baca juga : Apa Itu Globalisasi ?

Pengertian Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan getaran atau getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Umumnya penyebab gempa bumi disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau juga lempeng bumi.

Gempa bumi yang berasal dari dua kata, yaitu gempa dan bumi. Gempa berarti getaran atau guncangan, sedangkan bumi yaitu planet bumi atau tempat tinggal manusia. Gempa bumi yaitu getaran yang terjadi di muka bumi dengan adanya sebab tertentu.

Frekuensi suatu wilayah didasarkan pada jenis dan ukuran gempa bumi yang dialami selama periode waktu. Alat pengukur gempa bumi disebut dengan seismometer. Skala yang umum di mana gempa Bumi terjadi bagi seluruh dunia disebut dengan Moment magnitudo.

Indonesia menjadi salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya gunung berapi dan karena berada pada Siklum Pasifik yang sangat berpotensi terjadi gempa bumi setiap saat.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Dibawah ini adalah penyebab terjadinya gempa bumi, yaitu.

1. Pergeseran Lempeng Bumi

Penyebab utama terjadinya gempa bumi yaitu adanya pelepasan energi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Semakin lama energi yang berada dalam lempeng bumi membesar dan mencapai kondisi yang maksimum. Jika pinggiran lempeng tidak mampu menahan energi tersebut maka akan menyebabkan terjadinya gempa bumi.

2. Gerak Lempeng Bumi yang Saling Menjauh

Jika kedua lempeng bumi saling menjauh maka akan membentuk lempeng baru di antara kedua lempeng tersebut. Lempeng yang baru akan ditekan oleh kedua lempeng yang lama. Hal ini berakibat lempeng baru bergerak ke bawah. Pergerakan ini akan menghasilkan suatu energi dengan kekuatan yang sangat dasyat.

3. Gerak Lempeng Bumi yang Saling Mendekat

Selain gerak lempeng bumi yang saling menjauh, gerak lempeng bumi yang saling mendekat juga menjadi faktor yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi. Dimana ketiak lempeng bumi saling mendekat, maka akan membentuk gunung yang baru. Gunung baru tersebut akan bertumpuk dan menyebabkan adanya gempa bumi.

4. Pergeseran Magma

Penyebab gempa bumi yang lain yaitu pergeseran magma di dalam gunung berapi. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan gas yang sangat besar pada bagian sumbatan kawah. Penyebab gempa bumi satu ini merupakan gejala awal terjadinya gunung meletus.

5. Penggunaan Bahan Peledak

Penyebab ini karena ulah manusia sendiri. Gempa yang terjadi saat seseorang sedang meluncurkan atau melakukan percobaan tes rahasia seperti contohnya senjata nuklir.

Jenis-Jenis Gempa Bumi

Jenis-Jenis Gempa Bumi

1. Berdasarkan Gelombangnya

Berdasarkan gelombangnya, gempa bumi dibedakan menjadi berikut ini.

a. Gelombang Primer

Gelombang primer atau Gelombang Lungituudinal yaitu gelombang yang merambat di permukaan bumi. Gelombang primer merambat dengan kecepatan yang sangat cepat yaitu 7-14 km/s. Dan getaran ini berasal dari Hiposentrum.

b. Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder atau gelombang transversal yaitu getaran yang merambat di permukaan bumi. Gelombang sekunder sama dengan gelombang primer. Kecepatan gelombang sekunder lebih lambat dibanding dengan gelombang primer. Gelombang sekunder tidak dapat merambat pada permukaan bumi yang cair atau lapisan cair.

2. Berdasarkan Kedalamannya

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dibedakan menjadi berikut.

a. Gempa Bumi Dalam

Gempa bumi dalam tidak terlalu membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia. Gempa bumi dalam hiposentrumnya sama atau lebih dari 300 km berada di bawah perut bumi. Jarak getaran gempa bumi dalam memiliki jarak getaran yang sangat jauh. Karena itu, getaran gempa bumi dalam hanya bisa dirasakan oleh sebagian kecil manusia saja.

b. Gempa Bumi Menengah

Gempa bumi menengah yaitu gempa bumi yang Hiposentrumnya berada pada jarak 300-60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi menengah kekuatan getarannya lebih besar dibanding gempa bumi dalam. Gempa bumi menengah bisa dirasakan oleh sebagian besar manusia dan hanya menyebabkan kerusakan kecil.

3. Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi:

a. Gempa Bumi Tektonik

Gempa Bumi tektonik yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Gempa tektonik memiliki kekuatan getaran yang sangat kecil dan dapat menjadi sangat besar. Gempa tektonik disebabkan karena pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan bumi. Jika gempa tektonik terjadi di daerah perairan atau laut maka besar kemungkinan akan menyebabkan terjadinya tsunami.

Getaran gempa tektonik bisa merambat ke seluruh bagian bumi tanpa terkecuali. Umumnya gempa tektonik terjadi di daerah-daerah Siklum Pasifik dan Siklum Mediterani.

b. Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Berapi)

Penyebab terjadinya gempa vulkanik yaitu karena adanya pergerakan magma yang terdapat pada gunung berapi. Gempa bumi vulkanik terjadi saat gunung dalam keadaan aktif dan beberapa saat sebelum gunung meletus. Selain itu penyebab terjadinya gempa bumi vulkanik yaitu adanya tekanan gas yang sangat besar pada bagian sumbatan kawah.

Getaran yang dihasilkan oleh gempa vulkanik tidak terlalu besar dan hanya dapat dirasakan oleh penduduk sekitar. Gempa satu ini tidak terlalu membahayakan manusia dan tidak menyebabkan kerusakan parah. Namun, abu panas yang dihasilkan oleh gunung berapi ini dapat membahayakan makhluk hidup.

c. Gempa Bumi Terban (Runtuhan)

Gempa Bumi runtuhan adalah gempa yang getarannya disebabkan oleh runtuhnya terowongan atau lubang di dalam tanah. Biasanya gempa bumi turban atau runtuhan disebabkan oleh runtuhnya pertambangan yang sudah tidak dipakai. Gempa bumi terowongan jarang terjadi dan hanya bersifat lokal.

d. Gempa Bumi Tumbukan

Faktor utama yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi tumbukan adalah adanya meteor dan asteroid yang jatuh di permukaan bumi. Penyebab getaran ini adalah meteor yang secara tiba-tiba menabrak bagian permukaan bumi dengan keras. Sekarang ini gempa bumi tumbukan jarang kita temui.

e. Gempa Bumi Buatan

Penyebab gempa bumi buatan yaitu ulah manusia sendiri. Gempa bumi buatan disebabkan oleh adanya peledakan dinamit, nuklir, dan bahan peledak lainnya.

Akibat Gempa Bumi

Akibat Gempa Bumi

Dibawah ini yaitu akibat yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi.

  • Terjadinya bencana alam yang berhubungan dengan gempa bumi, seperti tanah longsor, tsunami, banjir bandang, kerusakan lingkungan, dan kerusakan bangunan.
  • Timbulnya wabah penyakit.
  • Terangkatnya mineral ke permukaan bumi.
  • Memakan korban jiwa.

Alat Untuk Mengukur dan Mencatat Gempa Bumi

Alat Untuk Mengukur dan Mencatat Gempa Bumi

Alat yang biasa digunakan untuk mengukur gempa bumi disebut dengan seismometer. Seismometer adalah suatu alat atau sensor getaran yang digunakan untuk mendeteksi getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman yang dikeluarkan oleh alat ini disebut dengan Seismogram.

Seismometer berasal dari Bahasa Yunani, yaitu dari kata Seismo yang artinya gempa bumi dan Metero yang artinya mengukur. Jadi, seismometer yaitu alat yang digunakan untuk mengukur getaran gempa bumi. Seismometer diperkenalkan mulanya pada tahun 132 SM oleh seorang matematikawan dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng.

Seismometer disebut juga dengan istilah Seismograf. Dan digunakan untuk mendeteksi kekuatan getaran dan arah yang akan dilewati getaran tersebut.Alat yang terdiri dari beberapa perangkat, yaitu gantungan pemberat dan ujung lancip yang menyerupai sebuah pensil.

Kekuatan Gempa Bumi

Kekuatan Gempa Bumi

Berikut ini contoh kekuatan gempa bumi.

  • Kekuatan 0,0-3,0 Skala richter disebut gempa mikro.
  • Kekuatan 3,0-3,9 Skala richter disebut gempa minor.
  • Kekuatan 4,0-4,9 Skala richter disebut gempa ringan.
  • Kekuatan 5,0-5,9 Skala richter disebut gempa sedang.
  • Kekuatan 6,0-6,9 Skala richter disebut gempa kuat.
  • Kekuatan 7,0-7,9 Skala richter disebut gempa mayor.
  • Kekuatan diatas 8 Skala richter disebut gempa tinggi.

Parameter Gempa Bumi

Parameter Gempa Bumi

Berikut ini merupakan parameter gempa bumi.

  • Waktu terjadinya gempa bumi (Origin Time – OT).
  • Lokasi pusat gempa bumi (Episenter).
  • Kedalaman pusat gempa bumi (Depth.)
  • Kekuatan Gempa bumi (Magnitudo).

Karakteristik Gempa Bumi

Karakteristik Gempa Bumi

Contoh ini merupakan karakteristik gempa bumi.

  • Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
  • Terjadi pada lokasi kejadian tertentu.
  • Akibatnya dapat menimbulkan bencana.
  • Berpotensi terulang lagi.
  • Belum dapat diprediksi.
  • Tidak dapat dicegah, akan tetapi akibat yang ditimbulkan bisa dikurangi.

Cara Menghadapi Gempa Bumi

Cara Menghadapi Gempa Bumi

Berikut ini merupakan cara menghadapi gempa bumi.

Apabila sedang berada didalam rumah, maka hal yang perlu dilakukan yaitu.

  • Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur.
  • Bila tidak ada meja atau tempat tidur maka lindungilah kepala menggunakan bantal atau benda lainnya.
  • Jauhi diri dari rak buku, lemari, dan kaca jendela.
  • Waspada terhadap langit-langit atau atap rumah yang bisa runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding.

Apabila berada di luar ruangan, maka hal yang perlu dilakukan adalah.

  • Hindari dan jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan lain sebagainya.
  • Usahakan berada dan mencapai daerah yang terbuka.
  • Jauhkan diri dari rak-rak besar dan kaca jendela.
  • Apabila berada dalam ruangan umum, hal yang perlu dilakukan yaitu jangan panik dan usahakan untuk mencari perlindungan yang aman.
  • Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya.

Baca juga : Apa Itu Kemiskinan ?

Demikian ulasan mengenai Pengertian Gempa Bumi yang bisa diketahui, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close