Pendidikan

Apa Itu Pengertian Bea Cukai : Tugas, Kebijakan dan Sinergi

Tahukau.comApa Itu Bea Cukai – Apakah Anda mengetahui tentang bea cukai? Apa sebenarnya bea cukai tersebut? Lembaga, pelaku bisnis perdagangan, hingga masyarakat umum tentunya mengetahui jika urusan ekspor dan impor barang berkaitan dengan bea cukai atau lembaga yang disebut kepabeanan. Lembaga ini sudah lama berdiri di Indonesia. Akan tetapi, sebagain orang yang berurusan dengan bea cukai tidak mengetahui informasi tentang apa bea cukai tersebut sebenarnya. Untuk menambah wawasan Anda mengenai bea cukai, fungsi utama, dan kebijakan-kebijakannya, sehingga Anda memahami benar tentang bea cukai, simak ulasan tentang bea cukai di bawah ini baik-baik ya!

Pengertian Bea Cukai

Pengertian Bea Cukai

Bea adalah tindakan pungutan dari pemerintah pada barang ekspor atau impor, sementara cukai merupakan pungutan negara terhadap barang yang sifat dan karakteristiknya ditetapkan dalam Undang-Undang Cukai. Sehingga bea cukai adalah tindakan pungutan pemerintah terhadap barang ekspor dan impor serta barang dengan karakteristik khusus. Lalu, bagaimana sejarah bea cukai tersebut?

Baca juga : Perdagangan Internasional

Sejarah Bea Cukai

Sejarah Bea Cukai

Bea cukai adalah perangkat negara seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan maupun angkatan bersenjata. Di Indonesia, lembaga ini ternyata sudah berdiri sebeleum colonial Belanda datang. Sayanganya, belum ada bukti konkrit yang nyata kebenarannya karena kurangnya dokumentasi. Dokumentasi bea cukai baru terlihat jelas saat VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Kongsi Dagang Hindia Timur datang. Lembaga pengawasan yang mengatur bea ekspor, impor, dan cukai barang awalnya tidak bernama bea cukai. Hindia Belanda menamainya De Dienst der Invoe en Uitvoerrechten en Accijnzen (I, A & A) dengan petugas yang disebut douane. Setelah datangnya Jepang, lembaga tersebut berubah tugas yakni hanya memungut cukainya saja, sedangkan bea ekspor dan impor pemerintah tidak dikenakan pungutan. Setelah Indonesia merdeka, bea cukai dibentuk kembali bulan Oktober 1946 bernama Pejabatan Bea dan Cukai yang bertugas memungut bead an cukai. Tahun 1948 berganti nama menjadi Jawatan Bea dan Cukai. Kemudian tahun 1965 hingga saat ini berubah menjadi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai).

Baca juga : Segmentasi Pasar

Tugas dan Fungsi Utama Ditjen Bea Cukai

Tugas dan Fungsi Utama Ditjen Bea Cukai

Tugas dan fungsi utama Ditjen Bea dan Cukai adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang pengawasan, menegakkan hukum, melayani dan mengoptimalisasi penerimaan aturan Undang-Undang. Oleh karena itu, fungsi utama yang harus dilaksanakan oleh Ditjen Bea Cukai sudah tercantum dengan jelas. Berikut adalah beberapa tugas dan fungsi utamanya, diantaranya adalah:

  • Meningkatkan industri dalam negeri dengan memberikan fasilitas di berbagai bidang kepabeanan dan cukai yang tepat
  • Menumbuhkan iklim usaha dan investasi kondusif yang mampu melancarkan logistic impor dengan menyederhanakan prosedu kepabeanan serta menerapkan sistem manajemen risiko
  • Melindungi masyarakat, industri dalam negeri, dan kepentingan nasional dengan melakukan pengawasan atau pencegahan masuknya barang impor serta keluarnya barang ekspor yang negatif, berbahaya, atau dilarang oleh regulasi
  • Memberikan pengawasan kegiatan impor, ekspor, serta kegiatan bidang kepabeanan dan cukai lain secara efektif dan efisien. Pengawasan ini dilakukan melalui sistem manajemen risiko handal, intelijen, kuat dalam menyidik, penindakan tegas, serta ketepatan audit kepabeanan dan cukai
  • Membatasi, mengawasi, dan/atau mengendalikan produksi, peredaran serta konsumsi barang yang bisa membahayakan kesehatan, lingkungan, ketertiban, serta keamanan
  • Mengoptimalkan penerimaan negara pada bea masuk, bea keluar, dan cukai demi menunjang pembangunan nasional

Baca juga : Apa Itu Manajemen ?

Kebijakan-Kebijakan Ditjen Bea Cukai

Kebijakan-Kebijakan Ditjen Bea Cukai

Ditjen Bea Cukai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sudah ditetapkan dalam sejumlah  peraturan. Seluruh kegiatan Ditjen Bea Cukai berada atas Dasar Hukum Peraturan Menteri Keungan Nomor 203/PMK.03.2017 Tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

1. Bidang Ekspor

Beberapa dasar hukum yang mengatur bidang ekspor adalah:

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2008 Tentang Pengenaan Bea Keluar Pada Barang Ekspor
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 145/PMK.04/2007 jo. PMK No. 148/PMK.04/2011 jo. Tentang Kepabeanan Bidang Ekspor
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.04/2008 jo. PMK No. 146/PMK.04/2014 jo. PMK No. 86/PMK.04/2016 Tentang Pemungutan Bea Keluar
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 224/PMK.04/2015 Tentang Pengawasan Terhadap Impor atau Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.010/2017 Tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar serta Tarif Bea Keluar

2. Bidang Cukai

Tidak hanya Undang-Udang Tentang Bea Cukai, beberapa dasar hukum yang mengatur bidang cukai adalah:

  • UU Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai yag Diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Tersebut
  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 181/PMK.011/2009 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau
  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 99/PMK.011/2010 Tentang Perubahan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.011/2009 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2010 Tentang Tata Cara Pemungutan Cukai Etil Akohol, Minuman Yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol

Dasar hukum diatas telah dipatuhi oleh Ditjen Bea Cukai semata-mata untuk melindungi industri yang taat pada pajak maupun industri UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), melakukan seleksi ketat terhadap berbagai barang atau produk palsu, tidak resmi atau illegal serta produk-produk yang dilarang masuk ke negara Indonesia seperti narkotika. Ditjen Bea Cukai mengubah peraturan impor barang melalui e-commerce dengan aturan nilai minimal pembebasan bea masuk (de minimis value) dan pajak dalam impor terkait barang kiriman dari US$100 menjadi US$75. Perubahan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112/PMK.04/2018 atas perubahan PMK Nomor 183/PMK.04/2016 Tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman. Hal tersebut dilakukan oleh Ditjen Bea Cukai untuk menghindari oknum-oknum yang curang dengan splitting atau sengaja memecah barang impor menjadi banyak dokumen supaya tidak terkena pajak.

Baca juga : Apa Itu Statistik ?

Sinergi Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak

Sinergi Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak

Sebagai dua lembaga yang berada di naungan Kemenkeu-RI, Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak melakukan kerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik pada seluruh masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, kedua lembaga tersebut meluncurkan tiga program utama yang memudahkan aktivitas bisnis dan investasi di Indonesia. Pertama, adalah program joint assistance yang diluncurkan melalui aplikasi GO-Fas(t) untuk memungkinkan investor melihat fasilitas fiscal oleh pemerintah terkait perpajakan dan bea cukai. Kedua, adalah program joint endorsement antara Ditjen Bea Cukai dan Bea Pajak dalam satu proses dua layanan yang memberikan kemudahan para pengusaha dalam mengurus dokumen kepabeanan dan perpajakan lewat satu pintu. Terakhir, adalah implemnetasi free trade zone di kawasan bebas Batam.

Baca juga : Apa Itu Akuntabilitas ?

Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat akan mengekspor atau mengimpor barang selama Anda paham akan kebijakan yang berlaku di bea cukai. Urusan ekspor atau impor barang Anda tidak akan mengalami kendala. Demikian ulasan lengkap mengenai bea cukai, sejarah bea cukai. tugas bea cukai, kebijakan bea cukai, dan sinergi ditjen bea cukai. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close