Pendidikan

Apa Itu Pengertian Atom : Sejarah, Teori, Partikel dan Sifat

Kata atom berasal dari bahasa Yunani yaitu “Atomos” yang artinya tidak dapat dibagi-bagi. Semua material di dunia ini memiliki bagian terkecil, sehingga jika bagian tersebut dibagi lagi, maka terdapatlah bagian paling kecil yang tidak dapat dibagi lagi, hal itu yang disebut dengan atom. Atom yaitu penyusun materi terkecil dari segala materi yang ada.

Atom terdiri dari nucleus atau inti atom, dan dikelilingi oleh elektron yang memiliki muatan negative. Di inti atom, terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak memiliki muatan (netral). Atom memiliki diameter sekitar 6-30 nm. Partikel seperti proton, neutron dan elektron terikat dengan atom oleh karena adanya suatu gaya elektormagnetik.

Apa Itu Pengertian Atom : Sejarah, Teori, Partikel dan Sifat

Karena gaya elektromagnetik, maka atom dapat bergabung bersama dengan atom-atom lain sehingga membentuk sebuah molekul. Sampai saat ini, belum ada satupun alat atau teknologi yang dapat melihat atom secara lengkap.

Terdapat penekanan yang harus dimengerti oleh setiap orang bahwa atom yang tidak dapat dibagi lagi memiliki artian bahwa atom yang masih dapat dibagi seperti halnya atom oksigen yang dipisah dari partikel dasar proton, neutron dan elektron bukan sebuah atom lagi, melainkan sudah menjadi ion. Artinya, jika atom tersebut dipisahkan dengan zat atau partikel dasarnya, maka zat tersebut tidak dapat dikatakan sebagai atom lagi, dan sudah menjadi ion. Untuk lebih jelas mengetahui pengertian atom, berikut penjelasannya.

Baca juga : Apa Itu Molekul ?

Sejarah Penemuan Atom

Sejarah Penemuan Atom

Sejarah penemuan atom dimulai ketika John Dalton menggagas sebuah teori tentang atom di tahun 1803. Lalu, terdapat beberapa penelitian yang mendukung teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton, seperti Michael Faraday yang menemukan teori pemecahan molekul dengan cara elektrolisis pada tahun 1832, dan J.Plucker menemukan tabung katoda di tahun 1839.

Berikutnya diikuti penemuan Dmitri Mendelev tentang hukum periodic pada tahun 1869, dan John C.Maxwell pada tahun 1873 yang melakukan penelitian tentang listrik dan medan listrik. Setelah itu terdapat Sir Willian Crookes yang di tahun 1870 melalui penelitian eksperimental menemukan bahwa suatu elektron memiliki massa tertentu melalui uji coba penembakan sinar katoda.

Dan ada penelitian dari E.Goldstein yang menemukan proton bermuatan positif. Lalu G.J Stoney yang berhasil menemukan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif yaitu electron. Dan penelitian oleh Wilhelm Roentgen yang menemukan X-Ray.

Rutherford membuat hipotesis berdasarkan penelitiannya yang mengatakan bahwa terdapat suatu inti atom selain proton yang menjaga keseimbangan atom. Hipotesis Rutherford kemudian dibuktikan oleh James Chadwik pada tahun 1932 dengan menemukan partikel atom yang bermuatan netral yang disebut dengan neutron saat ini.

Baca juga : Apa Itu Penelitian ?

Teori Atom

Teori Atom

Teori atom mengalami perkembangan-perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan penemuan-penemuan baru yang ditemukan oleh para ahli. Teori tentang atom dimulai sejak abad sebelum masehi. Seorang ahli filsafat Yunani yang bernama Demokritus berpendapat sebuah materi bersifat diskontinu, jika materi tersebut dibelah secara menerus, maka akan didapatkan bagian yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian tersebut dinamakan dengan atom. Berikut contoh teori atom dari beberapa ahli.

1. Teori Atom Dalton

Teori ini disampaikan oleh John Dalton tahun 1803 M ia berpendapat berdasarkan 2 hukum yang diambil, yaitu hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum Prouts). Dalam hukum kekekalan massa, lavosier menjelaskan “massa total zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Begitu juga dengan hukum susunan tetap, Prouts yang berpendapat “perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum itu, maka Dalton menarik kesimpulan yaitu :

  • Atom adalah bagian terkecil materi yang tidak dapat dibagi lagi.
  • Atom berbentuk mirip seperti bola pejal yang sangat kecil, suatu atom memiliki unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda dengan unsur yang berbeda.
  • Atom-atom jika bergabung maka akan membentuk suatu senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
  • Reaksi kimia adalah pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Teori atom Dalton memiliki satu kelemahan, yaitu tidak dapat menjelaskan bagaimana suatu materi bisa menghantarkan listrik. Bagaimana bisa sebuah bola pejal menghantarkan listrik, karena listrik dihantarkan oleh electron yang bergerak.

2. Teori Atom Thomson

Teori yang dikemukakan oleh Joseph John Thomson. Berawal dari penemuan tabung katode oleh William Crooker, maka Thompson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode. Ia menemukan bahwa sinar katode adalah sebuah partikel, karena sinar ini bisa memutar baling-baling yang diletakkan antara katode dan anode. Dari hasil tersebut ia menyusun kesimpulan bahwa sinar katode adalah partikel penyusun atom yang bermuatan negative dan disebut dengan electron.

Ia juga berpendapat bahwa atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena electron bermuatan negative, maka harus ada sebuah partikel lain yang mampu untuk menetralkan hal tersebut, yaitu partikel positif.

Teori atom Thomson berbunyi “Atom merupakan partikel yang berbentuk seperti bola pejal dengan muatan positif, dan didalamnya tersebar muatan negatif”. Bola atom dapat diumpakan seperti jambu biji yang terkelupas kulitnya. Electron di dalam atom mirip seperti biji jambu yang tersebar merata di dalam jambu. Teori Thompson memperbaiki kelemahan dari teori atom Dalton.

3. Teori Atom Rutherford

Rutherford dibantu oleh 2 orang muridnya yaitu Hans Geigerden dan Erners Masreden melakukan uji coba yang dikenal dengan hamburan sinar alfa di suatu lempeng emas tipis. Sebelum melakukan percobaan, terlebih dahulu sudah ditemukan partikel alfa yang bersifat positif dan bergerak lurus, serta berdaya tembus besar, sehingga dapat menembus lembaran tipis emas.

Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa ketika ditembakkan sinar alfa ke lempengan tipis emas, maka sebagian partikel alfa akan diteruskan walaupun terdapat penyimpangan sudut kurang dari 1′, tetapi dari pengamatan Marsden ditemukan bahwa satu dari 20.000 partikel alfa akan membelok dengan sudut 90` atau bahkan lebih. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa :

  • Atom bukan berbentuk bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan.
  • Jika lempeng emas dianggap sebagai lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas didapat partikel yang sangat kecil bermuatan positif.
  • Partikel positif merupakan partikel penyusun inti atom, dan ukuran inti atom lebih kecil 10.000 kali dari ukuran atom.

4. Teori Atom Bohr

Tahun 1913, seorang pakar fisika bernama Neils Bohr berusaha memperbaiki teori yang dikemukakan oleh Rutherford. Ia melakukan percobaan yang dikenal dengan spectrum atom hydrogen. Di percobaan ini, ia berhasil menemukan gambaran mengenai bagaimana keadaan electron yang menempati daerah inti atom. Teori Bohr menggabungkan antara teori mekanika kuantum yang ditemukan oleh Planck dengan teori Rutherford yang dikemukakan oleh Rutherford. Lalu, Bohr mengungkapkan empat postulatnya, yaitu :

  • Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang boleh bagi satu electron dalam satu atom hydrogen. Orbit dikenal dengan orbit stationer (menetap) electron dan merupkaan lintasan melingkar di sekeliling inti
  • Selama electron berada di lintasan stationer, energy elektorn akan tetap sehingga tidak ada energy dalam bentuk radiasi yang dipancarkan atau diserap
  • Elektron dapat berpindah dari satu lintasan stationer ke lintasan stationer yang lain. Perpindahan ini juga akan memakan energy sesuai dengan persamaan Plank E2-E1 =hf
  • Lintasan stationer yang dibolehkan memiliki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut.

Bohr juga mengungkapkan bahwa electron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit electron atau kulit energy. Tingkat energy yang paling rendah yaitu kulit electron yang paling dalam, dan semakin besar nomor kulitnya, maka akan semakin besar tingkat energinya.

Partikel Dasar Atom

Partikel Dasar Atom

Adanya partikel dasar tidak terlepas dari pengaruh gaya elektromagnetik yang mengikat partikel-pertikel ini. Pengertian dari masing-masing partikel dasar suatu atom adalah :

1. Proton

Proton adalah partikel dasar yang memiliki muatan positif (+1) dan memiliki diameter hanya 1/3 diameter electron. Namun, proton memiliki massa sekitar 1840 kali electron

2. Neutron

Neutron adalah partikel dasar yang tidak memiliki muatan (netral), dan memiliki massa yang sama dengan gabungan antara massa proton dan massa electron

3. Elektron

Adalah partikel dasar yang memiliki muatan negative (-1) dan memiliki massa paling ringan diantara partikel lainnya yang hanya 1/1840 kali massa proton atau neutron.

Partikel-Partikel Atom

Partikel-Partikel Atom

1. Partikel Subatom

Definisi atom menyebutkan bahwa atom yaitu bagian terkecil dari material yang tidak dapat dibagi lagi, dalam ilmu modern, atom sendiri tersusun atas beberapa partikel subatom. Partikel subatom meliputi proton, elektron dan neutron.

2. Inti Atom

Inti atom terdiri dari proton dan neutron yang terikat di inti atom oleh suatu gaya elektromagnetik. Proton dan nutron disebut dengan nucleon (penyusun inti). Inti atom memiliki diameter berkisar 10-15 nm. Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama pula. Suatu unsur dapat memiliki variasi jumlah neutron yang disebut dengan isotop.

3. Awan Elektron

Awan partikel adalah suatu daerah dalam sumur potensi dimana tiap-tiap electron menghasilkan sejenis gelombang diam (gelombang yang tidak bergerak).

Sifat-Sifat Atom

Sifat-Sifat Atom

1. Sifat Nuklir

Sifat nuklir (radioaktif) dimiliki oleh unsur-unsur atom yang memiliki nomor atom lebih dari 82. Dari sekitar 339 nuklida yang sudah ditemukan secara alami di bumi, sebanyak 269 diantaranya belum terpantau secara menyeluruh. Pada unsur kimia, 80 dari unsur yang diketahui memiliki satu atau lebih isotope stabil. Unsur 43, 63, dan semua unsur yang memiliki nomor atom lebih dari 82 tidak memiliki isotope stabil. Inilah yang menyebabkan unsur tersebut memiliki sifat radioaktif.

2. Massa Atom

Jumlah keseluruhan partikel dasar dalam suatu atom disebut dengan nomor massa. Massa atom dalam keadaan diam dinilai dengan menggunakan satuan Dalton. Massa atom dalam unsur yang berbeda memiliki massa yang bervariasi. Massa tersebut tergantung dari jumlah proton dan neutron dalam intinya. Semakin besar massa atom, maka semakin kecillah atom tersebut.

3. Nomor Atom

Atom-atom dalam zat yang berbeda memiliki jumlah proton yang tidak sama dalam intinya. Jumlah proton dalam inti disebut dengan nomor atom.

4. Gaya Atom

Gaya elektromagnetik menjaga elektron yang bermuatan negatif agar tetap berada pada orbit sekeliling inti muatan positif. Terdapat gaya tarik inti yang merupakan gaya paling kuat yang menjaga proton dan neutron tetap berada di inti atom. Gaya inti seratus kali lebih kuat daripada gaya elektromagnetik.

Baca juga : Apa Itu Reboisasi ?

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Atom, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close