Umum

Apa Itu Pengertian Akuntabilitas : Jenis, Dimensi & Tingkatan

Akuntabilitas memerlukan sebuah aturan, ukuran atau kriteria, sebagai indikator keberhasilan dalam sebuah pekerjaan atau perencanaan. Dengan demikian, maka akuntabilitas menjadi suatu keadaan performa para petugas yang mampu bekerja dan memberikan hasil kerja sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan bersama sehingga memberikan rasa puas pihak lain yang berkepentingan. Untuk mengetahui apa itu sebenarnya akuntabilitas, berikut simak pengertian akuntabilitas seperti di bawah ini:

Pengertian Akuntabilitas

Pengertian Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah suatu istilah mewujudkan tingkat pertanggungjawaban seseorang atau lembaga tertentu yang berhubungan dengan sistem administrasi.

Baca juga : Apa Itu Manajemen ?

Jenis-Jenis Akuntabilitas

Jenis-Jenis Akuntabilitas

Jenis atau macam-macam akuntabilitas adalah sebagai berikut, yaitu:

Ada 8 jenis akuntabilitas menurut Bruce Stone, O.P Dwivedi dan Joseph G. Jabba yang berhubungan dengan moral, administratif, politik, manajerial, pasar, hukum dan peradilan, dan berkaitan dengan konstituen juga profesional.

1. Akuntabilitas Politik

Akuntabilitas politik adalah suatu akuntabilitas umum dari suatu lembaga eksekutif pemerintah, lembaga legislatif parlemen dan lembaga yudikatif kehakiman kepada publik.

2. Akuntabilitas Administrasi

Peraturan dan norma internal juga beberapa komisi independen yaitu suatu mekanisme untuk dapat menampung birokrasi dalam tanggung jawab administrasi pemerintah.

Baca juga : Apa Itu Administrasi ?

Dimensi Akuntabilitas

Dimensi Akuntabilitas

Dimensi akuntabilitas dibedakan menjadi lima bagian, yaitu:

1. Akuntabilitas Hukum dan Kejujuran

Akuntabilitas hukum adalah kepatuhan kepada hukum dan peraturan lain yang menjadi syarat di dalam organisasi. Akuntabilitas kejujuran yaitu penghindaran penyalahgunaan jabatan, korupsi dan kolus. Akuntabilitas hukum menjamin penegakan supremasi hukum, dan akuntabilitas kejujuran menjamin adanya praktik organisasi yang sehat.

2. Akuntabilitas Program

Program organisasi sebaiknya program yang bermutu dan mendukung strategi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi. Lembaga publik wajib mempertanggungjawabkan program yang sudah dibuat sampai dengan pelaksanaan program tersebut.

3. Akuntabilitas Manajerial

Akuntabilitas manajerial atau akuntabilitas kinerja yaitu pertanggungjawaban untuk melaksanakan pengelolaan organisasi secara efektif juga efisien.

4. Akuntabilitas Kebijakan

Organisasi publik harus bisa mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan dampak yang akan dihadapi kedepannya.

5. Akuntabilitas Finansial

Akuntabilitas finansial adalah pertanggungjawaban lembaga publik dalam pemakaian dana publik secara ekonomis, efektif dan efisien, tidak ada kebocoran dana dan pemborosan juga korupsi.

Baca juga : Apa Itu Ideologi ?

Aspek-Aspek Akuntabilitas

Aspek-Aspek Akuntabilitas

Berikut aspek dari Akuntabilitas yaitu:

1. Akuntabilitas yaitu sebuah hubungan

Hubungan yang dimaksud yaitu hubungan dua pihak antara individu kelompok institusi dengan negara dan masyarakat. Pemberi kewenangan bertanggungjawab memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan mengalokasikan sumber daya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Lain sisi, individu / kelompok / institusi bertanggung jawab  memenuhi semua kewajibannya. Oleh sebab itu, dalam akuntabilitas, hubungan yang terjadi yaitu hubungan yang bertanggungjawab antara kedua belah pihak.

2. Akuntabilitas berorientasi pada hasil

Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah yang bertanggung jawab, adil dan inovatif. Dalam konteks ini, setiap individu / kelompok / institusi dituntut untuk bertanggungjawab dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan berupaya memberikan kontribusi untuk mencapai hasil yang maksimal.

3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan

Laporan kinerja yaitu perwujudan dari akuntabilitas. Dengan memberikan laporan kinerja berarti dapat menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh individu / kelompok / institusi, dan mampu memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang telah dilakukan. Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas setiap individu berwujud laporan yang didasarkan pada kontrak kerja, sedangkan institusi adalah LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).

4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi

Akuntabilitas yaitu kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi dapat berupa penghargaan atau sanksi.

5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja

Tujuan utama dari akuntabilitas yaitu untuk memperbaiki kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pendekatan akuntabilitas yang bersifat proaktif, akuntabilitas dimaknai sebagai sebuah hubungan dan proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sejak awal, penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja. Dalam hal ini proses setiap individu / kelompok / institusi diminta pertanggung jawaban secara aktif yang terlibat dalam proses evaluasi dan berfokus peningkatan kinerja.

Baca juga : Apa Itu Hukum ?

Pentingnya Akuntabilitas

Pentingnya Akuntabilitas

Akuntabilitas menjadi prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap level / unit organisasi sebagai kewajiban jabatan dalam memberikan pertanggungjawaban laporan kegiatan kepada atasan.

Dalam beberapa hal, akuntabilitas sering diartikan berbeda-beda. Adanya norma yang bersifat informal mengenai perilaku PNS yang menjadi kebiasaan bisa mempengaruhi perilaku anggota organisasi bahkan mempengaruhi aturan formal yang berlaku.

Seperti misalnya keberadaan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, belum sepenuhnya dipahami atau bahkan dibaca oleh setiap CPNS atau pun PNS. Sebab itu, pola pikir PNS yang bekerja lambat, berdampak pada pemborosan sumber daya dan memberikan citra PNS berkinerja buruk. Dalam kondisi tersebut, PNS harus bisa merubah citranya menjadi pelayan masyarakat dengan mengenalkan akuntabilitas untuk membentuk sikap, dan perilaku dengan mengedepankan kepentingan publik, imparsial, dan berintegritas.

Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

  1. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi).
  2. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional).
  3. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Tingkatan Dalam Akuntabilitas

Tingkatan Dalam Akuntabilitas

Akuntabilitas Personal (Personal Accountability)

Akuntabilitas personal mengacu pada nilai yang ada pada diri seseorang seperti kejujuran, integritas, moral dan etika. Pertanyaan yang digunakan dalam mengidentifikasi apakah seseorang memiliki akuntabilitas personal antara lain ”Apa yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki situasi dan membuat perbedaan?”. Pribadi yang akuntabel yaitu yang menjadikan dirinya sebagai bagian dari solusi dan bukan masalah.

Akuntabilitas Individu

Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerja, yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan. Pemberi kewenangan bertanggung jawab untuk memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan sumber daya dan menghilangkan hambatan kinerja, sedangkan PNS sebagai aparatur negara bertanggung jawab untuk memenuhi tanggung jawabnya. Pertanyaan penting yang digunakan untuk melihat tingkat akuntabritas individu seorang PNS apakah individu mampu untuk mengatakan “Ini adalah tindakan yang telah saya lakukan, dan ini adalah apa yang akan saya lakukan untuk membuatnya menjadi lebih baik”.

Akuntabilitas Kelompok

Kinerja sebuah institusi dilakukan atas kerjasama kelompok. Dalam hal ini tidak ada istilah “Saya”, tetapi yang ada yaitu “Kami”. Dalam kaitannya dengan akuntabilitas kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama yang tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam sebuah institusi memainkan peranan yang penting dalam tercapainya kinerja organisasi yang diinginkan.

Akuntabilitas Organisasi

Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang dicapai, baik pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap organisasi / institusi dan kinerja organisasi kepada stakeholders lainnya.

Akuntabilitas Stakeholder

Stakeholder yang dimaksud yaitu masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Jadi akuntabilitas stakeholder yaitu tanggungjawab organisasi pemerintah dalam mewujudkan pelayanan dan kinerja yang adil, responsif bermartabat.

Baca juga : Apa Itu Organisasi ?

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian akuntabilitas, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close