Umum

Algojo Pembunuh Bos Ekpedisi Adalah Karyawati Korban!

Tahukau, – Algojo pembunuh bos ekspedisi adalah seorang karyawati si korban sendiri, pembunuhan yang terjadi di Kelapa Gading beberapa minggu lalu.

Sosok Nur Luthfiah (34) yang menjadi otak perencana penembakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menewaskan bosnya, Sugianto (51). Nur Lutfiah sudah menyiapkan dana Rp 200 juta untuk menyewa pembunuh bayaran.

“NL (Nur Luthfiah) meminta supaya korban dibunuh, lalu dari tersangka NL juga siapkan dana sebesar Rp 200 juta untuk mencari pembunuh bayaran,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat jumpa pers di Mapolda metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Nana menyebut jika Nur Luthfiah, yang adalah seorang karyawan korban, ia merencanakan pembunuhan lantaran sakit hati karena sering dilecehkan dan mendapat ancaman dari sang korban. Nur Luthfiah lalu meminta suami sirinya, Ruhiman (42), untuk mencari orang yang mau mengeksekusi korban.

Baca juga: Wartawan Tewas dengan 17 Luka Tusuk, Tulis Berita Jalan Rusak

“Dari situ sempat pada tanggal 20 Maret 2020, tersangka (Nur Luthfiah) sampaikan kepada R alias M (Ruhiman alias Maman) untuk membunuh, tapi tidak dihiraukan (oleh Ruhiman),” jelasnya.

Kemudian, pada 4 Agustus, Nur Luthfiah kembali meminta Ruhiman untuk membunuh korban. Kali ini, Ruhiman menyetujuinya setelah diyakinkan oleh Nur Luthfiah jika dirinya diancam korban.

“Tanggal 4 Agustus yang bersangkutan menyampaikan kembali kepada R atau M, jika yang bersangkutan berada dalam ancaman korban,” jelasnya.

Ruhiman pun lalu ikut merencanakan dan mencari eksekutor. Dan setelah didapatkan eksekutor, maka para pelaku kembali merencanakan pembunuhan tersebut.

Pada tanggal 4 Agustus, Nur Luthfiah langsung mentransfer uang Rp 100 juta kepada Ruhiman dan selanjutnya pada 6 Agustus mentransfer Rp 100 juta kepada tersangka Ir Arbain Junaedi (56).

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 6 Bakal Dibuka

“Jadi Rp 200 juta uang diserahkan kepada para sindikat,” jelas Nana.

Setelah para eksekutor itu dibayar, para tersangka lalu sepakat mengeksekusi korban pada 13 Agustus 2020. Saat itulah Sugianto ditembak sebanyak 5 kali sampai tewas di depan ruko miliknya.

Pihak kepolisian akhirnya menyelidiki kejadian ini dan menangkap total 12 tersangka sindikat penembakan maut. Mereka yaitu Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Tersangka Ruhiman, Dikky Mahfud, Syahrul, Mohammad Rivai, Dedi Wahyudi, Ir Arbain Junaedi, Sodikin, Suprayitno, dan Totok Hariyanto ditangkap oleh tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen, AKP Herman Edco Simbolon, Kompol Ressa F Marasabessy AKP Mugia Yarry Junanda, AKP Nor Marghantara, dan AKP Rulian Syauri.

Dan tersangka Rosidi dan Sarmada ditangkap tim Subdit Jatanras Ditrekrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Jerry R Siagian. Sementara tersangka Nur Lutfiah ditangkap oleh tim Polres Metro Jakarta Utara di bawah pimpinan Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Para tersangka ini dipersangkakan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close