Umum

5 Penyebab Seringnya Keringat Dan Kepanasan, Wajib Tahu!

Tahukau.comPenyebab seringnya keringat dan kepanasan pada seseorang terbilang wajar jika cuaca sedang panas dan terik. Namun, akan tidak biasa jika seseorang mengalami hal tersebut jika kondisi cuaca dalam keadaan sejuk dan tidak panas. Dalam kondisi normal, saat cuaca panas, gerah, ditambah sinar matahari yang sedang terik bisa menyebabkan seseorang merasa kepanasan dan berkeringat.

Keringat juga bisa dipengaruhi oleh kondisi metabolisme tubuh seseorang dan kelenjar keringat. Ini menentukan jika seseorang mudah berkeringat atau tidak. Keringat juga merupakan tanda jika seseorang dalam kondisi sehat karena membuang zat racun dari dalam tubuh. Namun, bisa juga dikatakan sebaliknya apabila ia mengalami beberapa faktor.

Karena itu, berikut ini akan dibahas mengenai penyebab seringnya keringat dan kepanasan berlebih yang patut diketahui.

Penyebab Keringat dan Kepanasan

Akan tetapi, ada beberapa alasan medis yang bisa membuat seseorang mudah merasa kepanasan dan banjir keringat. Penting untuk diketahui, apa saja penyebabnya seperti penjelasan di bawah ini:

1. Mengalami Stres atau Kegelisahan

Pertama penyebab seringnya keringat dan kepanasan karena stres dan gelisah, orang yang sedang grogi dan merasa takut akan mudah berkeringat. Begitu juga saat orang sedang stres juga gelisah. Menurut laporan yang diterbitkan oleh laman Universitas Michigan, Amerika Serikat, kondisi stres dan gelisah akan memicu tubuh bereaksi akan keringan dan panas.

Seperti meningkatnya denyut jantung untuk memompa lebih banyak darah, mulut menjadi kering, susah tidur, smpai berkeringat lebih banyak dan merasa kepanasan. Apabila kamu sering mengalami hal ini, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter ahli.

Baca juga: 5 Jenis Meditasi Yang Baik Untuk Kesehatan Jiwa, Wajib Dicoba!

2. Fibromialgia

Fibromialgia yaitu bentuk gangguan yang menyebabkan terjadinya sakit otot, gangguan tidur, dan kelelahan karena meningkatnya bahan kimia otak yang mengirimkan sinyal saraf neurotransmiter. Penyakit ini merupakan kondisi kronis yang membuat penderitanya mengalami rasa sakit luar biasa pada seluruh tubuh.

Kondisi tersebut akibat dari disfungsi pada sistem saraf otonom, yang merupakan bagian sistem saraf yang mengatur homeostasis. Homeostasis yaitu tubuh menjaga dirinya tetap stabil dengan cara tertentu.

Jantung akan berdetak pada kecepatan tertentu, begitu juga dengan napas yang masuk dan keluar, suhu internal tubuh, juga sebagainya. Tubuh menjadi tidak bisa mengatur suhu sebagaimana harusnya. Hasilnya, penderita akan lebih merasakan suhu berbeda disekitar dibanding dengan orang lain yang sehat.

3. Multiple Sclerosis

Dilansir dari beritajika sebanyak Multiple Sclerosis Research Australia, 80 persen orang dengan gejala multiple sclerosis mengalami sensitivitas terhadap panas. Hal ini muncul sebagai kelelahan akibat panas yang bisa memperburuk gejala yang sudah ada. Seperti adanya komplikasi pada penglihatan, kontrol otot, kandung kemih atau usus, dan rasa nyeri.

Karena itu orang dengan multiple sclerosis banyak menghindari olahraga dan aktivitas fisik, khususnya dalam kondisi panas untuk mencegah naiknya suhu inti tubuh. Walau sebetulnya, aktivitas fisik dapat bermanfaat untuk mengurangi gejala penyakit juga meningkatkan kualitas hidup penderita.

Baca juga: 5 Tips Hindari Stres Berlebih, Patut Dicoba!

4. Anhidrosis

Lalu penyebab seringnya keringat dan kepanasan karena anhidrosis atau hipohidrosis yaitu ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan keringat. Pada prinsipnya keringat yang keluar dari tubuh merupakan respons untuk mendinginkan tubuh disaat sedang panas. Namun, pada penderita anhidrosis justru sebaliknya, mereka tidak bisa mengeluarkan keringat dengan baik.

Karena itulah yang menyebabkan penderita anhidrosis akan merasa begitu kepanasan, baik pada titik tertentu atau seluruh tubuh. Penanganan medis seperti tindakan biopsi atau pengambilan sampel kulit dibutuhkan untuk menangani samalah ini. Dan pengobatannya juga dari faktor penyebabnya.

5. Efek Samping Konsumsi Obat

Beberapa jenis obat bisa menyebabkan efek samping pada tubuh seperti kepanasan dan berkeringat. Menurut keterangan ada beberapa jenis obat yang bisa berdampak pada metabolisme tubuh.

Seperti pada penggunaan obat bisa menyebabkan diaphoresis atau kelebihan produksi keringat yang menyebabkan seseorang lebih banyak berkeringat. Seperti pada obat pereda sakit, obat tekanan darah jantung, obat mata, obat paru-paru, obat saluran kemih, antibiotik, antivirus, obat kemoterapi, dan beberapa obat lain. Jika mengalami efek samping akibat obat ini, maka segera konsultasi pada dokter.

Baca juga: Tips Baik Menjaga Pola Hidup Sehat Selama Pandemi

Itu dia tadi ulasan mengenai penyebab seringnya keringat dan kepanasan, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close