Pendidikan

4 Pilar Kebangsaan : Sejarah, Isi, & Pendapat Ahli [Lengkap]

Dalam suatu negara terdapat sistem keyakinan atau filosofi yang isinya berupa konsep, prinsip, serta nilai yang dianut pada masyarakat suatu negara. Filosofi dan prinsip keyakinan yang dianut oleh suatu negara dan digunakan sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Suatu pilar kebangsaan haruslah berdiri kokoh dan kuat untuk menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Pilar kebangsaan Indonesia yang berupa belief system harus dapat menjamin terwujudnya sebuah ketertiban, keamanan, kenyamanan, keadilan, juga kesejahteraan bagi semua warga negara.

Apa yang dimaksud dengan empat Pilar Kebangsaan?. Pengertian 4 Pilar Kebangsaan yaitu tiang penyangga yang kokoh atau soko guru supaya rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram, dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai ragam bentuk gangguan dan bencana.

Baca juga : Pengertian Pendidikan

Sejarah 4 Pilar Kebangsaan

4 Pilar Kebangsaan : Sejarah, Isi, & Pendapat Ahli [Lengkap]
Sejarah 4 Pilar Kebangsaan

Sejarah tercetusnya 4 Pilar Kebangsaan di cetus  oleh Taufiq Kiemas, ketua MPR yang terpilih secara aklamasi pada tahun 2009. Taufiq secara perlahan melakukan berbagai rapat dengan ketua fraksi MPR untuk membuat sebuah program sosialisasi Undang-Undang Dasar 1945 dan juga Pancasila.

Dari sinilah gagasan 4 pilar kebangsaan bermula. Gagasan yang dibuat untuk menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesatuan juga persatuan serta mengamalkan pancasila.

Awal kemunculannya, gagasan 4 pilar kebangsaan dihadapkan pada kritik dan perdebatan yang cukup keras. Dimana 4 pilar kebangsaan yang berasal dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dianggap tidak pantas disejajarkan.

Hal ini karena Pancasila yang merupakan dasar negara memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan 3 pilar lainnya. Selain itu, perdebatan juga muncul dari penetapan tanggal lahirnya pancasila pada 1 juni 1945. Beberapa pihak berpendapat jika pancasila lahir pada 18 agustus 1945 setelah disahkan oleh PPKI yang menjadi dasar negara Indonesia.

Secara perlahan, Taufiq Kiemas mampu dapat meyakinkan seluruh pihak jika 1 juni 1945 dan menjadi hari lahirnya pancasila. Hal itu dikarenakan pada tanggal 1 juni 1945 Bung Karno pertama kalinya berpidato dan mengeluarkan gagasan mengenai 5 pokok dasar negara dihadapan sidang BPUPKI.

Sedangkan pada tanggal 18 agustus diperingati sebagai hari konstitusi karena pada hari itu PPKI mengesahkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi negara.

Baca juga : Pengertian Ideologi

Isi Dari 4 Pilar Kebangsaan

Isi Dari 4 Pilar Kebangsaan
Isi Dari 4 Pilar Kebangsaan

Berikut ini yaitu isi dan makna dari 4 Pilar Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia:

1. Pilar Pancasila

Pancasila merupakan pilar pertama yang menjadi kokohnya negara juga bangsa Indonesia. Landasan dasar mengapa Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu sila yang terdapat dalam Pancasila yang menjadi belief system.

Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan juga agama sehingga dibutuhkan belief system yang dapat mencakup keanekaragaman tersebut. Pancasila dianggap sebagai pilar bagi negara Indonesia yang pluralistik.

Seperti yang disebutkan dalam sila Pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini dapat diterima dan diakui oleh semua agama yang diakui di Indonesia dan menjadi panutan.

Dan juga pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila yang merupakan pernyataan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Semua warga negara memiliki harkat dan juga martabat yang sama secara adil dan beradab.

2. Pilar Undang-Undang Dasar 1945

UUD 1945 merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan juga bernegara di Indonesia. Masyarakat perlu memahami makna yang terdapat pada pembukaan Undang-Undang Dasar tersebut.

Tidak memahami prinsip yang terkandung pada pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap pasal yang ada pada batang tubuh UUD yang menjadi derivatnya.

3. Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia

Terdapat banyak bentuk negara yang ada di dunia ini. Dimana para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk Negara Kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Para pendiri bangsa memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia melalui berbagai pertimbangan. Alasan utama memilih bentuk negara kesatuan adalah karena sejarah strategi pecah belah yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena Indonesia belum bersatu pada zaman penjajahan.

Setelah negara Indonesia berbentuk negara kesatuan, taktik pecah belah tersebut dapat dipatahkan. Dan yang menjadi dasar dalam membentuk negara kesatuan.

4. Pilar Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia memiliki semboyan yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi satu jua”. Semboyan yang pertama kali diungkapkan oleh Mpu Tantular, seorang pujangga dari kerajaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk pada tahun 1350 – 1389an.

Semboyan yang dituangkan dalam karyanya Kakawin Sutasoma, yang berbunyi “Bhinna Ika Tungga Ika, tan hana dharma mangrwa” yang berarti “Berbeda-beda itu, satu itu, tak ada pengabdian yang mendua”.

Pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit menjadikan sesanti tersebut menjadi prinsip hidup pada masa itu. Hal ini untuk mengantisipasi adanya perpecahan di masyarakat dimana memang terdapat keanekaragaman agama. Meskipun mereka berbeda agama namun mereka tetap satu dalam pengabdiannya.

Pendapat Ahli Tentang 4 Pilar Kebangsaan

Bapak Taufik Kiemas merupakan salah satu pencetus pilar Kebangsaan Indonesia. Dan pada tahun 2013 Beliau mewakili lembaga negara untuk mendapatkan gelar kehormatan doctor honoris apertura (H.C) dari Universitas Trisakti atas perannya dalam mencetuskan gagasan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Negara Indonesia, yaitu:

  1. Pancasila
  2. Undang Undang Dasar 1945
  3. Bhineka Tunggal Ika
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Gagasan juga sosialisasi 4 pilar Kebangsaan tersebut mendapat perhatian dari banyak kalangan, termasuk beberapa ahli. Sejumlah kalangan mengatakan bahwa Pancasila bukanlah merupakan pilar kebangsaan, namun juga berperan sebagai pondasi dasar.

Selain itu, menyebutkan bahwa sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sebagai doktrin tersebut tidak perlu dilakukan. Karena, hal ini akan membuat pelajar hanya hafal 4 pilar kebangsaan, dimana Pancasila sebagai salah satu pilar saja. Menurut mereka, secara psikologis 4 Pilar Kebangsaan tersebut berbahaya bagi kelestarian Pancasila.

Menjaga 4 Pilar Kebangsaan

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, untuk menjaga 4 pilar kebangsaan tersebut dibutuhkan pendekatan khusus. Beberapa pendekatan tersebut diantaranya adalah yaitu pendekatan Kultural, Pendekatan Edukatif, Hukum, dan Struktural. Berikut penjelasannya:

1. Pendekatan Kultural

Pendekatan yang dapat dilakukan dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal yang mendalam kepada generasi muda. Bertujuan untuk membentuk generasi muda yang mengedepankan norma juga budaya bangsa.

Dengan adanya pembangunan dan teknologi dapat berjalan dengan memperhatikan potensi juga kekayaan budaya negara Indonesia tanpa mengeliminasi adat istiadat yang ada.

2. Pendekatan Edukatif

Pendekatan edukatif diperlukan untuk memberikan pendidikan yang layak kepada generasi penerus. Diharapkan dapat mengurangi tindak kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti adanya tawuran, pencurian, sampai pembunuhan.

Sebabnya lembaga pendidikan seperti sekolah maupun keluarga menjadi faktor penentu bagi generasi muda. Mereka harus dapat memberikan wadah yang baik bagi anak muda untuk menyalurkan ide dan kreatifitas dalam hal yang positif.

3. Pendekatan Hukum

Merupakan tindakan tegas terhadap segala tindak kekerasan, seperti tawuran, bully, dan lain sebagainya. Norma hukum hanya dapat berfungsi jika ditegakkan dengan tegas sehingga memberikan efek jera bagi para pelaku tindak kekerasan dan kriminal.

4. Pendekatan Struktural

Pendekatan yang dapat dimulai dari lingkungan seperti Ketua Rukun Tetangga, Rukun Warga, kepala desa, camat, lurah sampai bupati atau walikota sampai gubernur. Kegiatan yang dapat mempersatukan masyarakat harus selalu diupayakan oleh lembaga sosial dan juga aparatur negara yang ada.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian 4 Pilar Kebangsaan Indonesia, isi dan maknanya, serta cara menjaganya, semoga bermanfaat.

Tags
Show More

Tahu Kau

Tahukau blog ini tercipta dikarenakan seseorang yang memberikan inpirasi penuh dengan sebuah informasi dan ilmu yang baik. Dan mengajarkan dari hal mental terlebih dahulu. Sehingga Blog Ini Tercipta menjadi www.tahukau.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close